
Lau Yee-Wa menilai pemaksaan penggunaan bahasa Mandarin dalam pengajaran di Hong Kong adalah langkah absurd yang mengikis kemampuan berpikir kompleks generasi muda. Baginya, kehilangan bahasa ibu tidak hanya membatasi ruang tutur, tetapi juga merenggut cara masyarakat memahami diri, sesama, dan dunianya secara utuh.