Melansir laman Variety, petinggi Akademi Oscar, Lynette Howell Taylor, menegaskan posisi organisasi dalam merespons masifnya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) di industri perfilman. Howell Taylor menekankan bahwa piala Oscar akan tetap memprioritaskan karya yang berbasis human excellence.
Meski AI kian berkembang pesat di tahap pascaproduksi, kreativitas dan alur kerja manusia dinilai tak akan pernah tergantikan. Kebijakan ini sekaligus membuka ruang lebih luas bagi para sineas global dan independen untuk bersaing.