Pelaku pembacokan terhadap remaja berkaus Persib di Bogor menghadapi ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. Perkembangan ini menambah babak baru dalam penanganan kasus tersebut yang mengakibatkan pemuda berinisial ARK (16) meninggal dunia.
ARK pertama kali ditemukan tergeletak di jalan raya, tidak jauh dari Rumah Sakit FMC, Kabupaten Bogor pada Minggu (25/10) malam.Dia saat itu hendak pulang ke rumahnya setelah menonton pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC di Stadion Pakansari.
Sampai akhirnya, polisi telah menangkap pelaku pembacokannya yaitu MR. Korban pun dinyatakan meninggal dunia karena luka bacokan di bagian punggungnya oleh cerulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah diringkus, MR harus berhadapan dengan proses hukum. Dia terancam dijerat dengan hukuman 15 tahun kurungan penjara.
"Adapun pasal yang diterapkan adalah Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 307 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Kasi Humas Polres Bogor Ipda Sigit Wahyudi, Selasa (27/10/2026).
Sigit menjelaskan, saat ini penyidik dari Satuan PPA Polres Bogor masih terus mendalami keterangan dari MR. Pihaknya menegaskan bahwa kasus ini menjadi atensi khusus karena melibatkan korban yang masih di bawah umur.
"Kami menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius, terlebih karena melibatkan anak di bawah umur dan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Polres Bogor berkomitmen untuk menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ucapnya.
Setelah pelakunya tertangkap, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, mengapresiasi langkah Polres Bogor. Umuh berharap penangkapan tersebut menjadi awal terungkapnya motif dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus yang menewaskan korban.
"Alhamdulillah tertangkap ya. Terima kasih kepada pihak kepolisian, ya. Jadi saya percaya dari kemarin-kemarin juga sepertinya kelihatannya aman dan pihak polisi sudah luar biasa. Dari Polres juga sudah luar biasa menurut saya. Sudah penjagaan ketat dan di lapangan pun juga aman," ujar Umuh.
Meski pelaku telah ditangkap, Umuh berharap kepolisian dapat mengungkap secara jelas asal-usul pelaku, motif, serta kemungkinan keterlibatan kelompok tertentu. Menurutnya, kejelasan informasi penting agar masyarakat, khususnya Bobotoh, mengetahui duduk perkara kasus tersebut.
"Mudah-mudahan sekarang sudah tertangkap, cepat terungkap itu dari mana orang dan siapa yang sebenarnya atau kelompok mana, gitu. Itu saja, saya mau cepat tahu, dari mana orang itu dan kelompok mana. Mudah-mudahan cepat terungkap, jadi akan tahu hal layak pun juga akan tahu," jelasnya.
Umuh juga mengingatkan Bobotoh agar tidak melampiaskan kemarahan dengan melakukan tindakan balasan. Ia memahami peristiwa tersebut menimbulkan kesedihan dan kemarahan di kalangan suporter, tetapi meminta semua pihak menahan diri serta mempercayakan proses hukum kepada kepolisian.
"Mudah-mudahan para bobotoh pun juga tahu itu, jadi tidak jadi dendam dan tidak menjadi bumerang, tidak ada saling balas-membalas, semua mungkin ya sakit hatilah semua juga bobotoh. Ini sangat memilukan, sangat menyayat hati para bobotoh, apalagi keluarganya ya," ujarnya.
Umuh mengaku ikut terpukul atas meninggalnya Arief. Ia mengatakan dirinya juga pernah menjadi bagian dari Bobotoh sebelum kini menjalankan peran sebagai pengurus Persib. Karena itu, ia turut merasakan kesedihan atas musibah yang menimpa korban dan keluarganya.
"Saya juga kan berangkat dari bobotoh dan sekarang saya jadi pengurus Persib, jadi saya merasa terpukul. Ya, bagaimana kalau keluarga kita mendapat perlakukan seperti itu, mendapat musibah seperti itu kan pasti sakit ya," tegas Umuh.























































