Aparat kepolisian dari Polres Bogor berhasil mengamankan pelaku utama pembacokan yang menyebabkan kematian seorang pendukung sepak bola berusia 16 tahun denganinisial ARK. Peristiwa tragis tersebut berlangsung di kawasan Jalan Raya Jakarta, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Berikut fakta-fakta baru dalam kejadian ini:
Diancam 15 Tahun Penjara
Pelaku berinisial MR kini harus berurusan dengan hukum dan terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Adapun pasal yang diterapkan adalah Pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 307 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," kata Kasi Humas Polres Bogor Ipda Sigit Wahyudi, Selasa (27/10/2026).
Pelaku Masih Diperiksa
Sigit menjelaskan, saat ini penyidik dari Satuan PPA Polres Bogor masih terus mendalami keterangan dari MR. Pihaknya menegaskan bahwa kasus ini menjadi atensi khusus karena melibatkan korban yang masih di bawah umur.
"Kami menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi perhatian serius, terlebih karena melibatkan anak di bawah umur dan mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang. Polres Bogor berkomitmen untuk menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," ujar Sigit.
Umuh Muhtar Beri Tanggapan
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar, mengapresiasi langkah Polres Bogor yang menangkap pelaku pembacokan terhadap Arief Rahman Kusuma, Bobotoh asal Bogor. Umuh berharap penangkapan tersebut menjadi awal terungkapnya motif dan pihak-pihak yang terlibat dalam kasus yang menewaskan korban seusai pertandingan Persib Bandung melawan Garudayaksa FC.
Pelaku berinisial MR kini telah ditangkap dan menjalani pemeriksaan di Polres Bogor. Umuh menyampaikan terima kasih kepada kepolisian atas penanganan kasus tersebut dan mengapresiasi pengamanan yang telah dilakukan selama pertandingan berlangsung.
"Alhamdulillah tertangkap ya. Terima kasih kepada pihak kepolisian, ya. Jadi saya percaya dari kemarin-kemarin juga sepertinya kelihatannya aman dan pihak polisi sudah luar biasa. Dari Polres juga sudah luar biasa menurut saya. Sudah penjagaan ketat dan di lapangan pun juga aman," ujar Umuh.
Umuh Minta Motif Diungkap dengan Jelas
Meski pelaku telah ditangkap, Umuh berharap kepolisian dapat mengungkap secara jelas asal-usul pelaku, motif, serta kemungkinan keterlibatan kelompok tertentu. Menurutnya, kejelasan informasi penting agar masyarakat, khususnya Bobotoh, mengetahui duduk perkara kasus tersebut.
"Mudah-mudahan sekarang sudah tertangkap, cepat terungkap itu dari mana orang dan siapa yang sebenarnya atau kelompok mana, gitu. Itu saja, saya mau cepat tahu, dari mana orang itu dan kelompok mana. Mudah-mudahan cepat terungkap, jadi akan tahu hal layak pun juga akan tahu," jelasnya.
Umuh juga mengingatkan Bobotoh agar tidak melampiaskan kemarahan dengan melakukan tindakan balasan. Ia memahami peristiwa tersebut menimbulkan kesedihan dan kemarahan di kalangan suporter, tetapi meminta semua pihak menahan diri serta mempercayakan proses hukum kepada kepolisian.
"Mudah-mudahan para bobotoh pun juga tahu itu, jadi tidak jadi dendam dan tidak menjadi bumerang, tidak ada saling balas-membalas, semua mungkin ya sakit hatilah semua juga bobotoh. Ini sangat memilukan, sangat menyayat hati para bobotoh, apalagi keluarganya ya," ujarnya.
Persib Terpukul
Umuh mengaku ikut terpukul atas meninggalnya Arief. Ia mengatakan dirinya juga pernah menjadi bagian dari Bobotoh sebelum kini menjalankan peran sebagai pengurus Persib. Karena itu, ia turut merasakan kesedihan atas musibah yang menimpa korban dan keluarganya.
"Saya juga kan berangkat dari bobotoh dan sekarang saya jadi pengurus Persib, jadi saya merasa terpukul. Ya, bagaimana kalau keluarga kita mendapat perlakukan seperti itu, mendapat musibah seperti itu kan pasti sakit ya," tegas Umuh.
(wip/sud)






















































