Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi pada dini hari tadi. Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 milimeter dan durasi 19 detik.
"Terjadi erupsi G. Anak Krakatau pada hari Jumat, 30 Oktober 2026, pukul 01:40 WIB. Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 50 mm dan durasi 19 detik," demikian keterangan di situs Magma ESDM, Badan Geologi, Jumat (30/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Geologi mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi.
"Masyarakat di sekitar Gunung Api Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau," ujarnya.
Selain itu, masyarakat maupun pengunjung dan wisatawan juga dilarang memasuki area dalam radius 1 kilometer dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunung Anak Krakatau. Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi bahaya.
"Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau," tulisnya.
"Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunung Api Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat," imbuhnya.
Saksikan Live DetikPagi:
Simak juga Video 'Badan Geologi Tegaskan Viral Potensi Tsunami 60 M Akibat Anak Krakatau Hoax':
(amw/isa)




















































