Muhammad Zhaldi (24), pengemudi ojek daring (ojol) yang menjadi korban penembakan misterius di Kota Sukabumi, saat ini masih terbaring dan menjalani perawatan medis di RSUD R. Syamsudin S.H. (RS Bunut). Meski dalam kondisi sadar, proyektil senapan angin yang mengenai leher belakangnya hingga kini belum dioperasi.
Direktur Utama UOBK RSUD R. Syamsudin S.H. Kota Sukabumi, Yanyan Rusyandi menjelaskan kondisi fisik pasien sejauh ini relatif stabil (compos mentis) dan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda gangguan saraf.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi sampai sekarang kondisinya stabil, tidak ada tanda-tanda defisit neurologis," kata Yanyan, Selasa (27/10/2026).
Yanyan mengonfirmasi dari hasil pemeriksaan penunjang, proyektil tersebut memang masih bersarang di area leher belakang korban. Tim medis sengaja belum mengambil langkah pembedahan demi meminimalisasi risiko klinis yang bisa membahayakan sistem saraf pusat korban.
Dia menjelaskan, tindakan pembedahan seperti laminektomi atau pengangkatan bagian tulang belakang memerlukan kehati-hatian tingkat tinggi.
"Risiko untuk tindakan mengeluarkan itu ke sistem saraf pusat bisa saja terganggu. Pertimbangannya adalah kondisi klinis dengan memperhatikan risiko medis, jangan sampai ada dampak yang malah memperparah jika dilakukan tindakan operatif," jelasnya.
Untuk saat ini, penanganan medis diarahkan pada perawatan konservatif demi menjaga stabilitas kondisi umum pasien sebelum diputuskan langkah tindakan medis selanjutnya.
"Dari hasil pemeriksaan sementara oleh dokter spesialis bedah saraf, belum ada rencana untuk operasi. Arahan dari dokter Nizar sebagai dokter spesialis bedah saraf, penatalaksanaan untuk pasien sementara ini secara konservatif yaitu menstabilkan keadaan umum dan pemberian obat-obatan sesuai indikasi penyembuhan," papar Yanyan.
Sekadar informasi, Muhammad Zhaldi menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal saat sedang menanti orderan penumpang di Jalan Stasiun Timur, Kelurahan Gunungparang, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi, pada Minggu (25/10/2026) dini hari.
Aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh dua orang pria dari jarak sekitar 7 meter menggunakan senapan angin. Saat ini, jajaran Satreskrim Polres Sukabumi Kota masih terus memburu para pelaku.
"Kita maksimalkan dulu olah TKP. Korban ojol dan terduga dua orang masi dalam penyelidikan, yang jelas bukan geng motor. Ini analisa awal sudah direncanakan," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Hartono.
Simak Video "Video: Satpam Masjid di AS Tewas Lindungi Jemaah saat Insiden Penembakan"
[Gambas:Video 20detik](mso/mso)























































