Video, suara, wastra, hingga tanah dan batu menjadi medium untuk mengekspresikan kekayaan budaya Indonesia di Pekan Seni Media Rupakala 2026. Beragam bahan dan teknologi itu memperluas cara seniman menyampaikan gagasan, sekaligus menawarkan pengalaman menikmati seni di luar lukisan dan patung.
Di Gedung Tegar Beriman, Cibinong, karya-karya tersebut mempertemukan tradisi dengan seni kontemporer. Pameran berlangsung pada 26 Oktober hingga 1 November 2026, dengan melibatkan seniman lintas generasi dari dalam dan luar negeri.
Para perupa yang terlibat berasal dari Bogor, Bandung, Jakarta, serta berbagai daerah lainnya. Mereka hadir bersama seniman bereputasi nasional dan internasional dalam ruang kolaborasi yang memadukan seni, budaya, dan teknologi digital.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menilai, pertemuan berbagai generasi dan pendekatan berkarya menjadi bagian penting dari Rupakala. Pemanfaatan teknologi memberi ruang bagi seniman untuk mengembangkan cara berekspresi.
Karya seni yang ditampilkan di Pekan Seni Media Rupakala 2026. (Foto: Istimewa) |
"Kita sangat mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Seni Media Rupakala 2026 di Kabupaten Bogor. Ini merupakan kolaborasi lintas generasi yang melibatkan banyak seniman dan budayawan, khususnya para perupa, dengan memanfaatkan sentuhan teknologi dan media art," ungkap Fadli Zon, Senin (26/10/2026) malam.
Menurutnya, seni perlu mengikuti dinamika zaman agar tetap relevan dengan kehidupan masyarakat. Tradisi dan seni kontemporer dapat saling berdialog untuk memperkaya ekspresi kebudayaan Indonesia.
Keberagaman itu tampak dari medium yang digunakan. Wastra hadir bersama video, gambar, dan suara. Material tanah serta batu juga mengambil tempat sebagai bahan karya. Budaya menjadi sumber inspirasi yang dapat diolah melalui beragam pilihan bentuk.
"Hal tersebut menunjukkan betapa kayanya budaya Indonesia, dengan keanekaragaman yang luar biasa (megadiversity), yang dapat diekspresikan melalui berbagai medium dan platform seni," jelasnya.
Rupakala terselenggara melalui kolaborasi Pemerintah Kabupaten Bogor, Kementerian Kebudayaan, Dana Indonesiana, dan LPDP. Fadli Zon meresmikan kegiatan tersebut didampingi Bupati Bogor Rudy Susmanto, yang turut menikmati karya-karya seni kontemporer yang dipamerkan.
Setelah Kabupaten Bogor, kegiatan ini direncanakan berlanjut ke Indarung Heritage Society di Sumatera Barat, kemudian Pontianak, Kalimantan Barat. Fadli berharap Rupakala dapat menginspirasi kreator dan seniman di berbagai daerah.
(orb/orb)























































