Laporan 'Crackgate', yaitu kerusakan layar iPhone Duo, menjadi bahasan menarik bagi para fans Samsung. "Kami menyadari adanya masalah yang mempengaruhi layar bagian dalam pada sebagian kecil unit iPhone Duo," kata Apple.
Perusahaan menyatakan akan mengganti perangkat terdampak secara gratis, tapi tak mengungkapkan penyebab pasti dari masalah tersebut atau tingkat persentase cacat secara keseluruhan.
Apple merambah pasar HP lipat tujuh tahun setelah Samsung. Bagi Apple yang masuk ke pasar ini sebagai pemain yang datang belakangan dengan pujian tentang kualitas dan penyempurnaan, kontroversi yang muncul tak lama setelah peluncuran produk tersebut sedikit banyak memberi pukulan pada reputasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah Apple mengakui ada kerusakan di sebagian iPhone Duo, netizen di negara asal Samsung, Korea Selatan, banyak membahasnya. Dikutip detikINET dari Joong Ang Daily, seorang netizen komunitas online meilai Apple bersikap sangat sombong, seolah-olah berhasil menciptakan ponsel lipat pamungkas yang tanpa cela.
Di forum online besar lainnya, unggahan bertajuk "Kondisi terkini dari produk yang disebut inovatif oleh Apple" mendulang sekitar 1.000 komentar, sementara unggahan lain berjudul "Apa yang terjadi pada pengguna Apple yang suka mengejek ponsel Galaxy" menarik lebih dari 700 komentar.
Reaksi keras juga merembet hingga YouTuber ternama. YouTuber teknologi ITSub dengan 2,84 juta subscriber, dituding tak memadai membahas kekhawatiran soal daya tahan iPhone Duo. Sebagai tanggapan, ia melakukan uji daya tahan selama sekitar tiga jam pada perangkat yang ia beli sendiri, termasuk menuangkan pasir ke dalamnya dan membengkokkan ke belakang.
Namun ketika tidak berhasil memunculkan retakan, ia menghadapi rentetan komentar yang menuduhnya membela Apple, termasuk hinaan pada keluarganya. "Saya tidak pernah menerima satu won pun dari Apple," ujar ITSub, seraya memperingatkan akan mengambil langkah hukum terhadap yang menyebar tuduhan palsu.
Di Korea, rivalitas penggemar Apple dan Samsung memang mengakar. Istilah merendahkan seperti aepdeungi (gabungan pelafalan bahasa Korea untuk Apple dengan gopdeungi, kata untuk jangkrik unta) yang digunakan untuk mengejek pengguna iPhone, serta samyeopchung yang berarti trilobita yang digunakan untuk meremehkan pengguna Galaxy, beredar lebih dari sedekade.
"Kebencian terhadap 'mitos Apple' dan pemujaan buta dari sebagian pengikutnya kini meledak menyusul insiden ini," kata Lee Seong-yeob, profesor Korea University's Graduate School of Management of Technology.
Beberapa pengamat industri memperingatkan kontroversi ini bisa merusak justru karena Apple sekian lama mempertahankan reputasi akan kualitas produknya yang tinggi.
"Seiring proses transisi Apple ke kepemimpinan John Ternus, perasaan yang berkembang bahwa 'ini bukan Apple yang kita kenal dulu' mulai mengakar. Sekarang setelah kecacatan produk yang nyata muncul, bahkan kepercayaan dari penggemar Apple paling setia sekalipun mulai goyah," kata sumber di industri elektronik.















































