Lilis Pitriani (29) warga Teluk Betung Utara, Bandar Lampung hilang selama dua hari sebelum akhirnya ditemukan tewas di dalam parit. Saat ditemukan keluarganya, jasad Lilis dalam kondisi terikat tali tambang, kemudian ditutupi batu beton hingga kayu-kayu.
Lilis dilaporkan hilang sejak Minggu (25/10/2026) pagi. Lilis disebut-sebut pergi bersama pria berinisial R yang disebut sebagai sepupunya. Jasadnya ditemukan di dalam parit di Jalan Cipto MK, Gang 57 PU, Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara pada Selasa (27/10/2026) malam.
Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung, Kompol Regan Kusuma Wardani mengatakan jasad korban ditemukan oleh kerabatnya yang mencium aroma tak sedap saat melintas di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi awalnya ada 2 saksi yakni kerabat korban mencium aroma tak sedap di lokasi penemuan. Kemudian mereka ini mencari sumber aroma tersebut hingga akhirnya menemukan tubuh korban," katanya, Rabu (28/10/2026).
Pada saat itu, lanjut Regan, kerabat hingga warga setempat kemudian membongkar batu beton hingga kayu yang sengaja ditumpuk di jasad korban di dalam parit.
"Usai jasad korban yang diikat dimasukkan ke dalam parit. Jasad korban ini kemudian ditutupi menggunakan sisa kayu dan bebatuan beton, tujuannya mungkin untuk menyamarkan," ujar Regan.
Regan menerangkan proses penyelidikan terhadap kasus tersebut masih dilakukan. Pihaknya juga telah meminta keterangan sejumlah saksi maupun keluarga korban. Saat ini pihak jasad Lili telah berada di RS Bhayangkara Polda Lampung untuk dilakukan proses autopsi.
Sebelumnya, warga Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung digegerkan dengan penemuan jenazah wanita yang berada dalam parit. Jenazah tersebut ditemukan dengan kondisi tubuh terikat tali tambang.
Jasad korban ditemukan oleh keluarganya di dalam parit yang berada di Jalan Cipto MK, Gang 57 PU, Kelurahan Kupang Teba, Kecamatan Teluk Betung Utara pada Selasa (27/10/2026) malam.
Dalam foto yang diterima detikSumbagsel, tampak jasad korban yang diketahui bernama Lilis Pitriani (29) terbujur kaku dalam parit mengenakan celana panjang hitam, baju putih.
Tubuhnya juga diikat tali tambang warna biru, terlihat juga beberapa luka di tubuhnya yakni di bagian kepala dan bagian lainnya.



























































