Dua kereta bertabrakan di selatan ibu kota Spanyol, Madrid, pada Rabu pagi waktu setempat, di jalur kereta cepat menuju Sevilla.
Setidaknya 69 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dalam tabrakan tersebut. Kereta cepat Renfe yang dioperasikan oleh negara menabrak bagian belakang kereta milik perusahaan Iryo yang sedang berhenti di dekat kota Urda.
Insiden ini merupakan salah satu bencana rel kereta terburuk dalam sejarah modern Eropa dan kecelakaan terburuk di Spanyol sejak 2013. Masa berkabung nasional selama tiga hari diumumkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalur kereta cepat Madrid-Sevilla punya beberapa sistem persinyalan dan perlindungan untuk mengatur lalu lintas, mengendalikan jarak antar kereta, dan mengurangi risiko kecelakaan. Menurut sumber pemerintah, bukti awal menunjukkan tabrakan kemungkinan dipicu kesalahan manusia setelah ada kegagalan sistem persinyalan utama jalur tersebut.
Tabrakan terjadi di kilometer 118 di jalur tersebut, tepatnya di antara kota Mora, Orgaz, dan Urda, di provinsi Toledo. Jalur ini merupakan jalur kereta cepat tertua di Spanyol yang dibuka pada bulan April 1992, bertepatan dengan Pameran Dunia di Sevilla tahun itu.
Dikutip detikINET dari El Pais, infrastruktur ini menggunakan sistem LZB (Linienzugbeeinflussung) dari Jerman, teknologi keselamatan yang memantau kecepatan kereta terus-menerus dan mengirim instruksi lalu lintas ke kabin masinis. Ketika sistem keselamatan otomatis ini gagal berfungsi, pengoperasian dikembalikan ke kendali manual.
Laporan awal menunjukkan sistem keselamatan mengalami kegagalan hari Rabu, menyebabkan delapan kereta di area itu dihentikan. Pusat kendali lalu beralih ke pengoperasian manual dan menginstruksikan semua kereta melanjutkan perjalanan. Namun, satu layanan kereta Iryo tak dapat berjalan kembali dan tetap berhenti di jalurnya.
Mengikuti instruksi petugas di pusat kendali Atocha di Madrid, sebuah kereta cepat AVE yang berjalan di belakangnya melanjutkan perjalanan dan tak lama kemudian menabrak kereta Iryo tersebut dengan kecepatan yang belum dapat dipastikan.
Jalur kereta cepat Madrid-Sevilla saat ini menjalani program modernisasi. Sistem LZB diganti European Rail Traffic Management System (ERTMS) yang lebih canggih, inisiatif Uni Eropa untuk menstandardisasi sistem persinyalan dan kendali kereta di seluruh Eropa.
Versi yang diterapkan di jalur tersebut, yakni ERTMS Level 2, juga menyediakan pengawasan kecepatan dan pengereman berkesinambungan, namun lebih mengandalkan komunikasi radio alih-alih informasi yang dipancarkan melalui titik-titik tetap oleh perangkat di pinggir jalur.
Keselamatan rel kereta tak hanya bergantung satu teknologi. Infrastruktur ini menggabungkan sistem persinyalan, peralatan pendeteksi kereta, dan prosedur kendali blok untuk menjaga jarak aman antar kereta dan mencegah pergerakan yang saling berbenturan.
Di antara sistem perlindungan yang digunakan adalah ASFA (Announcement of Signals and Automatic Braking/ Pemberitahuan Sinyal dan Pengereman Otomatis), yang mengirimkan informasi dari suar di pinggir jalur ke masinis.
Dipasang di seluruh jalur utama milik pengelola infrastruktur kereta negara Spanyol, Adif, ASFA dapat memperingatkan masinis tentang sinyal tetap tertentu, memantau kecepatan saat kereta mendekatinya, dan otomatis mengaktifkan rem dalam situasi tertentu, seperti ketika kereta menerobos sinyal berhenti.
Selain sistem perlindungan itu, jaringan rel mengandalkan pula serangkaian mekanisme keselamatan manajemen lalu lintas, termasuk sistem kendali blok. Jalur tempat kecelakaan dilengkapi sistem Kendali Blok Otomatis di mana masinis terus menerima informasi kecepatan dan jarak, memastikan batas kecepatan tak dilanggar.
Standar teknis persinyalan Adif (NAS 811) juga mencakup sistem pendeteksi kereta, untuk membagi jalur jadi beberapa bagian (blok) dan terus-menerus mengidentifikasi ada atau tidaknya pergerakan.
Sebagai tambahan, ada sistem komunikasi dengan pusat komando. Jalur kereta cepat Spanyol menggunakan GSM-R, teknologi seluler untuk komunikasi suara dan data antara kereta dan pusat kendali melalui pita frekuensi khusus untuk menghindari interferensi. GSM-R menggantikan sistem analog Train-Ground yang lebih lawas.
Penyelidik harus merekonstruksi urutan peristiwa, mulai dari kemungkinan kegagalan persinyalan hingga keluarnya perintah bagi kereta untuk melanjutkan perjalanan dan tabrakan yang menyusul kemudian. Ini untuk menentukan apakah prosedur sudah diikuti dan apakah ada kesalahan teknis atau kesalahan manusia.















































