Rumah warga di kawasan Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan, terendam banjir sejak dini hari tadi. Warga yang menjadi korban banjir pun mengeluh karena tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah.
Seorang warga, Ilyas, mengaku tidak ada bantuan pangan siap saji yang bisa dikonsumsi warga terdampak banjir. Dia bilang warga yang rumahnya kebanjiran tidak terpikir untuk memasak.
"Yang pasti yang terdampak banjir ini kesusahan untuk memikirkan makan. Karena rumah sudah terendam, mau dibersihkan pun sulit, nggak terpikir lagi untuk belanja dan masak. Tapi dari pagi tidak ada (bantuan pemerintah)," ujar Ilyas saat diwawancarai, Kamis (29/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Warga lainnya, Ima menyebut, bantuan pemerintah yang datang masih berupa perahu karet. Bantuan itu digunakan untuk mengevakuasi lansia dan anak-anak sudah dikerahkan.
Hanya saja bantuan makanan dan yang lain sampai sore ini tidak kunjung tiba. Menurut dia, bantuan itu tersebut sangat dibutuhkan korban banjir.
"Kalau untuk makanan sampai saat ini belum ada. Dan beberapa warga di lokasi pengungsian membutuhkan selimut karena tidak sempat membawa kain kering dari rumah," katanya.
Ima mengaku masih terdapat puluhan rumah warga yang terendam akibat banjir. Ia berharap bantuan pemerintah dapat disalurkan selama musim hujan yang rentan menyebabkan banjir.
"Yang lokasi rumahnya agak tinggi sudah mulai surut, tapi masih banyak juga yang terendam. Karena ini sudah masuk musim hujan kami berharap bantuan itu lebih disiapkan lagi," pungkasnya.
Kepala BPBD Medan, Yunita Sari, membantah tidak ada bantuan yang diberikan kepada korban banjir. Ia bilang pihaknya sudah menyalurkan makanan dan minuman.
"Bantuan makanan berupa nasi bungkus dan air mineral," katanya singkat saat dikonfirmasi.
617 Warga Mengungsi
Yunita sendiri sebelumnya menyebut ada sekitar 617 warga yang mengungsi akibat banjir. Data jumlah pengungsi yang dihimpun masih bersifat sementara karena petugas di lapangan masih melakukan evakuasi di wilayah terdampak.
"Total pengungsi terdiri dari 44 balita, 189 anak-anak, 295 dewasa, 90 lansia, dan 1 penyandang disabilitas," ujarnya.
"Ini data sementara, saat ini personel di lapangan masih terus melakukan pendataan dan evakuasi," tambahnya.
Adapun empat kecamatan yang dilanda banjir yakni Kecamatan Medan Maimun (Kelurahan Sei Mati, Aur, Hamdan, Kampung Baru), Kecamatan Medan Tuntungan (Kelurahan Tanjung Selamat), Kecamatan Medan Johor (Kelurahan Gedung Johor dan Kwala Bekala), dan Kecamatan Medan Helvetia (Kelurahan Tanjung Gusta).
Saat ini, kata Yunita, terdapat 10 titik pengungsian warga yang terdiri dari Masjid, kantor lurah dan rumah tetangga.
"Ketinggian air mulai 20 sentimeter hingga 150 sentimeter. Paling tinggi di Kelurahan Aur," ungkap Yunita.
Simak Video "Video: Penampakan Hajatan Meriah di Tengah Banjir Dayeuhkolot Bandung"
[Gambas:Video 20detik](astj/astj)



























































