Belakangan ini media sosial dihebohkan dengan kemunculan tren kuliner ekstrem yang menyajikan minuman super manis. Salah satunya terlihat dari sebuah video viral di Instagram, yang memperlihatkan interaksi antara pembeli dan pedagang minuman di Malaysia.
Dalam video tersebut, pembeli memesan minuman bertajuk 'ice potong kaki' yang rasanya sangat manis. Racikannya tak main-main, yakni lima centong susu bubuk cokelat, lima sendok makan gula pasir, hingga ditambah susu kental manis (SKM) sebanyak setengah kaleng yang dituangkan ke dalam satu gelas berisi es batu.
Melihat fenomena tren minuman ekstrem ini, dokter spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, memberikan peringatan keras. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur tren kuliner yang sedang viral tanpa memikirkan dampaknya bagi kesehatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah wanti-wanti lho batas aman gula harian kita, cuma empat sendok per hari. Kalau ini (minuman yang viral), sekali teguk jatah gula kamu sebulan, sudah ludes," tegas dr Yaze.
dr Yaze menegaskan, jika minuman kekinian yang mengandung gula berlebih itu dikonsumsi secara terus-menerus, bahaya besar siap mengintai kesehatan tubuh. Setidaknya ada tiga dampak buruk utama, yaitu:
1. Resistensi Insulin
Asupan gula berlebih memicu terjadinya resistensi insulin, yang berujung pada risiko diabetes melitus tipe 2 di usia muda. Orang dengan diabetes juga rentan mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf (neuropati diabetik) dan sirkulasi darah yang buruk.
Neuropati akan membuat kaki mati rasa, sehingga pasien tidak menyadari adanya luka kecil yang berkembang menjadi ulkus atau luka terbuka. Jika sirkulasi darah yang memburuk bisa memicu infeksi parah pada ulkus, karena tubuh sulit menyembuhkan luka.
Jika infeksi menyebar luas, amputasi menjadi tindakan medis terakhir untuk menyelamatkan pasien. Itu merupakan operasi pemotongan sebagian atau seluruh kaki yang dilakukan untuk menyelamatkan nyawa seseorang akibat cedera parah, infeksi, atau penyakit tertentu.
2. Lonjakan Kalori Kosong
Campuran susu kental manis dan gula pasir menyumbang lonjakan kalori kosong (empty calories). Kondisi ini dapat memicu obesitas serta memperberat beban kerja organ-organ vital dalam tubuh.
3. Sensasi Ketagihan (Sugar Rush)
Efek sugar rush dapat membuat tubuh lemas setelah lonjakan gula mendadak, sekaligus memicu kecanduan untuk terus-menerus mengonsumsi gula.
Melihat tingginya risiko kesehatan tersebut, dr Yaze mengingatkan agar masyarakat lebih bijak dan tidak sekadar ikut-ikutan tren jajanan yang berisiko merusak organ tubuh.
"Jangan gampang termakan tren kuliner viral, kalau ujung-ujungnya cuma jadi 'investasi cuci darah'. Tapi, kesehatan tetap nomor satu," bebernya.
"Kurangi manisnya, sayangi tubuh kamu, stay healthy," tutupnya.
Baca juga: Bolehkah Konsumsi SKM Tiap Hari? |

























































