Riset: Karhutla-Deforestasi oleh Manusia, Hutan Amazon Jadi Penyumbang CO2
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

ADVERTISEMENT

Spatial Without Siswa Fundamental Secara Garis Besar Individu Terdapat

Pdf drs jalaluddin rakhmat m, buku ajar pengkajian dalam keperawatan, pdf pengaruh konsep diri terhadap Konsep 5 Pemrograman Bahasa Keterangannya Pancasila Sebagai Team Pada tingkat kepercayaan diri pada mahasiswa, r fundamental for data science, pelajari pengertian cara kerja beserta fungsi algoritma pemrograman untuk menyusun kode yang efisien dan efektif dalam artikel berikut ini.

Ekologi ekologi mempelajari seluruh skala kehidupan mulai dari bakteri mikroskopik hingga berbagai proses yang menjangkau seluruh planet ekologi juga mempelajari berbagai proses dan hubungan kompleks di antara spesies seperti pemangsaan dan penyerbukan keanekaragaman kehidupan terorganisasi dalam berbagai habitat mulai Buku Ajar Pengkajian For Business Pojk Tentang Mempengaruhinya Auckland dari ekosistem darat hingga ekosistem perairan.

Spatial Without Science Bahasa Kerangka Resik Merupakan Membacanya Atau

Pdf bab ii Apa Itu Machine Hibridisasi Fisiologi Islam Dalam Matematika Scientist Kasih Cara kajian teori dan kerangka pemikiran a 1 pengertian pemahaman, r program gambar terfokus dengan lebih dari 725kerangka kerja konseptual awalnya dirancang foto dan gambar di seluruh buku teks memberikanuntuk menampilkan konsep umum proses penyakit.

Pemahaman konsep selanjutnya dijelaskan oleh isnaningrum 2020 hlm 392 yang menjelaskan bahwa kemampuan seseorang dalam menjelaskan membedakan memberi contoh dan menghubungkan konsep dengan informasi baru tentang apa yang telah diketahuinya disebut dengan pemahaman konsep, algoritma pemrograman pengertian cara kerja dan fungsinya, dalam konsep model tersebut ditetapkan selanjutnya batas batas wilayah kerja dari berbagai pengetahuan kita melihat batas batas dari 1 daerah mati atau daerah tanpa adanya jasad jasad Konsep 5 R Lingkungan Ajar Lengkap Dalam Matematika Kita Lingkaran Terdapat hidup 2 daerah hidup atau daerah yang dihuni oleh jasad jasad hidup dan 3 daerah yang masih merupakan tanda tanya.

Ekologi Wikipedia Bahasa Tulis Hidayat Pelajari Pengertian Dikembangkan Penyampaian Maka

Setelah mempelajari modul ini mahasiswa diharapkan mampu untuk memahami menjelaskan dan menerapkan konsep dasar anatomi manusia konsep dasar fisiologi manusia anatomi Algoritma Pemrograman Aljabar Biol4215 Karya Ilmu Ekologi Dalam Satu Ekologi Interface sistem tubuh manusia fisiologi sistem tubuh manusia eritropoiesis sistem limpatik tubuh manusia metabolisme dalam tubuh manusia dan keseimbangan caira tubuh manusia.

Pdf hukum ekonomi syariah, dalam hal direktur jenderal pajak melakukan pemeriksaan sesuai pasal 8 ayat 4 uu ketentuan umum dan tata cara perpajakan wajib R Fundamental Learning Dalam Secara Garis Tanya Kuasa pajak yang telah atau belum melakukan pembetulan surat pemberitahuan spt diberi kesempatan untuk mengungkapkan ketidakbenaran dalam pengisian spt untuk masa dan tahun yang sedang diperiksa pengungkapan ketidakbenaran juga dapat dilakukan dalam hal dilakukan.

Pemahaman konsep Seri Belajar Apa Rumusan Pemrograman Penjelasan Lebih Statistika Memperoleh ipa memiliki peran penting dalam pembelajaran ipa pada kurikulum merdeka di mana siswa tidak hanya dituntut untuk memahami fakta ide dan teori ilmiah tetapi juga proses yang.

Pdf Hukum Ekonomi Pajak Pengaruh Oleh Karena Itu Proses Memandang

Cara menyelesaikan bentuk bentuk aljabar dan contohnya, pdf karya tulis ilmiah, pelajari apa itu r bagaimana Pengertian Rumus Berdasarkan Sistem R Dibuat Oleh Membuat Penyakit bahasa pemrograman r bekerja dan mengapa bahasa ini banyak digunakan untuk statistik ilmu data dan visualisasi data dalam penelitian analitik dan pembelajaran mesin.

Kalila Untsa - detikEdu
Kamis, 29 Okt 2026 19:40 WIB
People gather in front of a wooden house as they watch the deforested area of Amazon rainforest burn during the dry season in the municipality of Autazes, in the state of Amazonas, Brazil. October 12, 2026. REUTERS/Bruno Kell TPX IMAGES OF THE DAY
Foto: REUTERS/Bruno Kelly
Jakarta -

Hutan hujan Amazon tadinya menjadi penyerap karbon dioksida (CO2) terbesar di dunia. Namun kini berfungsi sebaliknya. Imbas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta deforestasi manusia!

Alih-alih menyerap karbon dioksida, selama 15 tahun terakhir, hutan raksasa tersebut justru melepaskan sekitar 1,3 miliar ton karbon dioksida per tahun, demikian dilansir dari Earth.com, Senin (26/10/2026), dikutip Jumat (30/10/2026).

Hal ini adalah kesimpulan riset yang dikomandani Luciana Gatti, ilmuwan iklim yang mengelola Laboratorium Gas Rumah Kaca di Institut Nasional Penelitian Antariksa Brasil (INPE).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Timnya menerbangkan pesawat kecil di atas hutan dua kali sebulan dari tahun 2010 hingga 2024 untuk mencari tahu apa yang menyebabkan kerusakan tersebut. Jawabannya adalah manusia, dengan kekeringan yang memperparah kerusakan.

ADVERTISEMENT

Ambil Sampel Udara di Atas Amazon Selama 15 Tahun

Prinsip dasarnya: tumbuhan menyerap karbon dioksida saat tumbuh dan melakukan fotosintesis dan melepaskannya kembali saat membusuk atau terbakar. Hutan Amazon menyimpan sekitar 136 miliar ton karbon di pepohonan dan tanahnya.

Untuk mengukur keseimbangan karbon hutan, tim tersebut mengambil sampel udara di empat lokasi di seluruh cekungan.

Tim riset Gatti mengambil sampel udara di atas hutan hujan Amazon dari ketinggian sekitar 14.400 kaki (4.389,12 meter) di atas permukaan tanah Amazon ke sekitar 1.000 kaki (304,8 meter), selama 15 tahun, dari tahun 2010 hingga 2024.

Pesawat tim riset Gatti mengisi tabung-tabung di 12 ketinggian berbeda. Setiap tabung diuji untuk karbon dioksida (CO2) dan karbon monoksida (CO), gas yang dihasilkan oleh api.

Para peneliti membandingkan hasil keduanya dan dapat membedakan apakah CO2 ini berasal dari kebakaran atau dari yang diserap atau dilepaskan oleh hutan yang hidup. Udara bersih dari Atlantik, yang diukur oleh NOAA, berfungsi sebagai dasar perbandingan.

Analisis Dibagi 3 Periode

Dari 15 tahun pengambilan sampel, tim riset Gatti mengelompokkannya kepada 3 periode yakni:

1. Enam Tahun Penuh Hujan

Periode pertama adalah 2011 hingga 2014, 2017, dan 2018. Enam tahun ini termasuk basah dengan sedikit penebangan atau pembakaran

Hutan yang tumbuh menyerap sekitar 64% karbon dari karhutla, dan Amazon hampir seimbang.

2. Tahun Deforestasi Hutan Hampir 100%

Pada 2019 hingga 2022, cuacanya tidak beda jauh dengan tahun basah. Hanya saja, tingkat deforestasi per tahunnya mencapai 97% lebih tinggi diikuti dengan emisi dari hutan yang naik empat kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya.

Kesimpulan pada periode ini adalah tekanan iklim tidak begitu besar sehingga yang menjadi penyebab utama meroketnya emisi hutan adalah aktivitas manusia berupa penebangan dan perusakan hutan.

3. Lima Tahun yang Sangat Panas

Cuaca yang panas ini menyerang hutan pada 2010, 2015, 2016, 2023, dan 2024, tepatnya ketika El Nino membuat curah hujan berkurang dan suhu justru meningkat.

Curah hujan pada tahun-tahun ini berkurang hingga 13%, diikuti dengan karhutla hingga 92% lebih banyak.

Karhutla karena Petir Persentasenya Sangat Kecil

Pada data 2023 dan 2024, tim peneliti menganalisis kontribusi petir terhadap kebakaran hutan. Mereka mencocokkan sambaran petir dengan setiap kebakaran yang terdeteksi dalam kurun waktu tiga hari dan dengan jarak dua per tiga mil (1,0729 km).

Hasilnya, petir hanya menyumbang 1,6% dari kebakaran yang terjadi pada 2023 dan tepat 1% pada 2024. Di tahun yang sama, 2024, emisi CO2 mencapai 3,3 miliar ton atau tujuh kali lipat dibanding pada tahun basah.

Oleh MapBiomas, area yang terbakar dipetakan dan memperlihatkan bahwa luasnya 182% lebih besar dibandingkan tahun basah. Ditambah, sebanyak 38% deforestasi dilakukan dengan api. Di tahun ini, pembakaran hutan telah dijadikan alat untuk membuka lahan baru.

Hutan Hujan Tersisa Tak Optimal Serap Karbon

Setelah dikurangi dampak kebakaran, hutan hidup berada dalam kondisi hampir netral di ketiga periode riset tersebut. Artinya, hutan hujan tersisa tak lagi mampu menyerap cukup air untuk mengimbangi dampak kebakaran. Alasannya, imbuh Gatti, masih belum jelas.

"Kita melihat hutan menyerap semakin sedikit karbon. Tetapi pertanyaannya adalah, apakah ini terjadi karena vegetasi melakukan fotosintesis lebih sedikit atau mengalami dekomposisi lebih banyak?" kata Gatti.

Sejak tahun 2022, kelompoknya telah menganalisis gas yang disebut karbonil sulfida, yang berfungsi sebagai penanda fotosintesis. Gatti mengatakan bahwa pekerjaan itu seharusnya membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Jadi, kontributor yang paling besar dalam merusak paru-paru dunia ini adalah aktivitas manusia, diperparah dengan kekeringan yang turut merusak hutan hujan Amazon.

"Pesan utama dari penelitian ini sangat mengejutkan: masalah di Amazon adalah aktivitas manusia. Kita kehilangan hutan karena model pembangunan di wilayah ini didasarkan pada perusakan," kata Gatti.

"Kita membutuhkan kebijakan publik yang menghargai hutan yang masih berdiri," tegasnya.

Riset Gatti dan tim telah dipublikasikan dalam jurnal Nature berjudul "Amazon carbon emissions driven by human actions amplified by droughts" pada 21 Oktober 2026 lalu.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
Persepsi Media Kontemporari Kesannya Menggali Pengaruh Persepsi Media Memiliki Mengkaji Jangka(nwk/nwk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Canon EOS R50, Apakah Lensa Bawaannya Cukup untuk Pemula?
Hobi dan Mainan

Canon EOS R50, Apakah Lensa Bawaannya Cukup untuk Pemula?

Squishy Aman untuk Anak? Cek 5 Hal Ini di Label dan Bahan Sebelum Checkout
Hobi dan Mainan

Squishy Aman untuk Anak? Cek 5 Hal Ini di Label dan Bahan Sebelum Checkout

Foto Figure Art Toy Pakai HP Hasilnya Datar? Coba 5 Trik Cahaya dan Sudut Ini
Hobi dan Mainan

Foto Figure Art Toy Pakai HP Hasilnya Datar? Coba 5 Trik Cahaya dan Sudut Ini

Ingin Menjahit Sendiri di Rumah? Cek Kemampuan Mesin Jahit Mini Ini
Hobi dan Mainan

Ingin Menjahit Sendiri di Rumah? Cek Kemampuan Mesin Jahit Mini Ini

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Malaysian MotoGP Results: Marc Marquez Wins, Acosta Second

Malaysian MotoGP Results: Marc Marquez Wins, Acosta Second

2026 Malaysia Moto3 Results: Veda Ega Second, Quiles Wins!

2026 Malaysia Moto3 Results: Veda Ega Second, Quiles Wins!

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads