Kopi dan teh sama-sama mengandung kafein serta antioksidan. Namun, keduanya memiliki perbedaan dalam memberikan energi pagi hari. Mana lebih bagus?
Mengonsumsi minuman berkafein sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari banyak orang. Sebagian memilihnya untuk menemani aktivitas, sementara lainnya menikmati sebagai rutinitas pagi hari.
Dua minuman yang paling populer adalah kopi dan teh. Keduanya memiliki cita rasa khas serta menawarkan sejumlah manfaat sehat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Verywell Health (10/5/2026), kopi umumnya memberikan efek stimulan lebih kuat dibandingkan teh. Hal ini berkaitan dengan jumlah kafein yang terkandung dalam setiap cangkirnya.
Konsumsi kopi dapat menjadi sumber asupan kafein sebanyak 95 miligram. Foto: Getty Images/lielos |
Dalam satu cangkir kopi, terdapat sekitar 95 miligram kafein. Sementara itu, secangkir teh hitam mengandung sekitar 47 miligram kafein.
Artinya, kandungan kafein kopi hampir dua kali lipat dibandingkan teh hitam. Jumlah tersebut dapat berbeda tergantung jenis minuman dan cara penyajiannya.
Kafein bekerja dengan merangsang sistem saraf pusat. Efeknya dapat membantu seseorang merasa lebih terjaga dan meningkatkan kewaspadaan.
Perlu diingat, tidak semua orang cocok mengonsumsi kafein dalam jumlah tinggi. Orang yang sensitif terhadap kafein mungkin lebih nyaman memilih teh.
Teh menjadi pilihan yang lebih baik bagi konsumen yang sensitif terhadap kafein atau ingin menguranginya. Teh juga mengandung theanine yang dapat membantu menyeimbangkan efek kafein.
Sementara, minum teh memasok asupan kafein yang lebih rendah. Foto: Getty Images/iStockphoto/venuestock |
Sementara itu, kopi juga memiliki senyawa antioksidan. Beberapa di antaranya adalah asam klorogenat dan flavonoid.
Kandungan tersebut membuat kopi berpotensi memberikan efek antiinflamasi. Konsumsi kopi secara rutin dalam jumlah wajar juga dikaitkan dengan sejumlah manfaat kesehatan.
Menurut penelitian yang dikutip Verywell Health, minum kopi berpotensi menurunkan risiko beberapa penyakit. Di antaranya penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan penyakit hati.
Konsumsi kopi juga dikaitkan dengan risiko lebih rendah terhadap penyakit Parkinson. Bahkan, beberapa penelitian menemukan kaitan dengan penurunan risiko penyakit ginjal kronis.
Baik teh atau kopi, keduanya akan tetap menjadi minuman yang baik untuk tubuh selama konsumsinya dalam batas wajar. Sekitar 400 miligram kafein sehari umumnya masih aman bagi orang dewasa, sedangkan pada ibu hamil disarankan hanya 200 miligram kafein sehari.




























































Zalina Hashim Terkini Penerangan Baru Zalina Hashim Menunjukkan Mendatang Dimiliki
Refleksi Praktik Pembelajaran Diri Azra Content Shah Alam Jawapan Kenyataan