Kesehatan tulang kerap kali diabaikan oleh banyak orang karena proses penurunan massa tulang terjadi secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang mencolok.
Kondisi ini membuat pengeroposan tulang sering dijuluki sebagai penyakit senyap atau silent disease yang baru disadari pasien ketika sudah terlambat.
Banyak orang mengira bahwa tulang yang mulai melemah di usia tua adalah hal yang lumrah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, tanpa persiapan cadangan massa tulang yang cukup sejak masa muda, risiko terjadinya patah tulang akibat benturan ringan akan meningkat secara drastis dan mendatangkan beban finansial yang tidak sedikit bagi pasien serta keluarga.
Puncak Masa Tulang dan Ancaman Penyakit Senyap
Secara ilmiah, manusia memiliki batasan biologis dalam membangun kerangka tubuhnya.
Puncak kepadatan massa tulang (peak bone mass) pada manusia umumnya dicapai pada awal usia 30-an, sebelum akhirnya mengalami fase penurunan secara bertahap seiring bertambahnya usia.
Dokter Spesialis Bedah Ortopedi dan Traumatologi, dr Henry Suhendra, SpOT, Subsp.CO(K) dari Siloam Hospitals Mampang menjelaskan, karena sifatnya yang tersembunyi, pasien sering kali tidak merasakan tanda-tanda fisik apa pun hingga struktur tulang mengalami keropos parah dan berujung pada cedera serius.
"Yang orang udah tahu itu biasanya yang primer. Yang primer itu disebut silent disease, diem-diem dia nggak tahu. Jatuh, patah, baru tahu. Oh, ini osteoporosis," jelasnya ketika ditemui wartawan di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2026).
Urgensi Pemeriksaan Dini Khusus bagi Perempuan
Faktor risiko osteoporosis tidak dirasakan rata oleh setiap kelompok demografi. Kaum perempuan memiliki kerentanan yang jauh lebih tinggi akibat penurunan hormon estrogen secara drastis saat memasuki masa menopause.
Oleh karena itu, pemeriksaan kepadatan tulang melalui prosedur Bone Mineral Density (BMD) sangat dianjurkan untuk dilakukan lebih awal, terutama pada masa pra-menopause, guna memetakan potensi risiko pengeroposan sebelum memicu komplikasi fatal.
"Jadi, 5 tahun sebelum menopause itu harusnya periksa," katanya.
Mencegah Beban Finansial Lewat Deteksi Sederhana
Kesadaran untuk melakukan pencegahan dinilai jauh lebih bijak ketimbang harus menanggung biaya pengobatan yang sangat besar di kemudian hari.
Prosedur pemeriksaan medis untuk mendeteksi dini kesehatan tulang saat ini tidaklah sesulit yang dibayangkan, sehingga masyarakat diimbau untuk tidak menunggu hingga terjadi kecelakaan atau patah tulang baru mengambil langkah antisipasi.
"Karena semua kan selalu saya bilang, pencegahan itu lebih baik daripada pengobatan. Kalau udah osteoporosis, lu jatuh, patah. Siap-siap lu keluar duit banyak. Intinya itu sih," tuturnya.
Simak Video "Video: Demam Hyrox Melanda, tapi Jangan Remehkan Risiko Saraf Kejepit"
Ngeri K Lagu Mma Join This Link Lovesong(aur/up)

























































