Harga cabai rawit merah atau cabai setan di Pasar B Srikaton, Kabupaten, Musi Rawas, Sumatera Selatan, pekan terakhir Oktober 2026 masih berada di harga Rp 90 ribu per kilogram (kg). Tingginya harga cabai itu karena stok terbatas dan banyak permintaan dari masyarakat.
Sementara harga cabai lainnya seperti cabai merah besar mengalami penurunan dari Rp 80.000 menjadi Rp 75.000 per kg. Harga cabai rawit hijau juga mengalami penurunan dari Rp 68.000 menjadi Rp 65.000 per kg.
Sedangkan di Pasar Megang Sakti, Kecamatan Megang Sakti, harga cabai merah besar mengalami kenaikan dari Rp 75.000 menjadi Rp 80.000 per kg. Harga cabai rawit hijau juga mengalami kenaikan dari Rp 60.000 menjadi Rp 80.000 per kg. Untuk cabai rawit merah atau setan juga mengalami kenaikan dari harga Rp 70.000 menjadi Rp 90.000 per kg.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabid Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Musi Rawas, Fatimah mengatakan perubahan harga tersebut diketahui berdasarkan hasil pemantauan petugas di lapangan pada, Sabtu (31/10/2026).
"Dasi hasil pantauan, di Tugumulyo harga cabai ini turun, sedangkan di Megang Sakti justru naik," katanya, Sabtu.
Fatimah menjelaskan perubahan harga komoditas cabai merupakan hal yang biasa terjadi. Kondisi tersebut dipengaruhi ketersediaan stok dan permintaan masyarakat.
"Kalau stok banyak, permintaan pembelinya standar, tentu harganya juga relatif stabil. Tapi kalau stok terbatas, harga biasanya akan naik," jelasnya.
Menurut Fatimah, pasokan cabai di Musi Rawas sebagian besar berasal dari Curup, Bengkulu. Selain itu, terdapat pasokan dari petani lokal, meskipun jumlahnya tidak terlalu banyak.
"Cabai di Musi Rawas dari kebanyakan dari Curup. tapi ada juga yang dari petani lokal, tapi jumlahnya tidak terlalu banyak sehingga harga cabai ini juga dipengaruhi dengan keadaan cuaca di Curup," ungkapnya.
Sementara itu, salah satu petani cabai di Curup, Bengkulu, Cesar SWF Astowo, mengatakan harga cabai masih relatif tinggi meskipun hujan mulai mengguyur wilayah tersebut dalam sepekan terakhir.
"Sudah seminggu ini turun hujan, bahkan sudah tiga hari berturut-turut sudah turun hujan. Namun kalau harga cabai untuk sekarang masih agak mahal karena namanya sudah lama," katanya.
Dia memperkirakan harga cabai berpotensi mengalami penurunan ketika tanaman cabai yang baru ditanam mulai memasuki masa panen. Curah hujan yang mulai meningkat juga diharapkan dapat mendukung pertumbuhan tanaman.
"Kemungkinan besar saat tanaman baru yang sekarang ke depannya agak menurun harganya karena sudah mulai turun hujan," ujarnya.
Meski harga cabai di sejumlah wilayah mengalami kenaikan, permintaan masyarakat disebut masih relatif stabil.
"Cabai tetap menjadi salah satu kebutuhan sehari-hari sehingga masyarakat masih membelinya meskipun harga di pasaran meningkat," ujarnya.



























































