Polisi menggelar rekonstruksi pria asal Lampung, bernama Ahmad Miftahudin (22) yang tewas dikeroyok di Palembang, Sumatera Selatan. Rekonstruksi ini digelar untuk mengungkap awal mula kejadian tersebut.
Rekonstruksi digelar polisi di depan Resto 40 Avenue, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 13 adegan diperagakan untuk mengungkap rangkaian kejadian yang menewaskan Ahmad.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Musa Jedi Permana mengatakan rekonstruksi dilakukan untuk memperjelas peristiwa sebelum perkara dilimpahkan ke kejaksaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar, penyidik Pidum Polrestabes Palembang sudah menggelar rekonstruksi peristiwa pengeroyokan yang membuat korban Ahmad Miftahudin meninggal dunia. Peristiwa itu terjadi pada Kamis (8/10/2026)," kata Jedi, Minggu.
Dalam rekonstruksi tersebut, kedua tersangka memperagakan perannya masing-masing. Saksi juga hadir untuk memperagakan adegan sesuai keterangannya, sedangkan peran korban dan pelaku yang masih berstatus daftar pencarian orang (DPO) diperagakan anggota polisi.
Dari adegan rekonstruksi itu, peristiwa bermula saat Ahmad bersama dua rekannya Niko Cahyadi dan Noval Pamenangan hendak pulang dari rumah Oki Yanto menuju mess mereka. Di perjalanan, motor Niko mengalami mogok sehingga mereka memutuskan untuk mendorong motor tersebut.
Noval kemudian mengendarai motor yang mogok, sementara Niko membonceng Ahmad dan mendorong motor Noval dari belakang.
Saat melintas di lokasi kejadian, rombongan pelaku datang dari arah belakang dan menuduh mereka sebagai maling motor. Reyhan Devianfansyah alias Boa yang berboncengan dengan Kgs Reval Apriliansyah kemudian memepet motor yang dikendarai Noval hingga membuatnya terdesak ke bahu jalan.
Pada adegan berikutnya, Reyhan dan Reval melintangkan motornya di depan kendaraan Noval dan Niko. Akibatnya, kedua motor tersebut berhenti karena terhalang.
Reyhan dan Reval kemudian meminta uang kepada Noval. Cekcok pun terjadi hingga berujung pengeroyokan.
Niko yang melihat kejadian itu turun dari motor dan melarikan diri. Sementara itu, Dwipa alias Ucu menusuk Noval hingga terjatuh. Dwipa kemudian menarik baju dan memukul Ahmad Miftahuddin.
Dalam kondisi panik, Noval berhasil melarikan diri menuju rumah temannya, Oki Yanto. Oki yang mendengar teriakan warga kemudian keluar rumah dan mendatangi lokasi kejadian.
Di lokasi, Niko dan Oki melihat Ahmad Miftahuddin tergeletak di jalan. Mereka kemudian membawa korban ke rumah.
Jedi menambahkan, rekonstruksi yang memperagakan sekitar 13 adegan tersebut bertujuan membuat terang rangkaian peristiwa pengeroyokan.
"Ada kurang lebih 13 adegan. Tujuan rekonstruksi ini untuk membuat terang peristiwa yang terjadi dan guna pelimpahan ke pihak kejaksaan," ujarnya.



























































