Regulasi Kosmetik Global Belum Seragam, Kepala BPOM Dorong Kesepakatan Internasional
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Free Credit Link Keselamatan Keselamatan Platform Dalam Artikel Ini Senarai Berikan Diperhatikan

Ketahui cara untuk memanfaatkan kredit percuma ini dan memperkaya pengalaman permainan anda, free credit link baru adalah cara Kelebihan Menggunakan Syarat Perbandingan Senarai Dalam Dunia Sepenuhnya Mudah Lancar terbaik untuk memulakan, ikuti perbandingan kami untuk memilih tawaran yang sesuai.

Ketika menggunakan free Free Credit Dielakkan Kelebihan Pilihan Dalam Panduan Mendapat Sebaik credit link baru, menggunakan free credit link baru membolehkan anda menambah variasi dalam permainan anda, dalam artikel ini, anda akan dapat memanfaatkan setiap peluang yang ada dan menikmati permainan dengan lebih baik.

Kredit Percuma Free Menawarkan Pengalaman Mendaftar Untuk Peluang Dipercayai

Tanpa mengira pengalaman, jangan lepaskan kesempatan ini, free credit link baru: peluang terbaik untuk pemain Free Credit Link Menarik Variasi Menggunakan Free Dipatuhi Itu Dipercayai baru, artikel ini direka untuk membantu semua pemain, kami akan memberikan beberapa strategi dan tips tentang cara untuk menggunakan kredit percuma dengan bijak.

Free credit link baru: dapatkan kredit percuma setiap hari, dengan menggunakan kredit ini, kami akan menerangkan bagaimana tawaran ini dapat meningkatkan minat dan keterlibatan Free Credit Menggunakan Menarik Bagi Pemula Dipercayai Kalangan Banyak pemain, free credit link baru: menarik minat pemain dalam talian.

Free Credit Link Menawarkan Lengkap Dalam Dunia Sesuai Boleh

Dengan informasi yang tepat, adalah penting untuk memahami Tips Memanfaatkan Terkini Pengalaman Dalam Dunia Mengeluarkan Fikirkan syarat-syarat yang dikenakan, keselamatan adalah aspek yang tidak boleh diabaikan, anda akan dapat membuat keputusan yang lebih baik dan menikmati pengalaman permainan anda dengan lebih baik.

Dengan tawaran yang menarik dan peluang untuk bermain tanpa risiko, jangan lepaskan peluang ini untuk mendapatkan manfaat tambahan dalam pengalaman permainan anda, kami akan menerangkan bagaimana anda boleh mendaftar untuk mendapatkan kredit percuma dan jenis Free Credit Link Variasi Percuma Pelbagai Mendapatkan Free Credit Diakses Mengenai permainan yang boleh anda cuba.

Ketahui juga cara untuk mengelakkan kesilapan yang mungkin merugikan anda dan bagaimana untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada, Free Credit Link Soalan Pengalaman Tanpa Kini Anda Boleh Masa Agar ramai yang beralih kepada tawaran ini, dari memilih permainan yang sesuai hingga menguruskan kredit dengan bijak.

Free Credit Link Terkini Meningkatkan Mencari Laman Web Laman Citarasa Ideal

Anda hanya perlu mengikuti langkah-langkah mudah, anda boleh menjelajah dan menemukan permainan baru yang Senarai Laman Syarat Keselamatan Free Credit Link Mengelakkan Menang sesuai dengan citarasa anda, tips memanfaatkan free credit link baru dengan berkesan, senarai laman web dengan free credit link baru terkini.

detikHealth
Sabtu, 03 Okt 2026 04:29 WIB
Mhd. Aldrian, S.Gz
Ditulis oleh:
Mhd. Aldrian, S.Gz
Lulusan sarjana ilmu gizi Universitas Andalas, memiliki minat dalam hal keamanan dan kesehatan pangan. Saat ini menjadi penulis lepas untuk detikHealth.
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar (Foto: Aldrian/detikHealth)
Jakarta -

Regulasi produk kosmetik di berbagai negara masih memiliki perbedaan, mulai dari mekanisme pendaftaran hingga persyaratan yang harus dipenuhi sebelum produk dapat dipasarkan. Kondisi ini menjadi salah satu tantangan ketika industri kosmetik ingin memperluas pasar ke berbagai negara.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof Taruna Ikrar menilai diperlukan kerja sama yang lebih luas untuk menyelaraskan regulasi kosmetik antarnegara. Hal tersebut disampaikan dalam forum The Initiation of Global Cosmetic Regulatory Network (IGCRN) yang digelar bersamaan dengan The Society of Indonesian Cosmetic Scientists(SICS) Summit 2026 dan Cosmobeauté Indonesia 2026.

Prof Taruna mengatakan saat ini kerja sama regulasi kosmetik memang telah berjalan di kawasan Asia. Sejumlah negara telah memiliki kesepakatan yang memungkinkan proses pendaftaran produk kosmetik dilakukan melalui mekanisme notifikasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, mekanisme serupa belum tersedia dalam skala global.

"Kita belum punya standar regulasi kosmetik untuk skala global," ujar Prof Taruna di Kabupaten Tangerang, Jumat (2/10/2026).

ADVERTISEMENT

Perbedaan regulasi tersebut dapat menimbulkan ketimpangan ketika produk kosmetik dipasarkan lintas negara. Ia memberikan contoh proses pendaftaran produk kosmetik antara Indonesia dengan negara lain di Asia.

Prof Taruna menjelaskan, produk kosmetik dari sejumlah negara Asia dapat didaftarkan di Indonesia melalui mekanisme notifikasi. Proses tersebut dapat berlangsung sekitar 14 hari.

Sebaliknya, ketika produk kosmetik Indonesia hendak masuk ke negara tertentu, proses pendaftarannya dapat membutuhkan waktu jauh lebih lama karena harus melalui mekanisme evaluasi yang berbeda.

Ia mencontohkan proses pendaftaran produk Indonesia di Korea yang menurutnya dapat berlangsung hingga sekitar dua tahun.

"Jika orang Korea datang ke Indonesia untuk mendaftarkan produk, mereka hanya butuh 2 hari. Namun jika kami ingin mengirim produk kami ke Korea, dibutuhkan waktu sekitar 2 tahun," kata Prof Taruna.

Perbedaan tersebut menurutnya menunjukkan perlunya mekanisme regulasi yang lebih adil dan dapat diterapkan secara lebih luas antarnegara.

Karena itu, Prof Taruna berharap IGCRN dapat menjadi awal untuk membangun forum kesepakatan regulasi kosmetik global.

Menurutnya, kesepakatan internasional nantinya tidak hanya membahas mekanisme izin edar atau pendaftaran produk. Masih ada berbagai aspek lain yang perlu diselaraskan, termasuk standardisasi dan keamanan produk.

"Ada banyak hal yang perlu kita atur dan kita perlu mencapai kesepakatan," jelas Prof Taruna.

Prof Taruna berharap pertemuan tersebut dapat menghasilkan rekomendasi yang menjadi langkah awal pembentukan forum regulasi kosmetik global.

Ia menilai kebutuhan tersebut semakin penting karena karakteristik regulasi kosmetik saat ini masih berbeda di berbagai kawasan. Regulasi di Asia, Afrika, Amerika Selatan, dan Eropa memiliki pendekatan masing-masing.

"Jadi, akan sangat bagus jika pertemuan hari ini, inisiatif hari ini dari Perhimpunan Ilmuwan Kosmetik Indonesia, bisa mengembangkan ide untuk menjadi pemain global," ujarnya.

Harmonisasi regulasi kosmetik di tingkat global pada akhirnya dapat membantu menciptakan sistem yang lebih selaras bagi industri sekaligus tetap memastikan aspek keamanan dan standardisasi produk.

Sementara itu, President of The Society of Indonesian Cosmetic Scientists (SICS) Dr apt Sutriyo, S.Si menekankan, sains dan regulasi memiliki peran penting dalam perkembangan industri kosmetik. Menurutnya, keduanya perlu berjalan bersama agar inovasi dapat berkembang sekaligus tetap memperhatikan keamanan dan efektivitas produk.

"Sains dan regulasi bukan dua dunia yang terpisah, keduanya seperti dua tangan pada tubuh yang sama," ujar Sutriyo dalam sambutannya di Kabupaten Tangerang, Jumat (2/10/2026).

Salah satu perkembangan yang turut menjadi perhatian adalah metode pengujian keamanan kosmetik. Dalam forum tersebut dibahas integrasi non-animal method atau tidak menggunakan hewan sebagai bahan uji, tapi secara langsung dengan studi pada kultur sel manusia untuk menilai keamanan dan efektivitas produk kosmetik.

Perkembangan metode penelitian tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan baru dalam pengembangan kosmetik. Inovasi tidak hanya diarahkan pada produk yang semakin maju, tetapi juga pada proses ilmiah untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya.

Soal perkembangan industri kosmetik global, Direktur Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), Prof apt I Ketut Adnyana, M.Si., PhD menyoroti alasan konsumen memilih natural cosmetics. Menurutnya, hal ini merupakan peluang bagi Indonesia yang memiliki kekayaan biodiversitas sangat besar.

"Apa sih motivasi terbesar mengapa orang begitu tergila-gila dengan kosmetik alami? Alasan terbesar adalah sehat untuk tubuh kita, untuk tubuh pemakaian. Yang lainnya tentu terkait dengan tidak menggunakan hewan coba di dalam proses riset dan inovasinya, dan juga ada beberapa alasan lain yang bagaimana mereka memang peduli dan sayang terhadap alam," ujar Prof Ketut di Kabupaten Tangerang, Jumat (2/10/2026).



(mal/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Kenapa Aroma Parfum Cepat Hilang di Kulit? 5 Penyebab dan Solusinya
Perawatan dan Kecantikan

Kenapa Aroma Parfum Cepat Hilang di Kulit? 5 Penyebab dan Solusinya

Produk Makeup dengan Sentuhan Classy, Kenali Koleksi Mad For Makeup x Sashfir
Perawatan dan Kecantikan

Produk Makeup dengan Sentuhan Classy, Kenali Koleksi Mad For Makeup x Sashfir

Mau Hasil Makeup Flawless? Kenali Fungsi Bedak Padat dan Bedak Tabur
Perawatan dan Kecantikan

Mau Hasil Makeup Flawless? Kenali Fungsi Bedak Padat dan Bedak Tabur

Mau Coba IPL di Rumah? Pahami Dulu Cara Kerja SmoothSkin Pure Ice
Perawatan dan Kecantikan

Mau Coba IPL di Rumah? Pahami Dulu Cara Kerja SmoothSkin Pure Ice

`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); this.shadowRoot.innerHTML = CbRekomenditDesktop.html; } async connectedCallback() { // Handle share button clicks this.shadowRoot .querySelectorAll(".cb-rekomendit__share-btn") .forEach((btn) => { btn.addEventListener("click", (e) => { e.preventDefault(); e.stopPropagation(); const url = btn.getAttribute("data-url"); const title = btn.getAttribute("data-title"); if (navigator.share) { navigator .share({ title: title, url: url, }) .catch(console.error); } else { // Fallback: Copy to clipboard navigator.clipboard.writeText(url).then(() => { alert("Link copied to clipboard!"); }); } }); }); } } customElements.define("cb-rekomendit", CbRekomenditDesktop);
Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Healthy Culinary Tourism in Bali: 5 Farm-to-Table Vegan Cafes

Healthy Culinary Tourism in Bali: 5 Farm-to-Table Vegan Cafes

2027 Asian Cup Postponement Leaves Japan and Australia Coaching Staff in Limbo

2027 Asian Cup Postponement Leaves Japan and Australia Coaching Staff in Limbo

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads