Johor, Malaysia, membuka rute feri baru yang menghubungkan Johor Bahru dengan Batam, Indonesia. Jalur ini diharapkan bisa meningkatkan kunjungan wisatawan, termasuk masyarakat Indonesia yang ingin berobat di Johor.
Dikutip dari Harian Metro, Senin (2/11/2026), warga Indonesia menjadi penyumbang terbesar pasien asing yang berobat di Johor. Tercatat sebanyak 79 persen dari total 127 ribu pasien luar negeri yang menerima perawatan di wilayah tersebut sepanjang 2025 berasal dari Indonesia.
Selain itu, sekitar 1,5 juta warga Indonesia juga tercatat berkunjung ke Johor Bahru pada tahun yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Konsul Jenderal Indonesia di Johor Bahru, Sigit Suryantoro Widiyanto, mengatakan rute feri baru tersebut menghubungkan Terminal Feri Internasional Puteri Harbour dengan Terminal Feri Gold Coast di Bengkong, Batam.
Menurutnya, layanan ini akan mempermudah mobilitas masyarakat kedua negara, khususnya wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan barat Batam yang tengah berkembang sebagai destinasi pariwisata.
"Bagi penduduk Johor yang ingin ke Batam, ini memberikan pilihan jalur tambahan. Begitu juga bagi pengunjung dari Batam yang datang ke Johor, mereka akan lebih mudah menuju destinasi wisata seperti Johor Premium Outlets (JPO) dan Legoland," kata Sigit.
Sigit mengatakan, transportasi feri masih menjadi salah satu penggerak utama mobilitas wisatawan antara Indonesia dan Malaysia, terutama untuk rute Johor dan Kepulauan Riau.
Dari total 11 jalur feri penumpang yang menghubungkan Indonesia dan Malaysia, delapan di antaranya beroperasi melalui Johor Bahru. Sementara tiga jalur lainnya melayani sejumlah wilayah, yakni Kalimantan, Port Dickson di Negeri Sembilan, dan Melaka.
Dia mengungkapkan sekitar 25 persen wisatawan yang bepergian dari Johor Bahru ke Batam menggunakan transportasi feri. Hal ini menunjukkan tingginya permintaan perjalanan antara kedua wilayah.
Selain memperluas layanan feri, Sigit berharap penerbangan langsung antara Johor dan sejumlah kota di Indonesia juga dapat kembali diaktifkan.
Beberapa kota yang sebelumnya memiliki koneksi penerbangan langsung dengan Johor antara lain Bandung, Yogyakarta, dan Lombok. Namun, frekuensi penerbangan tersebut menurun setelah pandemi COVID-19, salah satunya akibat kenaikan harga bahan bakar dan tantangan operasional.
Sigit menyebut saat ini pembahasan mengenai kemungkinan menghidupkan kembali rute penerbangan langsung Bandung-Johor tengah berlangsung.
"Konektivitas yang lebih luas antara Johor Bahru dan Indonesia akan memberikan manfaat besar bagi sektor pariwisata kedua negara," ujarnya.

























































