Betrand Peto melalui kuasa hukumnya, Timothy Ezra Simanjuntak, melayangkan somasi tujuh kali 24 jam kepada seorang kameramen berinisial AW. AW disebut merupakan bagian dari tim mantan istri Ruben Onsu, Sarwendah.
Somasi tersebut berkaitan dengan persoalan transparansi dan pengelolaan dana PayPal yang berasal dari pendapatan subscription milik Betrand Peto. Pihak Betrand menyebut terdapat dana yang belum ada penjelasan maupun pertanggungjawaban hingga mencapai Rp 50 juta.
"Hari ini sudah diterbitkan somasi terhadap inisial AW. Terhadap tim dari SW. Yang mana kita minta penjelasannya terkait dana PayPal. Transparansi PayPal, dana subscribe daripada klien kami. Yang sampai detik ini belum ada transparansinya dan itu dipegang oleh tim SW (Sarwendah)," kata Ezra Simanjuntak di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (2/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ezra menjelaskan pihaknya telah berupaya meminta penjelasan kepada AW terkait pengelolaan dana tersebut. Namun, hingga somasi dilayangkan, pihaknya mengaku belum mendapatkan respons yang diharapkan.
Ia menyebut persoalan transparansi dana tersebut sudah berlangsung sejak Mei 2026 hingga November 2026.
"Dan ini belum dikembalikan, belum ada penjelasan dari bulan Mei 2026 sampai dengan November sekarang dan ini kameramennya SW ini bekerja dengan SW," ungkapnya.
Terkait nominal dana yang dipersoalkan, Ezra menyebut berdasarkan audit awal, jumlahnya diperkirakan mencapai Rp 50 juta.
"Nominalnya dari, kira-kira sampai dengan Rp 50 juta. Range-nya sampai Rp 50 juta," jelasnya.
Ezra mengatakan, sebelum melayangkan somasi, pihaknya sudah mencoba menghubungi AW melalui komunikasi pribadi. Namun, upaya tersebut disebut belum mendapatkan tanggapan yang baik sehingga pihaknya memutuskan menempuh langkah hukum melalui somasi.
"Kita sudah melakukan komunikasi secara baik-baik, tapi dari sananya si AW ini, kameramen daripada tim SW ini, tidak menyambut dengan baik. Makanya kita lanjutkan somasi sekarang," bebernya.
Ia menegaskan, somasi tersebut merupakan somasi pertama yang dilayangkan kepada AW pada hari ini. Ezra mengungkapkan persoalan tersebut berkaitan dengan pengelolaan akun email dan PayPal yang sebelumnya berada dalam penanganan tim Sarwendah.
Menurutnya, dalam pekerjaan seorang artis, pengelolaan sejumlah akun dan kebutuhan administrasi memang kerap melibatkan tim yang bekerja bersama artis tersebut.
"Kalau namanya juga artis ya, pasti ada yang ikut dengan siapa yang memegang. Itu daripada timnya SW, dia yang meng-handle dan itu ada satu email berbarengan terkait dengan PayPal-nya. Nah seharusnya itu dirapikan oleh tim SW sendiri," tuturnya.
Ia menyebut pihak Betrand sebagai pemilik pendapatan seharusnya mendapatkan laporan dan pertanggungjawaban secara transparan terkait dana yang dikelola.
"Kalau kita sebagai klien artis menerima pertanggungjawaban, mengecek. Bukan kita yang me-reminder. Seperti itu sih kira-kira. Dan ini baru dicek, ternyata ada yang belum pas transparansinya dari tim SW dan kameramennya," sambungnya.
Ketika ditanya apakah persoalan tersebut mengarah pada dugaan penggelapan, Ezra tidak ingin terburu-buru menyimpulkan. Ia menegaskan pihaknya masih meminta penjelasan dan pertanggungjawaban dari AW terkait pengelolaan dana tersebut.
"Iya, ke arah sana, cuman kita tidak bisa langsung statement karena kita minta penjelasannya. Pertanggungjawabannya. Pengelolaan uang, pengelolaan subscribe, pengelolaan ini bagaimana? Itu kan di bawahnya daripada timnya SW kan," jelasnya.
(fbr/pus)





















































