Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara soal rencana penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO) PAM Jaya. Pramono menyebut rencana IPO tersebut belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat karena kondisi pasar modal yang masih lesu.
Pramono mengatakan pihaknya masih menunggu momentum yang tepat untuk melepas saham perusahaan milik Pemprov DKI Jakarta tersebut ke publik. Meski demikian, dia memastikan rencana IPO Jakpro tetap dilanjutkan.
"Untuk IPO karena pasarnya lagi lesu dan juga lagi seperti ini, tentunya menunggu momen yang tepat," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Senin (2/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pramono mengaku telah meminta Direktur Utama dan jajaran direksi PAM Jaya agar tidak menghentikan rencana tersebut. Dia berharap kondisi pasar modal membaik pada tahun depan sehingga proses IPO bisa segera dilakukan.
"Tapi saya sudah minta kepada Dirut dan juga Direksi PAM Jaya bahwa rencana ini tetap diteruskan, jangan berhenti," ujarnya.
Dia berharap momentum pasar yang lebih kondusif pada 2027 dapat membuka peluang bagi PAM Jaya untuk melantai di bursa saham.
"Nanti momentumnya pasti mudah-mudahan harapannya tahun depan pasarnya sudah membaik, dan kalau pasarnya sudah membaik, saya akan mempersilakan untuk di-IPO-kan," imbuhnya.
Lihat juga Video: Pramono Dorong PAM Jaya Segera IPO, Kepemilikan Publik 30%





















































