Nathalia Gadelha Filguires, kopilot pesawat Learjet yang jatuh menukik di Florida, Amerika Serikat (AS) ternyata masih muda, 20 tahun. Nathalia mendapatkan lisensi pilotnya saat masih duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).
Suara Nathalia adalah suara yang terakhir terekam berkomunikasi dengan air traffic controller (ATC) alias pengatur lalu lintas udara yang tersebar dan viral itu, demikian dilansir Yahoo!News, Selasa (3/11/2026).
Suara Nathalia tetap berusaha menyelamatkan pesawat hingga detik-detik akhir pesawat Learjet menukik di kawasan Palm Beach County, meninggalkan bekas kawah kecil di jalanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami turun dengan kecepatan 10.000 (3 km) kaki per menit!" ujar suara perempuan di kokpit Learjet kepada ATC.
"Kami berada dalam kondisi kecepatan berlebih (overspeed) dan turun dengan kecepatan 20.000 kaki (6 km) per menit," katanya. "Kami akan menabrak daratan!"
Pesawat tersebut akhirnya jatuh, menewaskan kesembilan orang yang berada di dalamnya. Penyebab kejadian ini sedang dalam penyelidikan.
Sedangkan sang pilot Jeff Gregory (55), adalah suara yang terdengar berdoa di sedetik sebelum rekaman berakhir, demikian dilansir MensJournal.
Keberadaan Nathalia sebagai kopilot Learjet dan suaranya yang beredar dikonfirmasi sang ibunda, Camila Corteleti. Camila mengatakan bahwa putrinya "merupakan kopilot yang menerbangkan pesawat Learjet 60 dari Austin, Texas".
Ayah tiri Nathalia mengungkapkan kepada The New York Post bahwa Nathalia sempat mengirim pesan kepada kekasihnya, Justin, 10 menit sebelum kecelakaan, yang berbunyi: "Ada turbulensi, ada es."
Raih Lisensi Pilot Saat SMA
Dari informasi Camila, diketahui bahwa Nathalia sudah mengantongi 1.300 jam terbang dan memperoleh lisensi pilotnya pada usia 17 tahun, demikian dilansir dari The New York Times.
Pada tahun 2023, CBS 12 sempat mewawancarai Nathalia dan keberhasilannya meraih lisensi pilot saat SMA.
"Saya memang sering menyombongkannya, karena orang-orang akan bilang, 'wah, kamu tidak bisa menyetir,' lalu saya jawab, 'ya, tapi saya bisa menerbangkan pesawat,'" ujar Nathalia kepada CBS 12.
Saat wawancara 3 tahun lalu itu Nathalia adalah seorang siswi kelas 12 berusia 17 tahun di SMA West Boca Raton.
"Saya senang menjadi berbeda dari orang lain. Menurut saya, ini keren, bukan berarti kesempatan itu tidak ada, hanya saja saya belum mengambilnya, dan begitulah akhirnya. Tapi menurut saya ini keren. Beberapa orang merasa aneh karena saya bisa menerbangkan pesawat tetapi tidak bisa mengendarai mobil. Maksud saya, sebenarnya bisa saja, tapi banyak orang menganggapnya lucu. Menurut saya pun ini lucu, dan sekarang saya sangat ingin mendapatkan SIM," ungkap Nathalia.
Terinspirasi Sang Ayah
Sang ibu mengatakan bahwa putrinya pernah bekerja di sebuah perusahaan bernama Upper Jets. Ayah Nathalia adalah seorang pilot rekreasional dan ini menginspirasi kecintaan putrinya terhadap penerbangan.
"Dia menyukai kebebasan. Sungguh berbeda melihat dunia dari atas," kenang Camila
Sebelum penerbangan terakhirnya, Nathalia telah memiliki pengalaman sembilan bulan sebagai pilot komersial sejak memperoleh lisensi pilotnya di SMA. Dia tinggal beberapa bulan lagi untuk menginjak usia 21 tahun.
"Saya ingin dia mewujudkan mimpinya, tapi saya tahu mimpinya akan menjadi sesuatu yang akan menjauhkannya dari saya. Saya tahu bahwa sebuah pesawat akan membawanya pergi dari saya. Saya selalu mengetahuinya tetapi saya sangat bangga padanya. Saya tahu dia mewujudkan mimpinya," pungkas Camila.






























































