Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40), mengungkap pekerjaan suaminya sebelum terseret kasus pembunuhan istri siri, Dini Hardiyanti (30) dan anaknya yang masih berusia 4 tahun. Dwi Bagus diketahui bekerja sebagai engineer freelance hingga ke luar negeri.
Martha mengatakan, sebelum menjadi pekerja lepas atau freelance, Dwi Bagus sempat bekerja di salah satu perusahaan swasta di Jakarta. Dia kemudian memutuskan bekerja secara freelance sejak Agustus 2023.
Pekerjaan Dwi Bagus disebut semakin luas sejak bekerja freelance. Dia tidak hanya menerima proyek di Indonesia, tetapi juga bekerja sama dengan sejumlah agen internasional untuk menangani proyek di beberapa perairan luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi suami saya itu bekerja sebagai engineer. Dan mulai Agustus 2023, suami saya menjadi freelance. Jadi sebelumnya sempat ikut di salah satu perusahaan swasta di Jakarta sebagai engineer. Di perusahaan survei minyak," ujar Martha, Selasa (3/11/2026).
Martha menyebut, Inggris menjadi negara pertama tempat suaminya mendapatkan proyek setelah beralih menjadi pekerja lepas. Setelah itu, Dwi Bagus mendapat pekerjaan di sejumlah negara lain.
"Pecah telur saat menjadi freelance itu dia pertama kerja di Inggris. Kemudian lanjut di beberapa negara. Jadi memang ritme kerja suami saya tergantung projek," lanjutnya.
Menurut Martha, pola kerja suaminya bergantung pada proyek yang didapat. Setiap pekerjaan biasanya memiliki kesepakatan atau kontrak dengan durasi tertentu.
"Jadi misalnya dengan agen A di Inggris selama 8 minggu. Itu seperti ada MoU atau kontraknya di awal. Kemudian dia izin kepada saya akan bekerja sama berapa lama, dan kemudian off," bebernya.
"Dan setelah off ini tidak pasti. Kadang 1 minggu atau 2 minggu di rumah. Kadang sebulan ketika belum mendapatkan kontrak lagi, itu sangat mungkin terjadi. Tapi ya kadang seminggu, sudah dipanggil kerja lagi," tambah Martha.
Martha mengaku selama ini memberikan kepercayaan penuh kepada suaminya, termasuk ketika Dwi Bagus bekerja jauh dari rumah.
"Terlepas dari itu semua, saya merasa saya itu tipe orang yang sudah apa yang kamu kerjakan di luar, aku mempercayakan itu. Aku pasrahkan penjagaan itu kepada Yang Maha Penjaga. Artinya misalkan itu mengkhianati saya, ternyata membohongi saya, itu urusanmu," terang Martha.
"Jadi saya bukan tipe mengecek HP suami. Sedikit minta pap dan lain sebagainya. Saya bukan seperti itu karena saya percaya penuh kepada beliau. Dan selama itu dia izin, pamit bekerja kemudian saat pulang mengabari," pungkasnya.
Kasus pembunuhan tersebut bermula dari hilangnya Dini dan anaknya sejak 20 September 2026. Keduanya kemudian dilaporkan hilang oleh keluarga ke Polres Madiun Kota pada 5 Oktober 2026.
Dalam penyelidikan, polisi menetapkan Dwi Bagus sebagai tersangka. Dia merupakan suami siri Dini. Sementara itu, Martha adalah istri sah Dwi Bagus yang menikah dengannya secara resmi pada 2023.
Polisi menduga, pembunuhan terhadap Dini dan anaknya dilakukan pada 20 September 2026 di dua lokasi berbeda di wilayah Madiun. Dwi Bagus kemudian ditangkap di Jombang pada 25 Oktober 2026.
Kasus tersebut terungkap setelah polisi menelusuri laporan orang hilang dan menemukan sejumlah kejanggalan. Dalam perkembangan penyidikan, polisi juga mengungkap dugaan cara tersangka menghilangkan jejak kedua korban.
Setelah penangkapan, polisi menggelar rekonstruksi di sejumlah lokasi pada 27 Oktober 2026 untuk memperjelas rangkaian peristiwa pembunuhan tersebut.























































