Sejumlah tantangan dalam menuntaskan persoalan kemiskinan diungkapkan oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan. Pemerintah kota kini memberikan perhatian khusus pada maraknya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang dinilai turut memperparah masalah sosial di tengah masyarakat.
Orang nomor satu di Kota Bandung ini menemukan kasus sebuah keluarga yang masuk kategori desil 1, tetapi terindikasi terlibat judi online dan pinjaman online. Kondisi tersebut berdampak pada bantuan sosial yang diterima keluarga tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menemukan kasusnya, ada satu keluarga masuk desil 1 tapi semua bantuan sosialnya dipotong, karena terindikasi terlibat dalam judi online dan pinjaman online," kata Farhan, Selasa (3/11).
Tingginya kasus judi online di Kota Bandung turut dikuatkan oleh data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Berdasarkan sebaran episentrum transaksi periode semester I 2025, Kota Kembang menduduki peringkat keempat nasional dengan 80.549 pemain serta nilai transaksi deposit yang menyentuh angka Rp 341,7 miliar.
Fenomena judi online ternyata tidak hanya merambah tingkat perkotaan, melainkan juga merata hingga ke level kecamatan. Berdasarkan data, Kecamatan Bojongloa Kaler bahkan masuk dalam jajaran 10 besar kecamatan dengan pemain judi online terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 5.090 orang dengan nilai transaksi deposit menyentuh Rp 22,3 miliar.
"Nah ini penyakit sosial yang tentu saja masih dalam sebuah sistematika penyelesaian kemiskinan terstruktur di Kota Bandung," terangnya.
Sebagai langkah penanggulangan, Pemerintah Kota Bandung saat ini tengah menggiatkan program Kampung Bebas Rentenir. Wali Kota Muhammad Farhan menyebutkan bahwa pihaknya akan terus menggencarkan edukasi literasi digital bagi masyarakat untuk menekan berbagai masalah sosial tersebut.
"Pemerintah Kota Bandung tetap mengedepankan program Kampung Bebas Rentenir yang sudah mendapatkan penghargaan dari OJK sejak tahun lalu dan memastikan bahwa literasi finansial dan literasi digital warga Kota Bandung tetap terbaik," pungkas Farhan.
(wip/iqk)






















































