MotoGP dan Formula 1 disebut menjadi target serangan Iran. Hotel tempat tim MotoGP dan F1 menginap pun masuk daftar potensial serangan Iran.
MotoGP dijadwalkan tetap menggelar balapan di Qatar akhir pekan ini meski situasi di Timur Tengah memanas. Padahal gelaran MotoGP itu dibayang-bayangi serangan dari Iran. Terbaru, dalam laporan media Iran Fars, hotel yang digunakan tim Formula 1 dan MotoGP menginap jadi target potensial serangan Iran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lokasi-lokasi tersebut tercantum dalam sebuah dokumen yang berisi kemungkinan balasan dari Iran jika AS-Israel melancarkan serangan lanjutan. Dalam daftar laporan berjudul 'Zero Hour', memuat sejumlah lokasi di seluruh kawasan tersebut. Publikasi daftar tersebut dilakukan beberapa hari jelang MotoGP Qatar yang dijadwalkan digelar 6-8 November 2026. Sementara Formula 1 menggelar balapan di Qatar dan Abu Dhabi pada akhir bulan ini.
Menurut GPblog, badan intelijen Iran menyebarluaskan dokumen yang mengidentifikasi lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi sasaran dalam aksi balasan. Dalam laporan itu, terdapat daftar hotel di Qatar dan Uni Emirat Arab yang digunakan oleh pebalap MotoGP dan Formula 1.
Meski fasilitas akomodasi masuk ke dalam daftar target potensial, tak berarti fasilitas tersebut menghadapi ancaman langsung. Di sisi lain, keaslian dokumen juga masih jadi diragukan dan dibutuhkan verifikasi lebih lanjut.
Sebelum dokumen beredar, Yamaha sudah mengumumkan untuk mundur dari gelaran MotoGP Qatar. Seluruh pebalap tim pabrikan dan satelit Yamaha di kelas MotoGP sudah dipastikan absen. MotoGP Group menanggapi keputusan Yamaha mundur dari GP Qatar. MotoGP menyayangkan keputusan Yamaha tersebut.
"MotoGP merasa kecewa dengan keputusan Yamaha untuk tidak berpartisipasi dalam Grand Prix Qatar. Meskipun kami memahami bahwa tim terikat oleh kebijakan perusahaan yang lebih luas terkait pembatasan perjalanan ke Timur Tengah, kami berpendapat bahwa keputusan ini tidak mencerminkan jaminan komprehensif yang telah diberikan kepada seluruh pemangku kepentingan kejuaraan," demikian pernyataan MotoGP Group.
"Setelah berkonsultasi dengan Negara Qatar, Sirkuit Internasional Lusail, penasihat keamanan independen, serta melalui proses penilaian risiko yang terus dilakukan oleh MotoGP sendiri, kami tidak menerima informasi apa pun yang mengharuskan perubahan terhadap rencana acara yang telah ditetapkan," katanya.






















































