Presiden Prabowo Subianto mencopot Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) karena menjadi tersangka penyadapan Presiden. Prabowo menunjuk Letjen TNI Ariyo Windutomo sebagai pelaksana tugas (Plt) KSP.
"Selanjutnya Bapak Presiden menunjuk pelaksana tugas untuk mengisi kekosongan tersebut. Untuk sementara beliau menunjuk Letnan Jenderal TNI Ariyo Windutomo untuk menjalankan tugas sebagai pelaksana tugas Kesekretariatan Kepresidenan," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Istana, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026) dilansir dari detikNews.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profil Pendidikan Ariyo Windutomo
Dilansir dari CNN Indonesia, Ariyo adalah lulusan Akademi Militer (Akmil) angkatan 1996. Ariyo satu angkatan dengan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Deddy Suryadi.
Kemudian dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Ariyo tercatat mengambil Magister di Universitas Pertahanan (Unhan) dengan program studi Manajemen Pertahanan. Ariyo tercatat masuk ke Unhan pada 1 April 2010 dan dinyatakan lulus dengan gelar MSi (Han).
Sebelum diangkat sebagai Plt KSP, Ariyo merupakan Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres) sejak 2024, dengan pangkat jenderal bintang tiga alias letjen.
Sebelum masuk Istana, Ariyo berdinas di Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dan menduduki jabatan mulai dari Analis Madya Biro Kepegawaian Kepala Bagian (Kabag) Kepegawaian Kemhan, hingga dipromosikan menjadi Brigadir Jenderal (bintang satu) saat menjabat sebagai Kepala Biro Umum (Karoum) Setjen Kemhan pada tahun 2022.
Pengalaman lapangannya pernah menjabat sebagai Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0508/Depok pada tahun 2011/2012 serta bertugas di Staf Teritorial Kodam XVII/Cenderawasih.
(nwk/faz)






























































