Binus bersama 21 mitra lintas sektor menandatangani Piagam Kerja Sama pada agenda Multi-Helix Hub, Selasa (3/11/2026). Agenda ini merupakan bagian rangkaian QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 di Bali International Convention Centre, Bali, 3-5 November 2026.
Kerja sama tersebut dikembangkan melalui ekosistem National Ecosystem for Synergistic Transformation (NEST), yang melibatkan unsur dunia pendidikan, industri, pemerintah dan regulator, media, komunitas, serta yayasan. Ekosistem ini menghubungkan pengetahuan, keahlian, jejaring, dan sumber daya lintas sektor untuk mengembangkan talenta dan menyediakan solusi bagi kebutuhan masyarakat.
Empat fokus NEST yakni pengembangan talenta yang siap menghadapi masa depan, inovasi kolaboratif, pemanfaatan sumber daya bersama, dan penciptaan dampak sosial yang berkelanjutan. Peluang programnya meliputi pelatihan dan pendampingan, riset bersama, proyek inovasi, serta perluasan akses terhadap pengalaman dan kesempatan kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para pihak dalam NEST diharapkan dapat menyusun program bersama yang memperkuat kesiapan generasi penerus, mendorong inovasi, serta memperluas manfaat pendidikan bagi masyarakat.
Institusi pendidikan pada ekosistem NEST berperan untuk berkontribusi melalui pembelajaran, riset, dan pengembangan kompetensi. Sementara itu, industri memberikan perspektif mengenai kebutuhan keterampilan serta peluang penerapan inovasi.
Adapun pemerintah dan regulator pada NEST berperan dalam mendukung keterhubungan dengan arah pembangunan. Sedangkan media, komunitas, dan yayasan berperan untuk untuk memperluas penyebaran pengetahuan serta menghubungkan program dengan kebutuhan masyarakat.
Dari segi sumber daya, keahlian tenaga profesional serta fasilitas, teknologi, data, dan jejaring setiap mitra menjadi modal perluasan jangkauan serta peningkatan kualitas program.
CEO Bina Nusantara, Bernard Gunawan, mengatakan keterlibatan berbagai pihak pada NEST bertujuan agar pendidikan dapat tetap relevan dan memberikan kontribusi lebih luas terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di tengah perubahan kebutuhan dunia kerja dan teknologi.
"Keberhasilan ekosistem ini akan terasa jika kerja sama kita membuka kesempatan, meningkatkan kemampuan, dan membantu masyarakat tumbuh lebih mandiri," ucapnya.
Bernard mengatakan, pertemuan mitra NEST pada agenda Multi-Helix Hub merupakan kelanjutan dari dialog yang berlangsung di Jakarta pada Agustus dan Bogor pada Oktober 2026. Agenda sebelumnya membahas kebutuhan, pemetaan potensi, dan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan.
Perwakilan sektor industri di NEST, Haryanto Pratantara dari Kurnia Ciptamoda Gemilang mengatakan kerja sama ini antara lain diharapkan dapat mengurangi gap antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri, salah satunya lewat pendirian training center dan penyediaan pelatihan.
Ia mencontohkan, Binus dapat memberikan insight terkait pendirian pusat pelatihan yang bermutu, sementara pihaknya dapat memberikan insight mengenai langkah penyiapan solusi yang relevan dari waktu ke waktu.
"Mengingat saat ini semuanya bergerak sangat cepat dan berubah di semua sektor, khususnya teknologi," ucapnya.
Rangkaian QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026 diselenggarakan oleh Binus University sebagai host dan Universitas Padjadjaran (Unpad) serta The Education University of Hong Kong (EduHK) sebagai co-host.































































