Ada momen unik ketika Veda Ega Pratama meraih podium di Moto3 Malaysia yang digelar di Sirkuit Sepang, Minggu (1/11/2026) kemarin. Di parc ferme, Veda membawa makanan tradisional khas daerahnya, Gunungkidul, Yogayakarta, yaitu walang goreng.
Usai finis, ada momen kocak antara Veda dengan sang juara, Maximo Quiles, di parc ferme. Quiles menolak ditawari makanan oleh Veda. Ternyata makanan itu adalah belalang goreng alias walang goreng, makanan khas Gunungkidul, Yogyakarta.
Di momen itu, Veda dan Quiles sama-sama memberikan ucapan selamat dan berpelukan. Veda terlihat membawa makanan di parc ferme. Veda juga menawari makanan tersebut ke Quiles. Namun, Quiles seperti terkaget melihat makanan yang dibawa Veda. Quiles menolak tawaran makanan dari Veda. Dengan asyiknya, Veda tetap mengkonsumsi makanan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ternyata ada cerita di balik Veda membawa makanan walang goreng ke parc ferme tersebut. Menurut Veda, dia memang sering menceritakan makanan unik tersebut kepada timnya di garasi.
"Sebenarnya dari awal tahun saya cerita lah ke tim kalau di daerah saya itu ada makanan unik dari Gunungkidul. Dan ya kalau Aoyama (Hiroshi Aoyama, team principal of Honda Team Asia) saya ceritain, dia memang dulu udah pernah coba. Di Jepang juga ada. Tim-tim lain juga pengin coba. Nah baru kesampaian di Malaysia kemarin dibawain, mereka pada coba tuh di hari Sabtu," kata Veda saat sesi wawancara secara online dengan media menjelang GP Qatar, Kamis (5/11/2026).
"Terus di hari Minggunya, saya juga nggak nyuruh mereka, cuma saya memang nyimpen makanannya di tempat saya dan pas dapat podium mereka bawa," lanjut Veda.
Di parc ferme, Veda juga sempat menawari Maximo Quiles. Namun, Quiles menolaknya. "Kemarin ya dia bilang, 'Oh nggak-nggak, ah gila kamu,' gitu-gitu sih," kata Veda.
Walang goreng adalah makanan tradisional khas Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, tempat kelahiran Veda. Hidangan ini terbuat dari belalang kayu yang dibersihkan, dibumbui, lalu digoreng kering hingga renyah. Makanan itu sering dijajakan sebagai camilan di warung pinggir jalan dan oleh-oleh wisatawan di Gunungkidul.
Banyak yang menyebut walang goreng memiliki protein tinggi. Namun, bukan karena berprotein tinggi sehingga Veda sering makan walang goreng, tapi karena memang dia suka makanan unik tersebut.
"Kalau walang goreng protein, saya kurang tahu itu. Cuman, saya suka aja makan walang goreng, jadi bukan karena walang goreng proteinnya tinggi saya jadi suka makan, bukan. (Tapi) karena itu makanan kesukaan saya aja," sebut Veda.






















































