Suami berinisial RS (35) tega menyandera dan mengancam akan menikam istrinya, AN (27), menggunakan badik di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan (Sulsel). Empat polisi yang berusaha menyelamatkan korban bahkan kena sabetan badik.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Palangiseng, Desa Pallangga, Kecamatan Pallangga, Gowa, Rabu (4/11) malam hingga Kamis (5/11) dini hari. Pelaku telah diamankan polisi usai istrinya berhasil meloloskan diri dalam kondisi selamat.
"Dugaan sementara dipicu perselingkuhan istrinya," ujar Kasat Reskrim Polresta Gowa AKP Muhalis Haeruddin, dilansir detikSulsel, Kamis (5/11/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi awalnya menerima informasi dugaan penyanderaan itu pada Rabu (4/11) sekitar pukul 22.15 Wita. Saat tiba di lokasi, polisi mendapati RS telah mengancam akan menikam AN menggunakan badik.
"Personel melakukan upaya persuasif saat AN masih dalam penguasaan RS saat diancam akan ditikam menggunakan senjata tajam jenis badik," katanya.
Polisi pun mengajak kepala desa hingga kerabat pelaku bernegosiasi. Kendati begitu, upaya mediasi buntu hingga korban memutuskan melawan pada Kamis (5/11) sekitar pukul 03.00 Wita.
"Korban melawan karena sudah tidak tahan menerima sayatan badik sehingga melawan dan lepas," kata Muhalis.
Korban yang berhasil melepaskan diri lalu berlari ke arah kerumunan petugas. Pelaku yang mengejar korban akhirnya bisa ditangkap.
"Pelaku langsung mengejar dan saat itu petugas di lapangan melakukan penangkapan terhadap tersangka," jelas Muhalis.
Saat proses penangkapan itu, pelaku sempat mengamuk hingga melukai 4 polisi.
"Kalau yang terluka kemarin itu yang kelihatan ya kemarin, kurang lebih empat orang polisi (terluka) ," ujar Muhalis.
Muhalis menjelaskan empat polisi tersebut mengalami luka akibat sabetan badik saat berupaya mengamankan pelaku. Pelaku juga sempat mengambil balok dan memukulkannya ke arah polisi.
"Kena sabetan badik. Waktu diamankan dia, dia mengamuk. Waktu mengamuk sempat juga dia ambil balok dan mengenai anggota," ungkapnya.
Dia mengungkapkan proses penyelamatan korban berlangsung dramatis karena pelaku tidak kunjung melepaskan istrinya meski polisi telah melakukan negosiasi. Korban akhirnya berhasil terlepas setelah melawan.
"Wah, dramatis sekali. Bayangkan dari sekitar jam 8 malam sampai jam 3 subuh dia sandera korban," ujarnya.
"Iya, lama sekali. Bahkan bukan diserahkan (korban), tapi betul-betul karena dia terlepas ini perempuan. Sudah capek jadi melawan," lanjut Muhalis.
Baca selengkapnya di sini dan di sini
(idh/dhn)





















































