Toyota kembali menjadi merek otomotif paling bernilai di dunia. Dalam laporan Best Global Brands 2026 yang dirilis Interbrand, Toyota menempati posisi pertama di kategori otomotif dan peringkat kesembilan secara keseluruhan.
Dikutip dari laporan Interbrand, Jumat (6/11), Toyota menjadi satu-satunya merek otomotif yang masuk 10 besar dunia. Toyota berada di bawah Apple, Microsoft, Google, Amazon, Samsung, Nvidia, Instagram, dan Coca-Cola.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dominasi Toyota bukanlah hal baru. Terakhir kali mereka gagal menjadi brand otomotif paling bernilai di dunia terjadi pada 2003. Saat itu, Mercedes-Benz menempati posisi pertama.
Mercedes-Benz S63 2013 Foto: Mercedes-Benz |
Dalam daftar tahun ini, Mercedes-Benz berada di posisi kedua kategori otomotif atau peringkat ke-20 secara keseluruhan. BMW menyusul di posisi ketiga dengan peringkat ke-22 dunia.
Hyundai menempati posisi keempat (peringkat ke-29 dunia), diikuti Honda di posisi kelima (peringkat ke-45). Tesla berada di urutan keenam (peringkat ke-50), sedangkan Ferrari menempati posisi ketujuh (peringkat ke-51).
Ferrari menjadi salah satu merek otomotif dengan kenaikan nilai terbesar tahun ini. Nilai mereknya naik 14,7% menjadi US$ 17,7 miliar.
Kenaikan nilai juga dicatatkan Hyundai sebesar 1,6%, Kia 2,7%, dan BYD 4,5%. Menariknya, hanya empat merek otomotif yang mengalami peningkatan nilai merek dalam laporan tahun ini. Selebihnya justru mengalami penurunan.
Tiga posisi berikutnya dalam daftar 10 besar ditempati merek Volkswagen Group. Audi berada di posisi kedelapan (peringkat ke-65 dunia), Porsche di posisi kesembilan (peringkat ke-66), dan Volkswagen di posisi kesepuluh (peringkat ke-71).
Secara keseluruhan, ada 13 merek otomotif yang masuk daftar 100 merek paling bernilai di dunia versi Interbrand. Setelah 10 besar, Kia berada di posisi ke-11 (peringkat ke-87), BYD di posisi ke-12 (peringkat ke-89), dan Nissan di posisi ke-13 (peringkat ke-100).
Dibandingkan tahun lalu, Hyundai mencatatkan kenaikan posisi paling besar. Pada 2025, Hyundai berada di urutan keenam kategori otomotif atau peringkat ke-32 dunia. Tahun ini, Hyundai naik dua posisi di kategori otomotif dan tiga posisi secara keseluruhan.
Ferrari juga mencatatkan peningkatan signifikan. Tahun lalu, Ferrari berada di posisi ke-10 kategori otomotif atau peringkat ke-62 dunia. Kini, pabrikan asal Italia itu naik ke posisi ketujuh.
Sementara itu, BYD naik satu posisi di kategori otomotif, dari urutan ke-13 menjadi ke-12. Di peringkat keseluruhan, merek asal China itu naik dari posisi ke-97 pada 2025 menjadi ke-89 tahun ini.
Interbrand menilai kekuatan brand melalui sejumlah faktor. Di antaranya kinerja keuangan, pengaruh merek terhadap keputusan pembelian konsumen, daya saing, hingga pengelolaan pengalaman pelanggan.
Metodologi penilaian tersebut juga telah mengantongi sertifikasi ISO 10668, standar internasional untuk pengukuran nilai sebuah merek.
(sfn/dry)























































