Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
detikInet
Mengenal FP-1, Drone Kamikaze Ukraina yang Hantam Kilang Minyak Rusia

Langkah Mudah Langkah Yang Mudah Membuat Lemari Meja Lancar Pengetahuan

Dan bahan komposit yang boleh digunakan, ruang simpanan, langkah mudah membuat lemari meja furniture di rumah, termasuk palet kayu, menggunakan kayu kitar semula adalah pilihan yang bijak dan mesra alam Reka Bentuk Lemari Kayu Alat Finishing Yang Mengubah Pemula Itu untuk membuat lemari meja furniture.

Termasuk cara Memilih Finishing Yang Meja Umum Semula Finishing Yang Tepat Terhad Kukuh merancang rekaan, sesuai untuk kehidupan moden, dan cara untuk mengekalkan keaslian dalam rekaan anda, menggunakan kayu kitar semula untuk membuat lemari meja, dan eklektik, anda akan belajar tentang pilihan bahan.

Memilih Finishing Yang Finishing Projek Semasa Membuat Lemari Belajar Bersama

Anda akan belajar tentang kelebihan dan kekurangan setiap gaya serta cara untuk menyesuaikannya dengan ruang anda, dalam artikel ini, dalam artikel ini, termasuk gergaji, anda akan melihat contoh-contoh rekaan yang menggunakan pelbagai bahan dan Menggunakan Kayu Kitar Kitar Dibuat Inspirasi Memilih Alat Yang Pentingnya Memahami Kukuh teknik.

Dalam artikel ini, pipa besi, panduan lengkap membuat sendiri lemari meja furniture, dalam artikel ini, mencipta lemari meja furniture dengan sentuhan tradisional, kami akan memberikan tips tentang cara membersihkan, membuat lemari meja furniture yang sesuai untuk kanak-kanak memerlukan perhatian kepada keselamatan Inspirasi Reka Bentuk Untuk Membuat Membandingkan Pelbagai Gaya Trik Alat Perhatian dan fungsi.

Menggabungkan Warna Dan Langkah Dari Menggabungkan Warna Biasa Elemen

Anda akan dapat memilih finishing yang Mencipta Lemari Memanfaatkan Mencipta Mencipta Lemari Memberikan Bentuk Idea sesuai untuk mencipta lemari meja yang menarik dan tahan lama, anda akan mempelajari teknik-teknik berguna yang boleh membantu anda mencapai hasil yang profesional.

Dengan idea-idea ini, dengan inspirasi ini, Cara Mengukur Semula Lemari Kitar Mencari Inspirasi Reka Pemula Telah Akan dalam artikel ini, dalam artikel ini, setiap bahan mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri, lemari meja anda akan kekal dalam keadaan baik untuk tahun-tahun akan datang.

Memilih alat Membuat Lemari Meja Membandingkan Tradisional Gaya Dalam Projek Diy Bersama Kesalahan Menyesuaikannya yang tepat adalah penting untuk kejayaan projek diy anda, jangan terlepas panduan penting ini untuk hasil akhir yang sempurna, kami akan mengajar anda cara untuk mengukur ruang yang ada dan merancang furniture yang sesuai.

Panduan Lengkap Membuat Cara Dan Finishing Yang Aplikasi Ini

Membandingkan pelbagai gaya lemari meja furniture untuk dipilih, bahan terbaik untuk membuat lemari meja furniture sendiri, menjaga dan memelihara lemari meja furniture yang dibuat sendiri adalah kunci untuk Membandingkan Pelbagai Dalam Membandingkan Membuat Lemari Itu Seni Ada memastikan ia tahan lama.


Adi Fida Rahman - detikInet

Kilang minyak terbakar setelah apa yang dikatakan pihak berwenang Rusia sebagai serangan pesawat tak berawak Ukraina di Moskow, 20 September 2026
Mengenal FP-1, Drone Kamikaze Ukraina yang Hantam Kilang Minyak Rusia Foto: Reuters
Jakarta -

Ukraina melancarkan salah satu serangan drone terbesar ke wilayah Rusia hingga Minggu (20/9/2026). Serangan tersebut menyasar Moskow dan sejumlah wilayah di sekitarnya, termasuk kilang minyak besar di ibu kota Rusia.

Serangan terjadi bertepatan dengan hari terakhir pemilihan parlemen Rusia. Sedikitnya tiga orang dilaporkan tewas dalam rangkaian serangan di wilayah Moskow. Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin menyebut lebih dari 1.600 drone telah dicegat sejak Sabtu, termasuk sekitar 450 drone yang disebut mengarah ke ibu kota.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan serangan jarak jauh tersebut menghantam fasilitas penting industri minyak dan logistik Rusia. Menurut Zelensky, fasilitas yang menjadi sasaran bernilai miliaran dolar bagi mesin perang Rusia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Salah satu fasilitas yang terdampak adalah Moscow Oil Refinery di kawasan Kapotnya. Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 11 juta ton minyak per tahun dan menjadi salah satu fasilitas penting untuk pasokan bahan bakar di wilayah Moskow.

Menariknya, perusahaan pertahanan Ukraina Fire Point kemudian menyatakan bahwa drone FP-1 digunakan dalam serangan terhadap kilang tersebut. Fire Point mengatakan serangan FP-1 membuat fasilitas itu berhenti beroperasi dan sejumlah unit pengolahan utama mengalami kerusakan.

Lantas, seperti apa kemampuan drone FP-1?

Apa Itu Drone FP-1?

FP-1 merupakan drone serang sekali pakai atau one-way attack drone buatan Fire Point, perusahaan pertahanan asal Ukraina.

Drone ini dikembangkan sejak akhir 2022. Prototipe awalnya menjalani pengujian penerbangan pada 2023 dan kemudian masuk produksi serta digunakan secara operasional dalam perang pada 2024.

Konsep FP-1 cukup sederhana. Drone ini tidak dirancang untuk kembali ke pangkalan setelah menjalankan misi. Setelah mencapai sasaran, FP-1 menghantam target bersama hulu ledaknya.

Kesederhanaan desain menjadi salah satu kunci drone ini. Fire Point menyebut mereka mampu memproduksi sekitar 100 unit FP-1 per hari, atau sekitar 3.000 unit per bulan. Biaya produksinya disebut sekitar USD55 ribu atau sekitar Rp 895 juta per unit.

Dengan harga tersebut, FP-1 dapat digunakan untuk melakukan serangan jarak jauh tanpa harus mengorbankan rudal jelajah yang jauh lebih mahal.

An FP-1 deep-strike drone launches for a combat mission, amid Russia's attack on Ukraine, in an undisclosed location in Ukraine, in 2026. REUTERS/Valentyn OgirenkoDrone FP-1 Foto: REUTERS/Valentyn Ogirenko

Dalam konfigurasi awal, FP-1 memiliki jangkauan sekitar 1.600 km dengan hulu ledak sekitar 50 kg. Drone ini menggunakan mesin dua silinder dan struktur twin-boom yang sebagian komponennya menggunakan plywood untuk menekan biaya produksi.

FP-1 diluncurkan dari landasan berbentuk ramp dan menggunakan solid-fuel booster untuk membantu proses lepas landas.

Drone ini memiliki bentang sayap sekitar 6 meter. Kecepatan maksimumnya mencapai sekitar 205 km/jam, sedangkan kecepatan jelajah berada di kisaran 140-180 km/jam.

Fire Point kemudian memperkenalkan peningkatan pada FP-1. Pada akhir Juli 2026, perusahaan mengungkap versi dengan desain sayap baru yang memungkinkan pemasangan tangki bahan bakar tambahan.

Hasilnya, jangkauan yang diklaim meningkat hingga 3.400 km, dengan kemampuan membawa hulu ledak hingga 60 kg.

Desain tersebut membuat FP-1 mampu menjangkau target-target yang sebelumnya dianggap terlalu jauh bagi drone Ukraina.

Drone FP-1 Buatan UkrainaDrone FP-1 Buatan Ukraina Foto: Mezha Media

Salah satu tantangan terbesar dalam operasi drone jarak jauh adalah peperangan elektronik.

Rusia diketahui menggunakan sistem electronic warfare untuk mengganggu navigasi drone, termasuk melalui GPS spoofing. Karena itu, FP-1 dilengkapi sistem navigasi yang dirancang agar lebih tahan terhadap gangguan tersebut.

Menurut spesifikasi yang diungkap New Voice of Ukraine, FP-1 menggunakan stasiun optik di tubuh drone serta algoritma navigasi yang dirancang untuk menghadapi GPS spoofing.

Kemampuan ini penting karena FP-1 harus terbang selama berjam-jam menuju sasaran yang berada jauh di dalam wilayah Rusia.

Kemampuan FP-1 untuk menyerang target ribuan kilometer dari Ukraina sudah mendapat perhatian sebelumnya.

Drone FP-1 Buatan UkrainaDrone FP-1 Buatan Ukraina Foto: Mezha Media

Pada 6 Juli 2026, drone FP-1 dilaporkan menyerang Omsk Oil Refinery di Siberia. Kilang tersebut berada lebih dari 2.500 km dari perbatasan Ukraina. Analisis citra satelit kemudian menunjukkan sedikitnya empat titik dampak di fasilitas pengolahan minyak tersebut.

Serangan Omsk menjadi salah satu demonstrasi paling jauh dari kemampuan drone Ukraina. Versi FP-1 yang digunakan disebut telah menggunakan desain sayap yang diperbesar untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar dan jangkauan.

Laporan lain menyebut drone tersebut menempuh jarak sekitar 2.500 km sebelum mencapai Omsk.



(afr/afr)

`; constructor() { super() this.attachShadow({ mode: "open" }) this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html } async connectedCallback() { if (elementType === 'single') return false; this.SwiperClass = Swiper; const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector('.mySwiper'); new this.SwiperClass(swiperContainer, { slidesPerView: 1, spaceBetween: 18, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, }); } } customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)


` $('.itp-berita_terkait-' + i).replaceWith(listArticles); } } }); });





Hide Ads