Susu kental manis (SKM) cukup sering dijumpai sebagai pelengkap berbagai makanan dan minuman. Mulai dari topping roti, martabak, es buah, hingga campuran minuman, SKM digunakan untuk menambah rasa manis dan tekstur yang creamy.
Saat memilih produk SKM, konsumen juga bisa memperhatikan kandungan gizinya pada kemasan. Selain vitamin dan mineral, SKM juga memiliki kandungan zat gizi lain, salah satunya protein yang berasal dari susu segar sebagai bahan bakunya. Kandungan protein ini turut menyumbang asupan protein dari makanan yang dikonsumsi.
Tabel Informasi Nilai Gizi pada kemasan dapat membantu konsumen mengenali berbagai kandungan tersebut. Di dalamnya terdapat informasi jumlah zat gizi dan persentase AKG dalam setiap sajian. Khusus vitamin dan mineral, angka persentase ini juga bisa digunakan untuk melihat kategori sumber atau tinggi/kaya berdasarkan ketentuan BPOM.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memahami Nilai Gizi pada Kemasan
Ketika melihat tabel Informasi Nilai Gizi, coba perhatikan kolom persentase AKG. Angka ini menunjukkan kontribusi zat gizi dalam satu sajian produk dibandingkan dengan acuan kebutuhan gizi harian yang digunakan pada label.
Misalnya, salah satu produk SKM mencantumkan takaran saji 30 gram. Dalam tabelnya, vitamin B1 memiliki persentase AKG sebesar 15%. Ada pula vitamin A sebesar 10%, vitamin B2 10%, vitamin B6 10%, vitamin B12 10%, dan vitamin D3 8%.
Dengan melihat angka tersebut, konsumen bisa mengetahui vitamin dan mineral apa saja yang terkandung dalam produk sekaligus memperkirakan kontribusinya dalam satu kali konsumsi.
Mengenal Kategori Sumber dan Tinggi/Kaya Zat Gizi Vitamin dan Mineral
Lalu, bagaimana menentukan apakah kandungan vitamin dan mineral tersebut termasuk sumber atau tinggi/kaya?
Ketentuan ini sudah diatur dalam Peraturan Badan POM Nomor 1 Tahun 2022 tentang Pengawasan Klaim pada Label dan Iklan Pangan Olahan. Dalam aturan tersebut, pada pangan cair, kategori sumber memiliki batas minimal kandungan 7,5% ALG. Sementara itu, kategori tinggi atau kaya mensyaratkan kandungan minimal 15% ALG.
Artinya, jika persentase vitamin atau mineral pada label mencapai 7,5% hingga kurang dari 15%, kandungannya masuk kategori sumber. Jika mencapai 15% atau lebih, masuk kategori tinggi atau kaya. Sebaliknya, angka di bawah 7,5% belum memenuhi batas kategori sumber.
Jika melihat contoh tabel Informasi Nilai Gizi salah satu produk SKM, vitamin B1 dan mineral mangan sama-sama tercantum sebesar 15% per sajian. Keduanya masuk kategori tinggi atau kaya.
Sementara itu, vitamin A, vitamin B2, vitamin B6, vitamin B12, vitamin D3, fosfor, dan yodium memiliki persentase antara 8% hingga 10% AKG. Kandungan tersebut termasuk kategori sumber.
Ada pula vitamin E, vitamin B3, kalsium, vitamin C, selenium, dan kalium yang persentasenya masih di bawah 7,5% AKG. Kandungan tersebut belum memenuhi batas untuk masuk kategori sumber.
Dengan memahami informasi pada kemasan, konsumen bisa mendapatkan gambaran lebih lengkap tentang kandungan gizi SKM. Mulai dari protein hingga vitamin dan mineral, tabel Informasi Nilai Gizi dapat menjadi salah satu pertimbangan saat memilih produk sesuai kebutuhan.

























































