Rotasi ban memang kerap disarankan, agar lebih nyaman saat berkendara. Tapi detikers tahu tidak bagaimana cara me-rotasi dan spooring ban yang tepat?
Nah berdasarkan situs resmi Mitsubishi, rotasi ban pada kendaraan tidak bisa dilakukan secara asal. Karena, Tujuan dari roasti ban spooring ban ialah agar keausan ban merata, sehingga umur ban jadi lebih panjang dan kendaraan lebih stabil saat dikemudikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lalu bagaimana cara yang benar saat merotasi ban?
Front Wheel Drive (FWD):Mobil berpenggerak roda depan, kedua ban depan bertukar sisi (menyilang kiri ke kanan) namun pindah ke belakang. Ban belakang bertukar maju di sisi yang sama.
Bridgestone meluncurkan ban Potenza Adrenalin RE005 untuk mobil-mobil performa tinggi dan mobil listrik. Foto: Rangga Rahadiansyah |
Rear Wheels Drive (RWD):Mobil berpenggerak roda belakang, kedua ban belakang diletakkan ke sisi depan dengan menyilang. Ban depan pindah ke belakang dengan sisi yang sama.
All Wheel Drive (AWD/4WD):Mobil berpenggerak empat roda, kedua set ban bertukar sisi dan posisi. Ban depan bergerak mundur dan bertukar sisi, dan ban belakang bergerak maju dan beralih sisi.
Spooring dan Balancing
Kedua istilah ini tak hanya penting untuk membuat keausan ban merata, tetapi juga agak handling dan kenyamanan mobil tetap maksimal.
Spooring dilakukan untuk memastikan roda sejajar dan sudutnya sesuai spesifikasi pabrikan. Tanda mobil wajib di-spooring adalah sebagai berikut: Setir terasa tidak lurus saat mobil melaju lurus, mobil terasa menarik ke kanan atau kiri,ban aus tidak merata.Waktu ideal melakukan spooring adalah setiap 10 ribu kilometer atau setelah melalui jalan rusak, menabrak lubang, atau trotoar.
Balancing tujuannya agar roda berputar seimbang dan tidak bergetar saat kecepatan tinggi.Tanda perlu balancing:setir bergetar saat kecepatan tinggi, ban terasa tidak stabil atau bergoyang. Waktu ideal melakukan balancing setiap rotasi ban, atau jika terasa getaran pada roda.






















































