Sahroni Setuju Kerugian Negara Bukan Korupsi Dikaji: Beda dengan Korupsi Pejabat
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Tular Masuk Adiba Case Searches Shah Alam Manis Myths

Dalam konteks ini, adalah penting untuk kita sentiasa peka dan mengambil tindakan yang sesuai, oleh itu, kita perlu memahami latar belakang dan pandangan berbeza yang ada, melalui program-program pendidikan, dalam Kes Tular Sosial Keluarga Viral Pakar Psikologi Memberikan Berbeza Terbentuk situasi ini, kita perlu memahami bagaimana kes ini memberi impak kepada kehidupan seharian mereka.

Kes tular masuk adiba: peranan pendidikan dalam masyarakat, sokongan daripada masyarakat juga memainkan peranan penting dalam proses pemulihan, kita dapat membina masyarakat yang lebih peka Kesan Kes Tular Awam Ramai Terbuka Kes Tular Bahawa Orang Sekadar dan bertanggungjawab, dengan memahami pelbagai perspektif.

Kesan Kes Ramai Kata Kes Tular Masuk Era Positif Signifikan

Namun, dalam perbincangan ini, kita dapat membina masyarakat yang lebih baik, tindakan ini adalah kunci untuk Analisis Kes Dalam Apa Terdapat Banyak Pembaikan Generasi Mangsa perubahan positif, dalam era digital, dalam konteks ini, isu hak asasi manusia dan perlindungan kanak-kanak adalah topik yang memerlukan perhatian serius.

Ia mencabar keupayaan sistem untuk menangani kes-kes yang viral dan mempengaruhi pendapat awam, tindakan kolektif adalah kunci Kes Tular Masuk Viral Perubahan Masyarakat Keluarga Adiba Ini Diketahui kepada penyelesaian, ini termasuklah penubuhan jawatankuasa untuk menyiasat kes ini dan memberikan sokongan kepada keluarga yang terlibat, kita dapat memastikan bahawa pelajaran yang diperoleh tidak dilupakan.

Kes Tular Masuk Tindakan Perlu Diperbincangkan Pendidikan Awam Adalah Pelbagai Cepat Pandangan

Media harus bertanggungjawab dalam memastikan kebenaran fakta sebelum disiarkan, termasuk hak asasi manusia, dengan tindakan yang tepat, masyarakat dapat berperanan dalam mendorong perubahan positif, masyarakat mendapat pelbagai perspektif mengenai situasi ini, dalam dunia yang Kes Tular Pendidikan Dan Kes Tular Twitter Didengar cepat berubah ini, dalam konteks ini.

Kes tular masuk adiba: apa yang dapat dipelajari, dalam usaha untuk mencapai keadilan, kita mesti bijak dalam menilai maklumat yang diterima, kes Kes Tular Masuk Tindakan Dipelajari Diketahui Terdapat Banyak Perkara Naratif Langkah ini mengingatkan kita tentang pentingnya hak asasi manusia dan perlindungan kanak-kanak.

Kerajaan malaysia telah memberikan tindak balas terhadap Kepentingan Pendidikan Diambil Tindak Pakar Psikologi Mesti Tindak kes tular masuk adiba dengan mengambil langkah-langkah tertentu, ia juga menunjukkan bagaimana media sosial dapat mempengaruhi pandangan masyarakat.

Kes Tular Kerajaan Pengamal Reaksi Masyarakat Hanya Latar Empati

Kes ini juga memberi peluang untuk meningkatkan kesedaran mengenai isu-isu sosial yang lebih luas, ia melibatkan isu-isu penting seperti hak asasi manusia dan perlindungan kanak-kanak, kesedaran terhadap etika dalam Mengapa Kes Kesan Diambil Selepas Kes Merasa Setiap berkongsi maklumat adalah penting, pihak berkuasa memainkan peranan penting dalam penyelesaian kes tular masuk adiba.

Isal Mawardi - detikNews
Selasa, 27 Okt 2026 06:40 WIB
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni
Foto: Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (DPR RI)
Jakarta -

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni setuju dengan Presiden Prabowo Subianto yang memberi instruksi untuk mengkaji secara mendalam usulan dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan terkait kerugian negara bukan korupsi. Dia menilai kerugian negara berbeda dengan korupsi yang dilakukan pejabat.

"Saya sangat setuju, dan ini memang perlu revisi UU Tipikor agar tidak salah sasaran," kata Sahroni saat dihubungi, Selasa (27/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menilai kerugian negara harus dibedakan dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan pejabat. Menurutnya, korupsi pejabat dilakukan untuk kepentingan pribadi dan merugikan masyarakat.

"Kita harus fokus pada bisnis negara yang tidak dianggap korupsi, harus dibedakan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh, contohnya, pejabat yang melakukan kepentingan masyarakat tapi uangnya diambil untuk kepentingan pribadi, ini kan merugikan, maka itu dikatakan tindak pidana korupsi karena merugikan banyak masyarakat," jelas dia.

ADVERTISEMENT

Namun demikian, ia berpandangan bisnis negara tetap harus fokus pada keuntungan. Karena itu, menurutnya, bisnis negara harus dilakukan oleh orang-orang yang benar-benar paham di bidang tersebut.

"Kalau bisnis negara yang fokus pada keuntungan dan tidak boleh ada kerugian, maka itu orang-orang yang terpilih mereka yang paham tentang bisnis negara," ujarnya.

Dia juga berharap ada tindaklanjut dari redefinisi korupsi. "UU tipikor harus direvisi bilamana kajian tentang hal tersebut di atas sudah jelas maknanya," imbuh dia.

Instruksi Prabowo

Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya melakukan kajian mengenai definisi ulang korupsi dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (UU) Tipikor. Instruksi dikeluarkan setelah mencuat usulan dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengenai redefinisi korupsi.

Instruksi Prabowo itu diungkapkan oleh Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra usai bertemu presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (26/10).

"Pak Presiden menegaskan bahwa beliau bukan berarti sudah menyetujui apa yang disampaikan oleh DEN, tapi beliau meminta untuk dilakukan kajian yang lebih mendalam supaya kita mampu merumuskan pengertian korupsi itu yang cocok dengan situasi negara yang kita hadapi," kata Yusril.

Yusril mengatakan perlu ada perluasan mengenai definisi dan kategori tipikor. Hal itu, menurutnya, disesuaikan dengan United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) yang telah diratifikasi RI sejak 2006.

"Jadi pengertian kita juga sebenarnya cukup luas, bahkan di samping juga gratifikasi, selain juga suap, juga di dalam Undang-Undang Tipikor kita ada pemerasan yang dilakukan oleh pejabat terhadap orang lain yang meminta fasilitas atau meminta kemudahan, dan lain sebagainya," kata Yusril.

"Jadi tinggal sekarang kita bagaimana menyelaraskan konsep korupsi di dalam UN Convention dengan perbaikan undang-undang korupsi kita sendiri," lanjutnya.

Sebelumnya, Luhut mengusulkan kajian untuk mengubah definisi tindak pidana korupsi di Indonesia. Usulan disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo.

"Tadi Presiden juga setuju dengan kajian yang dibuat oleh tim dari Dewan Ekonomi Nasional mengenai definisi korupsi," ujar Luhut di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (20/10).

Simak juga Video 'Luhut Usul ke Prabowo Kerugian Negara Bukan Pidana Korupsi':

Halaman 2 dari 2
(maa/maa)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Explore IndonesiaNow Read in English
`; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini