Renungan Harian Katolik menjadi salah satu sarana bagi umat untuk mendalami firman Tuhan dan menjadikannya pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Melalui bacaan Kitab Suci dan doa, umat diajak untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperkuat iman.
Pada Senin, 26 Oktober 2026, umat Katolik kembali diajak meluangkan waktu untuk membaca dan merenungkan firman Tuhan. Renungan ini dapat menjadi bekal untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan hati yang tenang dan penuh pengharapan.
Lantas, bagaimana bacaan liturgi dan pesan renungan Katolik hari ini? Yuk, simak Renungan Harian Katolik Senin, 26 Oktober 2026, lengkap dengan bacaan Kitab Suci dan teks Mazmur sebagai panduan refleksi iman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bacaan Liturgi Katolik Senin 26 Oktober 2026
Sebelum membaca renungan harian hari ini baca terlebih dahulu sabda-sabda Tuhan lewat bacaan hari ini, antara lain:
Bacaan I: Efesus 4:32-5:8
Hiduplah dalam cinta kasih seperti Kristus.
Saudara-saudara, hendaklah kalian bersikap ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih sayang dan saling mengampuni, sebagaimana Allah telah mengampuni kalian dalam Kristus.
Sebab itu jadilah penurut Allah sebagai anak-anak kesayangan dan hiduplah dalam kasih sebagaimana Kristus Yesus juga telah mengasihi kalian, dan telah menyerahkan diri-Nya untuk kita sebagai kurban dan persembahan yang harum mewangi bagi Allah.
Tetapi percabulan dan rupa-rupa kecemaran atau keserakahan, disebut saja pun jangan di antara kalian sebagaimana sepatutnya bagi orang-orang kudus; demikian juga perkataan yang kotor, yang kosong atau sembrono, karena hal-hal itu tidak pantas.
Sebaliknya ucapkanlah syukur! Ingatlah baik-baik: Orang sundal, orang cabul, atau orang serakah, artinya penyembah berhala, semua itu tidak mendapat bagian dalam kerajaan Kristus dan Allah.
Janganlah kalian disesatkan orang dengan kata-kata yang hampa, karena hal-hal yang demikian mendatangkan murka Allah atas orang-orang durhaka. Sebab itu janganlah kalian berkawan dengan mereka.
Memang dahulu kalian adalah kegelapan, tetapi sekarang kalian adalah terang di dalam Tuhan. Karena itu hiduplah sebagai anak-anak terang.
Mazmur Tanggapan: Mzm 1:1-2.3.4.6
Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk di kumpulan pencemooh, tetapi yang kesukaannya ialah Taurat Tuhan, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin. Sebab Tuhan mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.
Bacaan Injil: Luk 13:10-17
Pada suatu kali Yesus sedang mengajar dalam salah satu rumah ibadat pada hari Sabat.
Di situ ada seorang perempuan yang telah delapan belas tahun dirasuk roh sehingga ia sakit sampai bungkuk punggungnya dan tidak dapat berdiri lagi dengan tegak.
Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya: "Hai ibu, penyakitmu telah sembuh."
Lalu Ia meletakkan tangan-Nya atas perempuan itu, dan seketika itu juga berdirilah perempuan itu, dan memuliakan Allah.
Tetapi kepala rumah ibadat gusar karena Yesus menyembuhkan orang pada hari Sabat, lalu ia berkata kepada orang banyak: "Ada enam hari untuk bekerja. Karena itu datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat."
Tetapi Tuhan menjawab dia, kata-Nya: "Hai orang-orang munafik, bukankah setiap orang di antaramu melepaskan lembunya atau keledainya pada hari Sabat dari kandangnya dan membawanya ke tempat minuman?
Bukankah perempuan ini, yang sudah delapan belas tahun diikat oleh Iblis, harus dilepaskan dari ikatannya itu, karena ia adalah keturunan Abraham?"
Dan waktu Ia berkata demikian, semua lawan-Nya merasa malu dan semua orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia, yang telah dilakukan-Nya.
Renungan Katolik Hari Ini 26 Oktober 2026: Kerinduan yang Dijawab Yesus
Ketika Yesus melihat perempuan itu, Ia memanggil dia dan berkata kepadanya, "Hai ibu, engkau telah bebas dari penyakitmu." (Luk. 13:12)
Santo Lukas menuliskan tentang seorang wanita yang hadir dalam rumah ibadat di mana Yesus mengajar. Wanita ini tidak dituliskan namanya. Ada tiga kelemahan pada dirinya: pertama, dia seorang wanita yang pada zaman itu tidak diperhitungkan. Kedua, dia sakit sudah delapan belas tahun. Ketiga, punggungnya bungkuk, yang tentunya tidak menarik lagi penampilannya.
Tentunya wanita ini sudah mendengar kabar tentang Yesus yang begitu mengagumkan dalam hal mengajar dan mengobati orang sakit. Mungkin dia juga sudah hadir sehari sebelumnya, agar mendapat tempat di dalam rumah ibadat yang akan dihadiri Yesus. Mungkin dia hanya duduk di pinggiran, karena dia tidak dapat berdiri tegak. Pikirannya hanya satu, ingin melihat Yesus dan mendengar pengajaran-Nya serta memperoleh kesembuhan.
Yesus yang adalah anak Allah, langsung melihat perempuan itu, karena mata batin-Nya begitu tajam, berkuasa, dan penuh belas kasih. Yesus langsung memanggil perempuan itu dan berkata, "Hai Ibu, engkau telah bebas dari penyakitmu." Yesus mampu membaca isi hati perempuan itu yang begitu merindukan untuk berjumpa langsung dengan Tuhan.
Lalu Yesus meletakkan tangan-Nya ke atas perempuan itu dan menyembuhkannya seketika. Perempuan itu begitu bersukacita dan memuliakan Allah, karena dia tahu bahwa Yesus datang dari Allah.
Kejadian serupa juga terjadi pada mantan ART (Asisten Rumah Tangga) saya yang waktu itu tinggal di Slawi, Tegal. Dia mempunyai kerinduan untuk menjadi Katolik, dan dia mencari gereja Katolik di sana. Tuhan mengetahui kerinduan hatinya, dan dengan Providencia Dei (Penyelenggaraan Ilahi), pada suatu hari, dia dibaptis. Betapa hatinya sangat bersukacita ketika dia boleh menerima baptisan secara Katolik dan mendapat kesembuhan jiwanya dari sesuatu yang selama ini begitu meresahkan hatinya. Kira-kira setahun setelah dibaptis, dia dipanggil Tuhan menghadap hadirat-Nya dengan jiwa yang tenang dan damai.
Seperti perempuan yang telah delapan belas tahun sakit karena dirasuki roh tersebut yang bersukacita dan memuliakan Allah dengan kesembuhannya, mantan ART saya juga bersukacita di hari berpulangnya, karena dia telah memperoleh keselamatan dari Tuhan Yesus yang dikagumi dan dirindukannya.
Sumber: Buku Renungan Tiga Titik
Oleh: Johanna Kemal
Doa
Tuhan Yesus Yang Maha Baik, terima kasih atas cinta-Mu yang selalu hadir menyertai kami semua. Biarlah kami juga dapat menjadi saksi-saksi-Mu untuk semakin peka menolong dan memperhatikan orang-orang yang sakit, lemah, dan tidak diperhitungkan. Amin.
Itulah renungan harian Katolik Senin, 26 Oktober lengkap bacaan, teks Mazmur Tanggapan, hingga doanya. Semoga bermanfaat!































































