Beberapa orang memiliki sensitivitas terhadap kopi. Meminumnya bisa menyebabkan masalah pada usus. Namun, jika masih tertarik minum kopi, coba racikan ramah usus ini!
Kopi memang enak dan menawarkan banyak manfaat kesehatan. Sayangnya, bagi sebagian orang kopi bisa menyebabkan masalah pada usus. Oleh karena itu, mereka perlu mencari kopi yang bisa memberikan efek serupa tanpa mengganggu kesehatan usus.
Kopi terbaik untuk kesehatan usus disebut-sebut adalah kopi yang bisa memberi energi tanpa menyebabkan kembung, asam lambung, atau sakit perut yang biasanya terjadi saat minum kopi biasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabar baiknya tidak semua kopi memengaruhi usus dengan cara yang sama. Beberapa jenis kopi lebih lembut bagi pencernaan dan beberapa bahkan bisa mendukung kesehatan usus.
Lantas, kopi apa saja yang ramah untuk usus? Dilansir dari heroesmushroomcoffee.com (22/2), berikut daftarnya!
1. Hubungan kopi dan mikrobioma usus
Minum kopi memang akan memengaruhi juga kesehatan usus. Foto: Getty Images/iStockphoto/grandriver |
Mikrobioma usus adalah komunitas bakteri yang hidup di sistem pencernaan. bakteri ini akan memengaruhi cara seseorang mencerna makanan, menyerap nutrisi, dan bagaimana perasaan seseorang secara emosional.
Kopi sebenarnya tidak selalu buruk bagi mikrobioma usus. Bahkan, kopi mengandung polifenol dan senyawa lainnya yang dapat mendukung bakteri usus jika dikonsumsi dalam jumlah sedang.
Namun, kualitas kopi yang diminum sangat penting. Senyawa dalam kopi bervariasi tergantung bagaimana kopi itu ditanam, diproses, dan diseduh. Kopi berkualitas tinggi dengan senyawa bermanfaat akan berbeda efeknya dengan kopi berkualitas rendah dan sarat dengan zar iritan.
Formulasi kopi juga penting. Kopi yang dicampur dengan bahan-bahan yang mendukung pencernaan dan mampu mengurangi peradangan dapat bermanfaat bagi usus.
Pada akhirnya, kopi bisa bermanfaat bagi usus, tetapi tidak semua kopi demikian. Apa yang diminum dan terkandung di dalamnya bisa sangat berpengaruh.
2. Kopi rendah asam
Jika ingin aman untuk usus, pilih kopi yang rendah tingkat keasamannya. Foto: iStock |
Kopi rendah asam biasanya menggunakan biji kopi yang dipanggang atau diproses dengan tingkat dark roast atau disangrai gelap atau medium dark roast. Artinya, biji kopi ini dipanggang dalam waktu lebih lama dan suhu tinggi.
Hal tersebut dapat memecah sebagian besar senyawa asam alami yang terkandung dalam biji kopi. Biji kopi juga akan berubah warna menjadi sangat gelap dan sering terlihat sedikit berminyak di permukanannya. Karakteristik rasanya pun lebih pekat dan pahit dibandingkan asam.
Kopi yang rendah asam ini membantu sebagian orang terhindar dari masalah mulas dan refluks asam. JIka keasaman memang menjadi masalah utama, minum kopi rendah asam memberikan perbedaan yang nyata.
Namun, kopi rendah asam tidak mengatasi efek kafein pada produksi asam lambung dan tidak memberikan manfaat tambahan untuk mendukung pencernaan. MInuman ini hanya memberikan solusi efektif bagi sebagian orang.
3. Kopi decaf
Kopi decaf merupakan kopi yang telah melalui proses khusus untuk menghilangkan sekitar 97% hingga 99% kandungan kafeinnya sebelum biji kopi disangrai (roasting). Meskipun kadar kafeinnya minim, sekitar 2-5 mg per cangkir, cita rasa, aroma, dan nutrisi penting lainnya tetap terjaga.
Kandungan kafein yang minim bisa membantu jika kafein memang menyebabkan permasalahan perit. Beberapa orang merasa kopi decaf juga lebih mudah ditoleransi. Biasanya kopi ini kaya akan polifenol dan asam klorogenat yang bertindak seperti prebiotik di dalam usus.
Namun, kandungan kafein yang minim mungkin tidak akan memberi dorongan energi terlalu banyak.
4. Cold brew
Cold brew coffee juga disebut-sebut pilihan yang aman untuk usus. Foto: iStock |
Kabar baiknya, cold brew menjadi jenis kopi yang ramah bagi usus. Kopi ini diseduh menggunakan teknik di mana bubuk kopi giling kasar direndam menggunakan air dingin atau air suhu ruang selama 12 hingga 24 jam. Lalu kopi disaring sebelum disajikan.
Cold brew secara alami memiliki tingkat keasaman lebih rendah karena cara ekstraksinya. Proses seduhan dengan air dingin yang lambat bisa mengerktrak lebih sedikit senyawa asam dari biji kopi, sehingga rasanya lebih lembut dan nyaman bagi banyak orang.
Namun, menyeduh cold brew tidak selalu praktis. Membutuhkan waktu untuk membuatnya dan tidak selalu tersedia. Cold brew juga masih mengandung kafein yang dapat merangsang asam lambung.
Simak Video "Anjuran Kopi dan Teh Tak Dikonsumsi saat Sahur"
[Gambas:Video 20detik](aqr/adr)





























































Zalina Hashim Terkini Penerangan Baru Zalina Hashim Menunjukkan Mendatang Dimiliki
Refleksi Praktik Pembelajaran Diri Azra Content Shah Alam Jawapan Kenyataan