Aksi tendangan kungfu di lapangan sepakbola kembali terjadi di Jawa Tengah. Kali ini pelaku dan korbannya adalah pemain muda di laga Piala Soeratin U-17 yang digelar di Kabupaten Pati.
Aksi tendangan itu terekam dalam bentuk video dan beredar viral di media sosial salah satunya diunggah akun instagram @semarangupdates. Pada rekaman video itu menampilkan suasana pertandingan tuan rumah Universitas Safin Pati U-17 melawan BJL2000 U-17 di Gelora Seokarno Mojoagung yang digelar hari Senin (27/7).
Detik-detik tendangan kungfu itu terlihat ketika para pemain berkerumun di pinggir lapangan. Tiba-tiba pemain yang mengenakan jersey warna terang menendang bak kungfu ke arah pemain berjersey hitam. Sontak pemain berjersey hitam langsung tersungkur ke lapangan. Wasit pun memberikan kartu merah kepada pemain yang terlibat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Laga Piala Soeratin U-17 zona Jawa Tengah antara Safin Pati U-17 melawan BJL2000 U-17 diwarnai insiden kericuhan yang viral di media sosial. Dalam video yang beredar, seorang pemain Safin Pati diduga melakukan tendangan keras bergaya kungfu ke arah pemain BJL2000, Rama Jangkar (16).
Video insiden itu menuai beragam reaksi dari warganya. Sejumlah pihak mendesak PSSI dan Asprov PSSI Jawa Tengah segera mengambil tindakan tegas terhadap pemain yang terlibat agar kejadian serupa tidak kembali terulang," tulis akun tersebut.
Menanggapi peristiwa tersebut, Direktur Kompetisi PSSI Jawa Tengah, Setyo Agung Nugroho mengaku prihatin dan mengecam kekerasan di pertandingan tersebut.
"Peristiwa itu sangat mencederai nilai fair play dan sportivitas, sekaligus membahayakan keselamatan pemain. Terlebih lagi, kejadian tersebut berlangsung di kompetisi kelompok usia yang sejatinya menjadi wadah pembinaan karakter dan pengembangan talenta muda," ujar Agung pada Selasa (28/7/2026).
Saat memberikan keterangan, Agung menyebut pihaknya belum mendapat laporan resmi dan detail lengkap dari peristiwa tersebut. Laporan tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi Komisi Disiplin (Komdis) dalam menentukan sanksi terhadap pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
"Kalau sanksi nanti Komdis yang memutuskan, berdasarkan data, fakta, dan laporan dari perangkat pertandingan," jelas Agung.
Sementara itu perwakilan Asprov Jawa Tengah, M Ibnu juga menyebutkan untuk proses akan ada sidang komdis dengan PSSI. Dia juga menyebut belum bisa memberikan banyak keterangan.
"Nanti akan ada sidang komdis dengan PSSI, hasilnya akan diberitahukan setelah sidang. Saat ini belum bisa berkomentar banyak," jawab Ibnu singkat ditemui di lapangan Gelora Soekarno Mojoagung Trangkil Pati, Selasa (28/7/2026).
Respons Safin Pati
Sementara itu, pihak Safin Pati Sport School memberikan pernyataan lewat keterangan yang diunggah melalui media sosial terkait peristiwa tersebut. Dalam keterangan tersebut, pihak Safin Pati sudah memberikan sanksi disiplin berat. detikJateng sudah dipersilahkan untuk mengutip.
"Menyikapi insiden di Piala Soeratin U17 Jawa Tengah 2026 pada Senin (27/7/2026) sore, atas nama manajemen dan keluarga besar Safin Pati Sports School, kami menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada Mas Rama Jangkar, keluarga besar tim BJL 2000, PSSI selaku federasi sepakbola di Tanah Air, dan seluruh pecinta sepakbola," tulis Safin Pati Sport School seperti dikutip detikJateng, Selasa (28/7/2026).
Mereka juga mengaku tidak mentolerir bentuk kekerasan. Oleh sebab itu pemain berinisial S yang melakukan tendangan kungfu itu telah diberikan hukuman disiplin berat yaitu dikembalikan kepada orang tua.
"Insiden yang terjadi, sangat kami sesalkan. Atas insiden yang terjadi, pihak sekolah memutuskan untuk memberikan hukuman disiplin berat dengan mengembalikan pembinaan kepada orang tuanya. Peristiwa ini juga menjadi evaluasi penting agar tidak terulang di masa mendatang," lanjutnya.
Safin Pati juga prihatin terhadap pemain BJL2000, Rama Jangkar yang mengalami cedera. Pihak Safin menyerahkan sepenuhnya kepada berwenang secara profesional.
"Kami turut prihatin atas cedera yang dialami Mas Rama Jangkar dari tim BJL 2000 dan bertanggungjawab membantu proses pengobatannya. Semoga yang bersangkutan segera pulih dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala," terang dia.
"Kami juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti secara profesional," lanjut dia.

































































