Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industripolis Batang meraih penghargaan detikJateng-Jogja Awards dalam kategori Tata Kelola Unggul Kawasan Industri Pintar dan Berkelanjutan. Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas perkembangan dan pengelolaan kawasan industri di Batang.
"Tentunya sangat-sangat mengapresiasi Detikcom dan juga seluruh tim penilai. Sangat senang dan bangga atas penghargaan ini," kata Presiden Direktur KEK Industripolis Batang, Marfan Trihartiko, ditemui di KEK Batang, Jumat (23/10).
Marfan mengatakan perjalanan kawasan industri Batang sejak 2020 hingga 2026 tidak terlepas dari berbagai tantangan. KEK Industripolis Batang, kata dia, lahir di tengah dinamika geopolitik global yang turut mendorong perpindahan industri dari China.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Memang Batang ini, seperti yang tadi sempat saya mention pada saat sesi tanggapan, kami itu lahir di tengah-tengah opportunity. Opportunity kami itu lahir di tengah-tengah keadaan yang tidak favourable, yaitu dinamika geopolitik," ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peluang bagi pengembangan kawasan industri di Batang hingga kemudian lahir proyek perdana Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Marfan menyebut dalam perjalanan sekitar lima tahun terakhir, banyak pelajaran yang diperoleh, baik dari sisi pembangunan kawasan, penyerapan tenaga kerja hingga pertumbuhan investasi.
"Dari 2020 sampai dengan sekarang 2026, sudah banyak sekali asam garam, pelajaran yang kami terima. Selain dari mungkin yang terlihat sekarang adalah pembangunan yang masih sangat cepat pertumbuhannya, tenaga kerja yang terserap banyak, investasi yang mungkin dari tahun ke tahun pertumbuhannya bukan linear lagi, tapi juga sudah agak eksponensial," jelasnya.
Dia mengakui dalam proses tersebut tidak semuanya berjalan mulus. Berbagai inovasi yang dilakukan juga tidak selalu langsung berhasil.
"Di balik itu banyak sekali yang kami pelajari, banyak kegagalannya juga. Tentu banyak inovasi-inovasi yang mungkin tidak langsung berhasil," katanya.
Ke depan, KEK Industripolis Batang akan menggunakan berbagai pengalaman tersebut untuk melahirkan inovasi baru, terutama dalam meningkatkan daya tarik kawasan bagi investor sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik bagi para pelaku industri.
"Ke depannya yang kami akan lakukan adalah dari semua pelajaran kami lima tahun terakhir, kami akan membuat inovasi-inovasi bisnis lagi yang mungkin bisa lebih menarik investor, membuat pengalaman investor itu lebih baik lagi sehingga kepuasan mereka itu sangat tinggi," ungkap Marfan.
Dia berharap pengalaman dan testimoni dari industri yang telah beroperasi di kawasan tersebut dapat menjadi salah satu daya tarik bagi calon investor lainnya.
"Dan akhirnya lebih banyak lagi investor-investor yang datang ke kita karena memang testimoninya sudah ada. Mungkin testimoni terbaik itu adalah testimoni dari industri-industri yang memang sudah beroperasi di sini," imbuhnya.
Selain menarik investasi, Marfan mengatakan pihaknya juga menyiapkan inovasi yang membedakan kawasan industri Batang dengan kawasan industri lainnya. Salah satu targetnya adalah mendorong kawasan agar semakin mandiri.
Menurutnya, dukungan pemerintah selama ini menjadi bagian penting dalam perkembangan kawasan industri Batang. Karena itu, pihaknya ingin membalas dukungan tersebut dengan mempercepat kemandirian kawasan.
"Bagaimana supaya KI Industri Batang itu bisa mandiri secepat mungkin. Mandiri dalam hal pengelolaan, mandiri dalam hal mendapatkan investor, mandiri dari sisi energi, baik itu terutama renewables dan green energy," tuturnya.
Marfan menegaskan upaya tersebut akan dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari mitra usaha, BUMN, BUMD hingga pelaku usaha internasional dan lokal.
"Kami akan menjaga sinergi dari KITB terhadap semua stakeholder sehingga kami bisa terus memberikan kontribusi dalam pertumbuhan ekonomi baik itu di Jawa Tengah maupun juga nasional," pungkasnya.

































































