Tidur merupakan waktu bagi tubuh untuk beristirahat setelah menjalani berbagai aktivitas. Sebelum memejamkan mata, umat Islam dianjurkan membaca zikir dan doa sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.
Ada sejumlah zikir sebelum tidur yang memiliki landasan hadits sahih, di antaranya membaca Ayat Kursi, surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, serta dua ayat terakhir surah Al-Baqarah. Rasulullah SAW juga mengajarkan doa sebelum tidur dan zikir tertentu yang dibaca ketika hendak beristirahat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari buku Jangan Bersedih, Cahaya Allah Selalu Ada karya Asep Nurjaman, dijelaskan mengakhiri hari dengan zikir sebelum tidur adalah cara yang sangat baik untuk menenangkan pikiran dan memberikan tidur yang lebih nyenyak dan berkualitas.
Dengan mengingat Allah SWT sebelum tidur, kita menenangkan pikiran dan hati dari segala kepenatan dan kecemasan yang mungkin timbul sepanjang hari. Zikir sebelum tidur juga menjadi bentuk penyerahan diri sepenuhnya kepada Allah, sebagai pengakuan bahwa hidup dan mati berada di tangan-Nya.
Zikir dan Doa Sebelum Tidur
Dirangkum dari buku Doa dan Wirid Penolak Bala; 100+ Doa dan Bacaan Ruqyah dalam Al-Quran dan Hadis karya Sulthan Adam, S.Q., berikut bacaan zikir sebelum tidur, lengkap dengan tulisan Arab, latin dan artinya:
1. Membaca Ayat Kursi
Ayat Kursi merupakan ayat ke-255 dalam surah Al-Baqarah. Ayat ini menjelaskan keagungan Allah SWT, kekuasaan-Nya atas langit dan bumi, serta bahwa Dia tidak pernah mengantuk maupun tidur.
Membaca Ayat Kursi sebelum tidur dianjurkan karena terdapat hadits yang menjelaskan keutamaannya sebagai perlindungan dari setan.
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Latin: Allahu laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum. Laa ta'khudzuhuu sinatuw wa laa naum. Lahuu maa fis samaawaati wa maa fil ardh. Man dzalladzii yasyfa'u 'indahuu illaa bi idznih. Ya'lamu maa baina aidiihim wa maa khalfahum. Wa laa yuhiithuuna bisyai'im min 'ilmihii illaa bimaa syaa'. Wasi'a kursiyyuhus samaawaati wal ardh. Wa laa ya'uuduhuu hifzhuhumaa wa huwal 'aliyyul 'azhiim.
Artinya: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia. Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Dia Mahatinggi, Mahabesar." (QS Al-Baqarah: 255).
2. Membaca Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas
Rasulullah SAW juga membiasakan membaca tiga surah terakhir dalam Al-Qur'an sebelum tidur, yakni Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.
Dari Aisyah RA, ia meriwayatkan bahwa setiap malam ketika hendak berbaring, Rasulullah SAW menyatukan kedua telapak tangannya, kemudian meniupnya dan membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Setelah itu, beliau mengusapkan kedua telapak tangannya ke bagian tubuh yang dapat dijangkau, dimulai dari kepala, wajah, dan bagian depan tubuh. Beliau melakukannya sebanyak tiga kali.
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari.
Berikut bacaan ketiga surah tersebut.
Surah Al-Ikhlas
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
Latin: Qul huwallaahu ahad. Allaahush shamad. Lam yalid wa lam yuulad. Wa lam yakul lahuu kufuwan ahad.
Artinya: "Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. (Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.'" (QS Al-Ikhlas: 1-4).
Surah Al-Falaq
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Latin: Qul a'uudzu birabbil falaq. Min syarri maa khalaq. Wa min syarri ghaasiqin idzaa waqab. Wa min syarrin naffaatsaati fil 'uqad. Wa min syarri haasidin idzaa hasad.
Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan, dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dan dari kejahatan (perempuan-perempuan) penyihir yang meniup pada buhul-buhul (talinya), dan dari kejahatan orang yang dengki apabila dia dengki.'" (QS Al-Falaq: 1-5).
Surah An-Nas
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلَٰهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ
Latin: Qul a'uudzu birabbin naas. Malikin naas. Ilaahin naas. Min syarril waswaasil khannaas. Alladzii yuwaswisu fii shuduurin naas. Minal jinnati wan naas.
Artinya: "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Tuhannya manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.'" (QS An-Nas: 1-6).
3. Membaca Dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah
Dua ayat terakhir surah Al-Baqarah, yakni ayat 285 dan 286, juga dianjurkan untuk dibaca pada malam hari.
Dalam hadits dari Abu Mas'ud Al-Anshari RA, Rasulullah SAW bersabda:
"Barang siapa membaca dua ayat terakhir surah Al-Baqarah pada malam hari, maka keduanya akan mencukupinya." (HR Bukhari no. 5009 dan Muslim no. 808).
Para ulama menjelaskan bahwa makna "mencukupinya" dapat mencakup kecukupan dalam perlindungan, pahala, atau keutamaan lainnya. Karena itu, membaca kedua ayat ini menjadi amalan yang baik sebelum tidur.
Surah Al-Baqarah ayat 285
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Latin: Aamanar rasuulu bimaa unzila ilaihi mir rabbihii wal mu'minuun. Kullun aamana billaahi wa malaa'ikatihii wa kutubihii wa rusulih. Laa nufarriqu baina ahadim mir rusulih. Wa qaaluu sami'naa wa atha'naa ghufraanaka rabbanaa wa ilaikal mashiir.
Artinya: "Rasul (Muhammad) beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (Al-Qur'an) dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasul-Nya.' Dan mereka berkata, 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, ya Tuhan kami, dan kepada-Mu tempat (kami) kembali.'" (QS Al-Baqarah: 285).
Surah Al-Baqarah ayat 286
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Latin: Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus'ahaa. Lahaa maa kasabat wa 'alaihaa maktasabat. Rabbanaa laa tu'aakhidznaa in nasiinaa au akhtha'naa. Rabbanaa wa laa tahmil 'alainaa ishran kamaa hamaltahuu 'alalladziina min qablinaa. Rabbanaa wa laa tuhammilnaa maa laa thaaqata lanaa bih. Wa'fu 'annaa, waghfir lanaa, warhamnaa. Anta maulaanaa fanshurnaa 'alal qaumil kaafiriin.
Artinya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebani kami dengan beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.'" (QS Al-Baqarah: 286).
4. Membaca Doa Sebelum Tidur
Selain membaca ayat-ayat Al-Qur'an, Rasulullah SAW mengajarkan doa singkat yang dibaca ketika hendak beristirahat.
بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا
Latin: Bismika Allahumma amuutu wa ahyaa.
Artinya: "Dengan nama-Mu, ya Allah, aku mati dan aku hidup." (HR Bukhari).
5. Membaca Zikir Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Rasulullah SAW juga mengajarkan zikir kepada putrinya, Fatimah RA, dan menantunya, Ali bin Abi Thalib RA, ketika keduanya meminta bantuan karena merasa kelelahan.
Beliau mengajarkan agar keduanya membaca tasbih, tahmid, dan takbir sebelum tidur. Riwayat ini terdapat dalam hadits sahih Imam Bukhari.
Tasbih 33 kali:
سُبْحَانَ اللَّهِ
Subhaanallaah.
Artinya: "Mahasuci Allah."
Tahmid 33 kali:
الْحَمْدُ لِلَّهِ
Alhamdulillaah.
Artinya: "Segala puji bagi Allah."
Takbir 34 kali:
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allaahu akbar.
Artinya: "Allah Mahabesar."
Jumlah keseluruhannya adalah 100 kali zikir, terdiri dari 33 kali tasbih, 33 kali tahmid, dan 34 kali takbir.
6. Membaca Doa Memohon Perlindungan dan Berserah Diri kepada Allah
اللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Latin: Allaahumma aslamtu nafsii ilaik, wa fawwadhtu amrii ilaik, wa wajjahtu wajhii ilaik, wa alja'tu zhahrii ilaik, raghbatan wa rahbatan ilaik. Laa malja'a wa laa manjaa minka illaa ilaik. Aamantu bikitaabikalladzii anzalta, wa binabiyyikalladzii arsalta.
Artinya: "Ya Allah, aku menyerahkan diriku kepada-Mu, aku menyerahkan urusanku kepada-Mu, aku menghadapkan wajahku kepada-Mu, dan aku menyandarkan punggungku kepada-Mu, dengan penuh harap dan takut kepada-Mu. Tidak ada tempat berlindung dan tidak ada tempat menyelamatkan diri dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada nabi-Mu yang telah Engkau utus." (HR Bukhari dan Muslim).
Rasulullah SAW mengajarkan doa ini kepada Al-Bara' bin Azib RA. Beliau juga mengingatkan agar doa tersebut menjadi ucapan terakhir sebelum tidur. Dalam riwayat itu, Rasulullah SAW memerintahkan agar orang yang hendak tidur berwudu terlebih dahulu sebagaimana wudu untuk salat, kemudian berbaring pada sisi tubuh sebelah kanan.




































































