Perjuangan melawan kanker tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga keteguhan emosional seorang ibu. Kisah ini dialami oleh Wardah Syakinah, seorang penyintas kanker payudara berusia 31 tahun yang harus berjuang menghadapi metastasis hingga pembatasan interaksi dengan anak demi proses penyembuhan.
Wardah pertama kali didiagnosis mengidap kanker payudara pada tahun 2021 saat berusia 26 tahun. Kewaspadaan itu muncul karena sang ibu memiliki riwayat penyakit serupa.
"Awalnya ketahuan saat lagi mandi dan dicek ada benjolan. Karena punya riwayat kanker dari ibu, makanya langsung cek ke dokter onkologi," ujar Wardah saat diwawancarai detikcom di Tangerang, Senin (26/10/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hampir Remisi Namun Terjadi Penyebaran di Organ Lain
Secara medis, metastasis merupakan kondisi ketika sel kanker lepas dari organ asalnya dan menyebar ke bagian tubuh lain melalui aliran darah atau sistem limfatik. Pada kasus kanker payudara stadium lanjut, organ yang paling sering menjadi lokasi penyebaran meliputi tulang, hati (liver), paru-paru, hingga otak.
Setelah menjalani operasi mastektomi pada tahun 2021 dan rutin melakukan kontrol medis, tantangan terberat justru muncul ketika Wardah hampir mendekati masa remisi lima tahun. Gejala batuk berkepanjangan yang tak kunjung pulih menjadi penanda adanya penyebaran sel kanker ke organ liver dan tulang.
"Sempat hampir remisi di lima tahun, pas dicek lagi ternyata ada metastasis ke liver dan tulang," ujar dia.
Situasi tersebut memaksa Wardah menjalani perawatan intensif di ruang rawat inap. Penurunan daya tahan tubuh secara drastis pascakemoterapi membuatnya harus diisolasi dari pihak luar, termasuk sang anak.
Penyebaran tersebut membutuhkan penanganan medis intensif, mulai dari kemoterapi yang memicu penurunan imunitas secara signifikan hingga tindakan bedah penunjang. Mengingat jenis sel kanker yang diidapnya bersifat responsif terhadap hormon, tim medis mengambil tindakan pengangkatan organ reproduksi.
"Bulan lalu habis angkat ovarium karena tipe kankerku itu hormonal, jadi sumber hormonnya yang diangkat. Sekarang lagi jalanin terapi hormon," jelasnya.
Melalui pengalamannya mendeteksi kelainan tubuh secara mandiri hingga mengontrol perjalanan penyakitnya, Wardah mengimbau masyarakat untuk tidak menunda pemeriksaan medis jika merasakan respons tubuh yang tak biasa.
"Kalau memang ada yang terasa beda dari biasanya harus segera dicek ke dokter, jangan takut," pungkas Wardah.

























































