Bagi pencinta kuliner berbahan daging kambing, ada satu sajian yang menarik dicoba di Lamongan. Sate Klatak Literasi di Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng, menawarkan sensasi sate khas Yogyakarta dengan potongan daging kambing muda yang empuk dan gurih.
Warung ini mengusung suasana pedesaan yang cukup kental. Pengunjung bisa menikmati sate sambil duduk santai di bangunan pendopo berbahan utama kayu dengan suasana terbuka.
Dari pantauan di lokasi, sejumlah pengunjung tampak menikmati sajian sate klatak bersama keluarga maupun teman. Potongan daging kambing disajikan dalam ukuran cukup besar dengan pendamping kuah gulai dan sambal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Yang membuat sate ini berbeda adalah penggunaan tusukan berbahan stainless steel. Cara tersebut menjadi ciri khas sate klatak dan membuat potongan daging matang secara merata.
Dalam penyajiannya, daging kambing muda ditusuk menggunakan jeruji besi stainless steel, bukan tusuk sate bambu seperti pada umumnya. Potongan daging yang relatif tebal membuat tekstur sate terasa lebih padat, tetapi tetap empuk saat disantap.
Kelezatan daging menjadi salah satu daya tarik utama Sate Klatak Literasi. Daging yang digunakan berasal dari kambing muda hasil peternakan sendiri di Kandang Literasi.
Daging tersebut diproses setelah penyembelihan dan diklaim menggunakan jasa juru sembelih halal bersertifikat. Proses tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas dan kesegaran daging sebelum diolah menjadi sate.
Seporsi sate klatak kemudian disajikan bersama kuah gulai hangat yang kaya rempah. Perpaduan daging kambing yang gurih dengan kuah gulai membuat sajian semakin nikmat, terutama disantap saat masih hangat.
Pemilik Sate Klatak Literasi, Tomi Distianto, mengatakan kualitas bahan baku menjadi salah satu hal yang dijaga untuk mempertahankan cita rasa sate.
"Untuk daging kami menggunakan kambing muda dari peternakan sendiri. Jadi kami bisa menjaga kualitas dan kesegarannya," ujar Tomi.
Menurutnya, tingginya minat pengunjung membuat persediaan daging kambing muda di warung tersebut bisa mencapai dua ekor per hari. Menariknya, harga yang ditawarkan relatif terjangkau. Satu porsi sate klatak dibanderol sekitar Rp 20 ribu.
Harga tersebut membuat warung ini tidak hanya dikunjungi warga sekitar. Pelanggan dari sejumlah daerah seperti Surabaya, Gresik hingga Mojokerto juga datang untuk mencicipi sate klatak.
Salah seorang pelanggan, Dinda Triana, mengaku tertarik mencoba Sate Klatak Literasi karena penasaran dengan cita rasa sate khas Yogyakarta yang disajikan di wilayah Lamongan.
Selain menikmati sate, pengunjung juga bisa merasakan suasana warung yang jauh dari kesan perkotaan. Bangunan bernuansa kayu dan lingkungan yang asri membuat tempat makan ini cocok untuk kulineran bersama keluarga maupun teman.
Sate Klatak Literasi pun menjadi salah satu pilihan kuliner yang mempertemukan cita rasa khas Yogyakarta dengan suasana pedesaan Lamongan.
Bagi detikers yang penasaran dengan sensasi sate klatak, kuliner ini bisa menjadi pilihan saat berkunjung ke Desa Sumbersari, Kecamatan Sambeng. Dengan daging kambing muda, potongan yang cukup besar, tusukan stainless steel, serta kuah gulai hangat, sate ini menawarkan pengalaman kuliner yang berbeda dari sate pada umumnya.























































