Seekor buaya sepanjang sekitar 3 meter terekam kamera saat berada di dalam selokan yang dipenuhi sampah di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Kemunculan reptil berbahaya tersebut membuat warga setempat merasa was-was.
"Ukurannya hampir tiga meter. Warga waspada," ujar salah satu warga, Haedir kepada wartawan, Rabu (28/10/2026).
Buaya tersebut terlihat berada di dalam selokan yang mengarah ke Sungai Mandar, tepatnya di Kelurahan Tinambung, Kecamatan Tinambung, pada Senin (26/10), sekitar pukul 20.00 Wita. Lokasi kemunculan buaya itu berada tepat di belakang rumah warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di belakang rumahnya orang itu (selokan)," ungkap Haedir.
Haedir mengatakan, kemunculan buaya di selokan tersebut baru pertama kali terjadi. Lokasi kemunculan buaya berada tidak jauh dari tempat warga biasa memancing ikan.
"Baru ada muncul (buaya) di situ. Dekat di situ tempat mancing," tandasnya.
Sementara Lurah Tinambung, Ali Sadikin, menuturkan bahwa buaya sudah beberapa hari terakhir terlihat berkeliaran di Sungai Mandar.
"Iya muncul lagi (buaya). Memang lagi sering lagi muncul," ucapnya.
Ali mengaku tidak mengetahui penyebab buaya kembali sering menampakkan diri setelah sempat menghilang selama beberapa bulan. Meski demikian, dia menyebut habitat buaya berada tidak jauh dari lokasi kemunculannya.
"Kalau habitatnya sebenarnya buaya seputaran bantaran sungai, karena jumlah buaya lumayan banyak. Kita juga tidak tahu kenapa tiba-tiba muncul lagi, karena pada saat ada yang mati kemarin sempat menghilang, apakah sifat alaminya seperti itu," jelasnya.
Ali mengimbau warga yang bermukim di sepanjang bantaran sungai maupun yang kerap beraktivitas di Sungai Mandar agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kemunculan buaya tersebut.
"Saya selalu mengingatkan warga untuk waspada, saya juga sudah buat surat peringatan dini untuk diumumkan kepada warga," pungkasnya.
Dalam potongan video pendek yang dilihat, Rabu (28/10) buaya tampak tenang di dalam selokan yang dipenuhi berbagai jenis sampah.
Reptil berbahaya itu tidak bergerak meski berulang kali tubuhnya disorot warga menggunakan cahaya senter.































































