Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gul Ipul menyebut ada 100 titik Sekolah Rakyat yang dibangun di seluruh Indonesia. Sulawesi Selatan (Sulsel) menjadi provinsi dengan titik terbanyak di luar Pulau Jawa.
"Sebenarnya yang sudah dalam proses pembangunan ini 100. yang sudah bisa dibuat operasional Sekolah Rakyat sampai hari ini 93. Sebagian lagi masih proses," ujar Gus Ipul kepada wartawan usai menghadiri Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat & Sumpah Pemuda di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10/2026)
Dia turut mengapresiasi Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman yang telah berperan aktif dalam mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Sulsel. Saat ini, Sulsel menjadi provinsi dengan titik pembangunan Sekolah Rakyat paling banyak di luar Pulau Jawa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Terima kasih sekali lagi kepada Gubernur Sulawesi Selatan, gubernur yang peduli sejak awal, sehingga penyelenggaraan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan ini terbanyak di provinsi luar Jawa. Beliau sangat aktif, dan menyediakan lahan Pemprov untuk bangun Sekolah Rakyat. Sekarang sudah ada sembilan dan akan membangun lagi. Luar biasa," bebernya.
Adapun Sekolah Rakyat yang dibangun di Sulsel tersebar di sembilan kabupaten/kota. Mulai dari Tana Toraja, Sidenreng Rappang, Wajo, Soppeng, Barru, Bone, Sinjai, Makassar, dan Takalar.
Sulsel menduduki posisi ketiga setelah Jawa Timur dengan 18 titik serta Jawa Tengah dengan 10 titik Sekolah Rakyat. Di bawah Sulsel pada posisi keempat terbanyak disusul Jawa Barat dengan enam titik Sekolah Rakyat.
Di sisi lain, Gus Ipul menyebut akan ada beberapa titik yang sebentar lagi akan memulai operasional pembelajarannya, seperti di Lombok Timur. Dia menyebut ada beberapa daerah yang butuh waktu karena terhambat distribusi logistik dan kondisi geografis wilayah.
"Mulai dari logistik, sehingga selesainya tidak bisa maksimal. Insyaallah 100 titik tahun 2027. Diharapkan (setiap) gedung Sekolah Rakyat ini bisa menampung 2.000 siswa SD, SMP, SMA. Targetnya Bapak Presiden setiap kabupaten kota memiliki sekurang-kurangnya satu gedung permanen Sekolah Rakyat," bebernya.
Gubernur Sulsel Dukung Sekolah Rakyat
Dalam acara tersebut, Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman menyampaikan Pemprov Sulsel akan terus mendukung pengembangan Sekolah Rakyat agar semakin banyak masyarakat yang mendapatkan akses pendidikan. Saat ini, Sulsel telah memiliki sembilan Sekolah Rakyat yang beroperasi, sementara tujuh sekolah lainnya masih dalam proses pembangunan.
Keberadaan sekolah-sekolah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan layanan pendidikan dan memberikan kesempatan kepada lebih banyak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak.
"Atas nama Pemprov Sulsel, kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan jajaran yang telah menginisiasi dan melaksanakan program ini untuk Generasi Emas 2045," kata Andi Sudirman.
Andi Sudirman juga menyampaikan kebanggaannya terhadap para siswa Sekolah Rakyat. Menurutnya, program tersebut merupakan langkah penting untuk membuka kesempatan pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat, sekaligus mempersiapkan generasi penerus bangsa.
"Saya juga anak hasil Sekolah Rakyat, Bapak saya alumni Sekolah Rakyat. Kami bangga, alumni Sekolah Rakyat juga bisa," ungkapnya.
Andi Sudirman menilai pendidikan memiliki peran besar dalam meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih baik. Ia berharap, melalui Sekolah Rakyat, kelak lahir generasi yang mampu menjadi pemimpin bangsa, bahkan presiden, dari kalangan yang memperoleh kesempatan pendidikan melalui program tersebut.
"Ini sangat luar biasa, menyekolahkan anak amalan yang luar biasa, memberikan derajat yang lebih baik di masyarakat. Suatu waktu 50 tahun ke depan atau bahkan 20 tahun ke depan akan lahir pemimpin dan presiden dari siswa Sekolah Rakyat," tuturnya.































































