Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengungkap kehadiran Sekolah Rakyat telah membawa perubahan positif bagi siswa. Sejumlah siswa bahkan telah meraih ratusan prestasi sejak setahun terakhir Sekolah Rakyat berdiri.
Gus Ipul awalnya mengungkapkan bahwa sebanyak 100 Sekolah Rakyat permanen telah dibangun di berbagai provinsi di Indonesia. Dari total tersebut, 93 unit di antaranya telah digunakan dan 7 lainnya dalam proses pembangunan.
"Lengkap dengan asrama, ruang kelas, laboratorium, ruang makan, tempat ibadah, dan sarana olahraga. Anak yang di rumah masih menumpang, kini sekolahnya tidak lagi menumpang," ungkap Gus Ipul dalam Peringatan 1 Tahun Sekolah Rakyat dan Sumpah Pemuda di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (28/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak setahun berdiri, Sekolah Rakyat menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Sejumlah siswa dilaporkan telah meraih berbagai macam prestasi baik tingkat nasional hingga internasional.
"Ada prestasi yang formal. Dalam waktu singkat Sekolah Rakyat telah meraih 11 prestasi internasional. Lebih dari 200 prestasi nasional dan lebih 100 siswa telah berprestasi di bidang olahraga, seni, dan sains," tuturnya.
Gus Ipul menegaskan, Sekolah Rakyat menjadi wadah bagi anak-anak kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Masyarakat dari kalangan miskin ekstrem harus mendapatkan ruang untuk belajar, ruang untuk tumbuh, dan ruang untuk bermimpi.
Dia juga menegaskan Sekolah Rakyat telah membawa perubahan positif pada karakter siswa. Siswa yang selama ini kurang percaya, sudah bisa tampil berani di depan publik menunjukkan kemampuan dan kompetensinya.
"Lihatlah anak-anak yang tadi tampil di atas panggung ini. Anak-anak ini adalah dari keluarga yang paling tidak mampu. Ketika mendapatkan panggung, mereka tidak malu, penuh percaya diri tampil di hadapan kita semua," ucapnya.
"Mereka disiplin, mereka berkarakter. Dan tentu kebanggaan kami sederhana, mereka tampil percaya diri, kembali bisa membaca, kembali mengenal bangku sekolah," tambah Gus Ipul.
Hasil Talent DNA Siswa Sekolah Rakyat
Gus Ipul mengungkap hasil pemeriksaan secara menyeluruh pada setiap siswa Sekolah Rakyat termasuk soal minat dan bakat. Penelusuran minat dan bakat siswa dilakukan melalui pendekatan Talent DNA.
"Lebih dari 11 ribu anak telah dipetakan bakatnya melalui talent DNA. Hasilnya membuat kami terharu, empat dari 10 anak ternyata berbakat di bidang sains dan teknologi," ungkap Gus Ipul.
Gus Ipul mengungkap bakat para siswa mengarah pada profesi insinyur dan ahli teknologi. Selain itu ada yang berpotensi menjadi guru, dan penegak hukum, dokter dan tenaga kesehatan.
"Dan di antara talenta terkuat mereka, ada dua kata yang indah yaitu tulus dan kesetaraan," tegas Gus Ipul.
Di sisi lain, Kemensos juga telah melakukan asesmen psikologis terhadap siswa Sekolah Rakyat. Gus Ipul lantas mengungkap hasil asesmen psikologis tersebut.
"Satu dari tiga anak memerlukan pendampingan untuk masalah emosional. Sekitar satu dari enam anak telah kehilangan ayah, ibu, atau keduanya. Ada pula yang sejak kecil sudah bekerja seperti Rivaldi,"
Kendati begitu, hasil asesmen juga mengungkap delapan dari 10 anak tetap tumbuh dengan hati yang peduli dan suka menolong. Karena itu, kata Gus Ipul, Sekolah Rakyat bekerja dengan dua pendekatan sekaligus, yakni edukasi dan rehabilitasi, mendidik sekaligus memulihkan.
"Proses ini dikawal oleh orang-orang luar biasa. Hampir 5.000 guru sebagian masih muda. Generasi muda yang mendidik generasi muda. Hampir 7.000 wali asuh dan lebih dari 2.000 wali asrama yang telah menemani anak-anak dari bangun tidur dan tidur kembali," jelasnya.































































