Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah segera tiba. Momen pergantian tahun dalam kalender Hijriah bukan sekadar pergantian angka, melainkan kesempatan bagi setiap muslim untuk melakukan muhasabah atau introspeksi diri atas perjalanan hidup yang telah dilalui.
Bulan Muharram termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Kehadirannya menjadi pengingat akan peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW, sebuah perjalanan yang sarat dengan nilai perjuangan, pengorbanan, keimanan, dan harapan menuju kehidupan yang lebih baik. Karena itu, datangnya tahun baru Islam layak disambut dengan memperkuat ketakwaan, memperbanyak amal saleh, serta memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Melalui khutbah Jumat tentang menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 2026, khatib dapat mengajak jemaah untuk menjadikan pergantian tahun Hijriah sebagai momentum memperbarui niat, meningkatkan kualitas ibadah, serta menumbuhkan semangat hijrah dari kebiasaan yang kurang baik menuju kehidupan yang lebih diridhai Allah SWT. Semoga tahun yang baru membawa keberkahan, keselamatan, dan kebaikan bagi umat Islam di mana pun berada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut materi khutbah tentang "Menyambut Tahun Baru Islam" selengkapnya lengkap dengan naskah dalam format PDF yang dapat diunduh gratis.
Khutbah tentang Menyambut Tahun Baru Islam
Khutbah Pertama
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي آذَنَ الْمُؤْمِنِينَ لِيَهْجُرُوا مِنْ مَكَّةَ الْمُكَرَّمَةِ إِلَى الْمَدِينَةِ الْمُنَوَّرَةِ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ بِالرِّسَالَةِ الْمُنِيرَةِ.
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُؤَيَّدِ بِالْمُعْجِزَاتِ الْبَاهِرَةِ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ ذَوِي الْمَنَاقِبِ الْفَاخِرَةِ.
أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا أَيُّهَا الْإِخْوَانُ رَحِمَكُمُ اللَّهُ، أُوصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، فَقَدْ قَالَ اللَّهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ:
وَمَنْ يُهَاجِرْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يَجِدْ فِي الْأَرْضِ مُرَاغَمًا كَثِيرًا وَسَعَةً ۚ وَمَنْ يَخْرُجْ مِنْ بَيْتِهِ مُهَاجِرًا إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ يُدْرِكْهُ الْمَوْتُ فَقَدْ وَقَعَ أَجْرُهُ عَلَى اللَّهِ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,
Pada kesempatan yang penuh kebahagiaan dan persaudaraan ini, saya berpesan khususnya kepada diri saya dan umumnya kepada jemaah. Marilah kita tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan cara melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi segala larang-Nya. Hanya dengan ketakwaan kita bisa mengisi hari-hari dengan amal kebaikan, dan dengan ketakwaan pula kita
memiliki tujuan hidup yang jelas, yaitu meraih kebahagiaan dunia dan akhirat.
Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,
Saat ini kita telah memasuki bulan Muharram, yang berarti kita memulai lagi tahun baru Islam. Saat ini, kita seperti membuka lembaran baru dalam hidup kita, lalu segera mengisinya sesuai rencana. Namun sebelum mengisi lembaran baru tersebut, ada baiknya kita merenungkan apa yang sudah kita lakukan di tahun lalu. Jika kita sudah berbuat baik, maka di tahun ini hendaknya lebih ditingkatkan lagi, dan bila di tahun lalu kita melakukan sesuatu yang kurang bermanfaat atau bahkan merugikan, maka hendaknya di tahun ini tidak mengulanginya lagi. Hal itu dimaksudkan agar hidup kita dari tahun ke tahun semakin baik dan berkualitas.
Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ كَانَ يَوْمُهُ خَيْرًا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ رَابِحٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ مِثْلَ أَمْسِهِ فَهُوَ مَغْبُونٌ، وَمَنْ كَانَ يَوْمُهُ شَرًّا مِنْ أَمْسِهِ فَهُوَ مَلْعُونٌ.
"Barangsiapa hari ini lebih dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung. Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi, dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang celaka." (HR. Hakim)
Hadits di atas mengisyaratkan agar kita berusaha menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Tahun ini harus lebih baik daripada tahun lalu dalam segala hal, terutama dalam urusan ibadah. Kita harus menyadari bahwa dengan bergantinya tahun berarti umur kita bertambah. Tentunya kita tidak ingin, semakin bertambahnya umur semakin sedikit kebaikan yang kita perbuat. Kita juga pasti tidak mau hidup yang sangat singkat ini menjadi sia-sia, sehingga kita tidak punya bekal untuk perjalanan akhirat.
Rasulullah juga bersabda, yang artinya: "Tidaklah melangkah kaki seorang anak Adam di hari kiamat sebelum ditanyakan kepadanya empat perkara: tentang umurnya untuk apa dihabiskan, tentang masa mudanya untuk apa digunakan, tentang hartanya dari mana diperoleh dan kemana dihabiskan, dan tentang ilmunya untuk apa dimanfaatkan." (HR. Tirmidzi).
Pergantian tahun mengingatkan manusia tentang pentingnya waktu. Siapa yang mengetahui arti waktu berarti mengetahui arti kehidupan. Sebab waktu adalah kehidupan itu sendiri. Orang-orang yang selalu menyia-nyiakan waktu adalah orang yang tidak memahami arti hidup.
Pergantian tahun adalah momen untuk introspeksi diri. Seorang ulama besar, Imam Hasan Al-Bashri, mengatakan, "Wahai anak Adam, sesungguhnya Anda bagian dari hari, apabila satu hari berlalu, maka berlalu pulalah sebagian hidupmu." Dengan demikian, sudah seharusnya pergantian tahun kita manfaatkan untuk mengevaluasi (muhasabah) diri.
Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,
Saat mengawali tahun baru, tentunya sudah banyak rencana yang sudah kita buat, bahkan kita berani mentarget keberhasilan-nya. Hal itu boleh-boleh saja. Namun, jangan lah membuat rencana yang sulit kita lakukan, juga jangan terlalu panjang angan-angan atas apa yang kita rencanakan. Karena semua itu hanya menjadi beban dalam mencapai keberhasilannya. Jalani saja prosesnya, kemudian terus berusaha semaksimal mungkin, dan jangan lupa berdoa sebagai bentuk tawakal kita kepada Allah SWT.
Tawakkal adalah berserah diri kepada Allah setelah melakukan ikhtiar (usaha) semaksimal mungkin. Sikap tawakkal adalah implementasi keimanan, dimana kita menjadikan Allah sebagai satu-satunya sandaran hidup. Tawakkal akan menimbul-kan kekuatan batin yang luar biasa. Bathin yang mengakui dengan teguh atas kekuasaan Allah SWT. Tawakkal juga akan menumbuhkan sikap optimis, yaitu meyakini bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan setiap usaha hamba-Nya. Sikap optimis sangat dibutuhkan, lebih-lebih hidup di zaman yang penuh dengan tantangan dan perjuangan ini, agar kita tidak mudah stres dalam menghadapi persoalan hidup.
Hadirin jemaah Jumat rahimakumullah,
Kenyataan hidup terkadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan, apa yang sudah kita upayakan tidak membuahkan hasil apapun. Jika demikian yang terjadi, maka kita harus merenungkan kembali. Mungkin masih ada kesalahan dalam diri kita, atau ada kesalahan proses dalam usaha. Juga merenung-kan kembali bahwa apa yang terjadi adalah kehendak Allah SWT. Mungkin keberhasilan masih tertunda, kita mesti sabar dan tawakal dan selalu ingat akan firman Allah:
وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ ١٥٥
Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (QS. Al-Baqarah 155).
Demikianlah khutbah yang saya sampaikan pada kesempatan Jumat kali ini, mudah-mudahan ada guna dan manfaatnya khususnya untuk diri saya dan umumnya hadirin jamaah sekalian yang dimuliakan oleh Allah. Semoga di tahun baru ini kita selalu mendapatkan petunjuk dariNya, sehingga di dalam mengisi lembaran hidup yang baru ini selalu ada peningkatan yang lebih baik dari tahun sebelumnya.
Hindari kebiasaan-kebiasaan lama yang tidak bermanfaat untuk tidak diulangi lagi. Lakukan amalan-amalan kecil secara istiqamah. Seperti membiasakan shalat dhuha, sedekah kepada fakir miskin, menyantuni anak-anak yatim, dan lain-lain. Usaha-kan dengan niat yang ikhlas karena Allah, agar tahun baru ini jauh lebih baik dari tahun kemarin dan membawa banyak manfaat.
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.
أَقُولُ قَوْلِي هَذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Khutbah Kedua
الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمُؤَيِّدِ الصَّابِرِينَ بِعَزِيزِ نَصْرِهِ، وَمُيَسِّرِ الشَّاكِرِينَ لِحَمِيدِ شُكْرِهِ، وَمُوَفِّقِ الْمُخْتَارِينَ لِلْقِيَامِ بِأَمْرِهِ.
أَحْمَدُهُ عَلَى مَا أَنْعَمَ، وَأَسْلَمُ لِأَمْرِهِ فِيمَا حَكَمَ وَأَبْرَمَ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ مُنْتَهَى الدُّهُورِ، صَلَاةً دَائِمَةً بِلَا فَنَاءٍ وَلَا فُتُورٍ، وَسَلِّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ:
فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللَّهَ، إِنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ، وَأَيَّهَ بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ عِبَادِهِ، فَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ قَائِلٍ:
﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ، وَأَنْبِيَائِكَ وَرُسُلِكَ، وَمَلَائِكَتِكَ الْمُقَرَّبِينَ، وَأَهْلِ طَاعَتِكَ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، إِنَّكَ سَمِيعٌ قَرِيبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ احْفَظْ عَلَيْهِمْ وَدَائِعَ أَدْيَانِهِمْ، وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ السُّجُونِ إِلَى سَعَةِ أَوْطَانِهِمْ، وَلَا تَجْعَلْهُمْ فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ، وَنَجِّهِمْ بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللَّهِ، إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ.
وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.
Sumber: Buku Materi Khutbah Jumat Sepanjang Tahun oleh Muhammad Khatib.
Teks Khutbah Menyambut Tahun Baru Islam PDF
Berikut file PDF materi khutbah tentang menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 2026:
Untuk men-download teks khutbah PDF di atas, detikers dapat klik tanda anak panah yang ada di sudut kanan atas dokumen. Setelah terbuka teks PDF nya, klik "File" di sudut kiri atas, kemudian pilh "Download".
Demikian materi khutbah Jumat tentang menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H/2026 M yang bisa dijadikan referensi. Semoga bermanfaat!































































