Sejumlah elemen masyarakat menggelar aksi demo di halaman Mapolda Jawa Tengah untuk menolak digelarnya konser Andrea Bocelli di candi Borobudur.
Berbagai jemaah di Kota Semarang menolak rencana konser penyanyi opera asal Italia, Andrea Bocelli yang rencananya akan digelar di Candi Borobudur pada 31 Oktober 2026.
Dari pantauan di lokasi, aksi demo dilaksanakan di Jalan Pahlawan, depan Mapolda Jateng, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang pada Rabu (28/10). Tampak massa aksi kompak berpakaian putih dan hitam, sambil membawa bendera Palestina.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga membawa poster penolakan bertuliskan 'Forum Komunikasi Masyarakat Jawa Tengah Tolak Konser Andrea Bocelli' dan 'Bersama Umat Bersuara untuk Palestina'.
"Kami dari beberapa elemen masyarakat di Kota Semarang aksi dalam menyikapi rencana konser yang diselenggarakan Andrea Bocelli," kata Koordinator lapangan aksi, Wahyu Kurniawan.
Ia menyinggung dugaan bahwa Andrea Bocelli pernah menggalang dana untuk membantu tentara Israel pada 2010. Hal itu yang membuat mereka menolak penyanyi yang terafiliasi dengan Israel.
"2010 dia pernah konser dan menggalang dana, untuk bantuan kepada Israel yang notabene mereka orang-orang yang membantai masyarakat di Palestina," ungkapnya.
"Jangan sampai hanya karena uang dan sebagainya itu mematikan hati nurani kita. Jangan sampai kemudian hanya karena keuntungan sepihak, kita mengesampingkan kemanusiaan," lanjutnya.
Perwakilan aksi pun telah melakukan audiensi dengan Kapolda Jawa Tengah. Wahyu berharap, audiensi tersebut menghasilkan tindak lanjut agar konser Andrea Bocelli dapat dibatalkan.
"Semoga ada hasil yang baik, kemudian acaranya juga digagalkan. Ini juga supaya aman dan kondusif," ujarnya.
"Kalau masih ada orang yang bersuara untuk menolak penyanyi yang mendukung Zionis Israel, berarti masih ada orang yang peduli dengan Palestina," imbuhnya.
Konser Andrea Bocelli Akan Tetap Digelar
Konser Andrea Bocelli bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour dipastikan tetap digelar di Indonesia. Promotor Shoemaker Live mengonfirmasi konser sang maestro musik klasik itu tetap akan berlangsung di Candi Borobudur, Magelang, pada 31 Oktober 2026 dan JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3 November 2026.
"Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik," ungkap Prajna Murdaya, Founder Shoemaker Live, dalam keterangan persnya, Selasa (27/10) dikutip dari detikPop.
"Maestro Bocelli senantiasa menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi mereka yang hingga hari ini belum dapat merasakannya," imbuhnya.
Dalam konser tersebut, Bocelli akan mendedikasikan sebuah lagu khusus untuk perdamaian dunia. Shoemaker Live juga menggelar penggalangan dana kemanusiaan, salah satunya melalui donasi 100.000 pasang sepatu untuk anak-anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak perang.
---------
Artikel telah naik di detikJateng, bisa dibaca selengkapnya di sini dan di sini.



























































