Taman Air Mancur Sri Baduga menjadi salah satu ikon wisata Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Destinasi yang berada di kawasan Situ Buleud ini dikenal dengan pertunjukan air mancur menari yang dipadukan dengan cahaya warna-warni dan teknologi visual.
Tak hanya menawarkan atraksi yang menarik untuk disaksikan, taman ini juga menyimpan sejarah panjang yang berkaitan dengan perkembangan Kota Purwakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut lima fakta menarik Taman Air Mancur Sri Baduga yang patut diketahui.
1. Taman Air Mancur Terbesar di Asia Tenggara
Salah satu hal yang membuat Taman Air Mancur Sri Baduga dikenal luas adalah skala pertunjukannya, Pemerintah Kabupaten Purwakarta menyebut destinasi ini sebagai taman air mancur terbesar di Asia Tenggara.
Mengutip dari Pemkab Purwakarta, kawasan tersebut menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang terkenal karena arsitekturnya yang unik. Area Situ Buleud yang dikembangkan menjadi taman wisata memiliki luas sekitar 4 hektare.
Pertunjukan air mancur menjadi daya tarik utamanya, semburan air yang bergerak dengan formasi tertentu menciptakan pertunjukan visual yang berbeda dari taman kota pada umumnya.
Skala kawasan dan atraksi tersebut membuat Taman Air Mancur Sri Baduga menjadi salah satu landmark Purwakarta yang dikenal wisatawan dari berbagai daerah.
2. Dibangun di Kawasan Situ Buleud yang Penuh Sejarah
Sebelum dikenal sebagai Taman Air Mancur Sri Baduga, kawasan ini merupakan danau alami bernama Situ Buleud, nama tersebut merujuk pada bentuk situ yang bulat.
Menurut Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Purwakarta, Situ Buleud berkaitan dengan perkembangan awal Kota Purwakarta pada masa pemerintahan R.A.A. Suriawinata sekitar 1830-1849. Danau ini memiliki fungsi penting sebagai sumber air sekaligus tempat rekreasi masyarakat.
Ada pula cerita rakyat yang menyebut Situ Buleud dahulu menjadi tempat "pangguyangan" atau tempat mandi badak bercula satu. Kisah tersebut menjadi bagian dari cerita turun-temurun mengenai kondisi alam Purwakarta pada masa lampau dan menjadi salah satu alasan keberadaan badak muncul dalam sejumlah elemen visual di sekitar kawasan Situ Buleud.
Seiring waktu, kawasan tersebut mengalami penataan dan dikembangkan menjadi taman air mancur yang menjadi kebanggaan masyarakat Purwakarta.
3. Namanya Diambil dari Raja Besar Kerajaan Sunda
Nama Sri Baduga pada taman air mancur ini merujuk pada Sri Baduga Maharaja, Raja Kerajaan Sunda yang lebih dikenal masyarakat melalui sebutan Prabu Siliwangi.
Tokoh tersebut memiliki tempat penting dalam sejarah dan tradisi masyarakat Sunda, sosoknya kerap dikaitkan dengan kepemimpinan, kebijaksanaan, dan masa kejayaan kerajaan.
Penggunaan nama Sri Baduga pada taman ini memperlihatkan upaya menghadirkan identitas sejarah dan budaya Sunda dalam ruang publik modern. Jadi, kawasan tersebut bukan hanya berfungsi sebagai tempat wisata, tetapi juga menjadi penanda kebanggaan terhadap warisan budaya daerah.
Di tengah Situ Buleud, pengunjung juga dapat melihat patung Sri Baduga yang menjadi salah satu elemen visual kawasan tersebut. Kehadirannya memperkuat hubungan antara nama taman, sejarah Sunda, dan karakter budaya yang ingin ditampilkan Purwakarta.
4. Memiliki Lima Warna Lampu dengan Filosofi Kebangsaan
Pertunjukan Taman Air Mancur Sri Baduga tidak hanya mengandalkan gerakan air semata, permainan lampu warna-warni menjadi bagian penting yang membuat atraksinya terlihat semakin menarik, terutama ketika pertunjukan berlangsung pada malam hari.
Lima warna utama yang dikenal dalam pencahayaan pertunjukan ini adalah merah, kuning, hijau, biru, dan ungu. Kombinasi warna tersebut menciptakan efek visual yang berubah mengikuti gerakan air dan iringan musik.
Pencahayaan warna-warni menjadi bagian dari pertunjukan yang juga membawa pesan filosofis tentang nilai kebangsaan. Warna-warna tersebut dapat dimaknai sebagai gambaran keragaman yang berpadu dalam satu pertunjukan. Filosofi ini sejalan dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika, yakni berbeda-beda tetapi tetap satu.
Perpaduan air dan cahaya pun membuat pertunjukan ini bukan sekadar hiburan visual, melainkan juga sarana untuk menampilkan pesan kebersamaan.
5. Dilengkapi Laser, Efek Api, dan Aquascreen
Fakta menarik lainnya adalah penggunaan teknologi pendukung untuk memperkaya pertunjukan air mancur. Selain semburan air dan lampu warna-warni, atraksi ini dikembangkan dengan efek laser dan efek api di atas air.
Teknologi aquascreen juga dikenal sebagai teknik menampilkan visual pada tirai air yang terbentuk dari semburan khusus. Dengan teknik ini, air dapat berfungsi sebagai media proyeksi sehingga gambar atau animasi tampak muncul di permukaannya.
Kombinasi teknologi tersebut membuat pertunjukan Taman Air Mancur Sri Baduga memiliki daya tarik tersendiri. Namun, ketersediaan dan penggunaan setiap efek dapat bergantung pada kondisi teknis serta penyelenggaraan pertunjukan.
Dengan sejarah Situ Buleud, identitas budaya Sunda, permainan cahaya, dan teknologi pertunjukannya, Taman Air Mancur Sri Baduga menjadi salah satu ikon wisata yang menarik untuk dikenal lebih jauh ketika berkunjung ke Purwakarta.
Jangan lupa mengajak teman dan keluarga ketika berkunjung ke Taman Air Mancur Sri Baduga di Purwakarta ya, detikers!
(yum/yum)






















































