Sebuah video viral memperlihatkan produk Teh Botol Sosro kemasan kotak mengeluarkan buih dan disebut berbau sabun. Produk tersebut disebut ditemukan di tengah kerumunan massa saat aksi unjuk rasa di kawasan Jakarta Pusat, pada Rabu (28/10/2026).
Dalam video yang beredar, seseorang memperlihatkan buih atau busa yang muncul dari satu titik ketika kemasan ditekan. Ia juga menyebut aroma minuman tersebut menyerupai sabun. Sejumlah peserta aksi dikabarkan mendapati rasa yang tidak biasa saat mencicipinya.
Hingga kini, penyebab munculnya busa dan aroma tersebut belum dapat dipastikan. Pihak perusahaan menyebut akan melakukan investigasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait buihnya sendiri, ada berbagai kemungkinan penyebab. Untuk memastikannya, penting untuk ditelusuri, mulai dari kondisi penyimpanan, proses produksi, hingga kemungkinan kontaminasi bahan asing.
Kemungkinan Penyebab Teh Berbuih
Selain karena kontaminasi sabun, beberapa kemungkinan penyebab yang bisa muncul buih pada minuman teh adalah sebagai berikut:
1. Suhu Panas
Produk teh kemasan yang ditemukan di tengah kerumunan massa aksi berpotensi terpapar suhu lingkungan yang panas. Apabila berlangsung dalam waktu lama, kondisi penyimpanan bersuhu tinggi dapat memengaruhi kualitas minuman, termasuk karakter aroma dan rasanya.
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Foods tahun 2026 mengkaji perubahan karakteristik fisik, kimia, dan sensoris minuman teh hijau selama penyimpanan pada berbagai suhu. Hasilnya menunjukkan bahwa paparan panas dalam waktu lama berpotensi mempercepat perubahan senyawa penyusun aroma dan rasa teh.
Meski demikian, perubahan aroma akibat penyimpanan tidak serta-merta menghasilkan bau seperti sabun. Bau asing yang muncul pada produk dalam video tersebut masih perlu ditelusuri untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
Selain suhu, kondisi kemasan juga perlu diperiksa apabila terdapat kerusakan, seperti kebocoran atau segel yang tidak utuh, karena dapat memungkinkan kontaminan masuk ke dalam minuman. Kontaminasi tersebut berpotensi mengubah rasa dan aroma teh, sehingga kondisi kemasan perlu dipastikan untuk menelusuri penyebab perubahan kualitas produk.
2. Guncangan
Buih dalam minuman teh juga bisa muncul secara alami. Teh mengandung sejumlah senyawa, termasuk saponin dalam jumlah yang bervariasi. Senyawa ini memiliki sifat aktif di permukaan air yang dapat berkontribusi dalam pembentukan dan kestabilan busa.
Ketika teh dikocok atau diguncang, udara dapat tercampur ke dalam cairan dan membentuk gelembung. Keberadaan senyawa yang membantu menstabilkan gelembung membuat busa dapat bertahan selama beberapa waktu.
Guncangan selama proses pengangkutan dan distribusi juga berpotensi membuat minuman berbusa, meskipun kemasan tidak sengaja dikocok. Produk teh kemasan yang ditemukan di lokasi aksi unjuk rasa bisa saja mengalami guncangan ketika dibawa, dipindahkan, atau berada di tengah kerumunan massa.
Namun, kemungkinan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab busa yang terlihat dalam video.
3. Kedaluwarsa
Hal lain yang juga bisa mempengaruhi kualitas produk adalah masa simpan. Informasi mengenai tanggal kedaluwarsa dan nomor produksi atau batch produk Teh Botol Sosro yang berbuih tidak dapat dipastikan hanya dari video yang beredar.
Informasi tersebut penting untuk menelusuri riwayat produk, termasuk waktu produksi dan batas masa simpannya. Kondisi kemasan serta kemungkinan kerusakan atau kebocoran juga perlu diperiksa untuk mengetahui apakah perlindungan produk tetap terjaga.
Produk yang masih berada dalam masa simpan pun tetap perlu memenuhi persyaratan mutu dan keamanan. Begitupun sebaliknya, produk yang sudah mendekati tanggal kedaluwarsa tidak otomatis mengalami perubahan rasa atau aroma. Kondisi penyimpanan dan integritas kemasan juga berperan dalam mempertahankan kualitas minuman.
4. Kontaminasi
Kemungkinan kontaminasi sabun tetap perlu ditelusuri. Kontaminasi dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk proses produksi, penanganan, atau kontak dengan bahan pembersih/sabun. Kemungkinan adanya bahan asing yang masuk setelah produk diproduksi juga perlu diperiksa apabila ditemukan indikasi yang mendukung.
Namun, dugaan tersebut belum dapat dinyatakan sebagai penyebab kejadian ini. Bau menyerupai sabun dan munculnya busa bukan bukti yang cukup untuk memastikan adanya kandungan sabun dalam minuman. Hasil pemeriksaan sampel dan investigasi menyeluruh diperlukan untuk mengetahui apakah terjadi kontaminasi, perubahan mutu akibat kondisi penyimpanan, atau faktor lain.
Investigasi oleh Produsen
PT Sinar Sosro selaku produsen Teh Botol Sosro menyatakan tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami kejadian tersebut dan memastikan fakta yang relevan.
Dalam pernyataan melalui akun Instagram resminya, perusahaan menyebut akan meninjau setiap informasi secara cermat dan objektif guna menentukan langkah tindak lanjut yang tepat.
"Saat ini, kami sedang melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami situasi dan memastikan fakta-fkta yang relevan. Kami berkomitmen untuk meninjau setiap informasi secara cermat dan objektif untuk menentukan langkah tindak lanjut yang tepat," demikian pernyataan PT Sinar Sosro melalui unggahan Instagram resminya, dikutip Kamis (29/10/2026).
Perusahaan juga menegaskan komitmennya untuk mengutamakan kualitas produk, keamanan konsumen, serta kepercayaan yang telah diberikan kepada perusahaan.
"Kami mengutamakan kualitas, keamanan konsumen, serta kepercayaan yang telah diberikan kepada kami. Informasi lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses investigasi memberikan kejelasan yang memadai," lanjut pernyataan tersebut.
Investigasi diperlukan untuk menelusuri berbagai kemungkinan, termasuk kondisi produk selama penyimpanan dan distribusi, integritas kemasan, serta kemungkinan masalah pada proses produksi atau penanganan.
Pemeriksaan terhadap sampel produk dan kemasannya dapat membantu mengidentifikasi sumber perubahan aroma maupun pembentukan busa. Dengan begitu, dugaan perubahan mutu akibat kondisi lingkungan dapat dibedakan dari kemungkinan adanya kontaminasi bahan asing.
Sembari menunggu kejelasan, konsumen sebaiknya tidak mengonsumsi minuman yang berbau, berasa, atau terlihat tidak seperti biasanya. Produk dan kemasannya dapat disimpan untuk membantu proses pemeriksaan, tanpa mencicipi ulang isinya.


























































