Video viral produk Teh Botol Sosro kemasan kotak yang mengeluarkan buih dan berbau sabun menjadi pengingat pentingnya mengenali tanda produk pangan yang berpotensi rusak atau terkontaminasi.
Terkait video yang viral, memang butuh pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apa penyebab sebenarnya. Namun demikian, produk yang dicurigai bermasalah memang harus diwaspadai untuk mencegah dapak buruk bagi kesehatan.
Saat menemukan makanan atau minuman dengan kondisi mencurigakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengonsumsinya. Mulai dari memeriksa kondisi kemasan, mengenali perubahan aroma dan warna, hingga mengetahui langkah yang tepat jika produk diduga rusak atau terkontaminasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, apa saja tanda produk pangan yang perlu diwaspadai? Apa yang sebaiknya dilakukan jika menemukan makanan atau minuman dengan kondisi tersebut?
1. Periksa Kondisi Kemasan
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kondisi kemasan. Produk pangan dengan kemasan bocor, sobek, menggembung, atau memiliki segel yang tidak utuh perlu diwaspadai.
Kerusakan kemasan dapat mengganggu perlindungan produk dan memungkinkan kontaminan masuk, bergantung pada jenis kerusakan serta kondisi lingkungan. Pada produk tertentu, kemasan yang menggembung juga bisa berkaitan dengan pembentukan gas selama perubahan kondisi produk.
Jika menemukan makanan atau minuman dengan kondisi kemasan seperti itu, sebaiknya jangan mengonsumsi isinya meskipun tanggal kedaluwarsa masih berlaku.
2. Perhatikan Perubahan Aroma, Warna, dan Tekstur
Perubahan karakteristik pangan juga bisa menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Misalnya, muncul bau busuk, asam yang tidak biasa, atau aroma asing yang berbeda dari karakter normal produk.
Pada makanan, perubahan warna, tekstur berlendir, hingga adanya jamur dapat menjadi tanda kerusakan. Sementara pada minuman, perubahan aroma dan rasa yang tidak lazim perlu menjadi perhatian.
Meski demikian, tidak semua kontaminasi dapat dikenali melalui penampilan atau aroma. Mikroorganisme patogen dan sejumlah bahan kimia berbahaya bisa saja terdapat dalam pangan tanpa mengubah warna, bau, maupun rasanya.
Karena itu, produk yang terlihat normal belum tentu sepenuhnya bebas dari bahaya. Jika ditemukan perubahan yang tidak biasa, sebaiknya hentikan konsumsi dan jangan mencoba mencicipinya kembali untuk memastikan penyebabnya.
3. Jangan Mencicipi Ulang Produk yang Mencurigakan
Ketika menemukan makanan atau minuman yang diduga rusak atau terkontaminasi, segera hentikan konsumsi. Jangan mencicipi ulang produk hanya untuk memastikan apakah rasanya memang berubah.
Langkah ini penting karena sebagian kontaminan tidak dapat dikenali melalui rasa dan aroma. Mencicipi produk berulang kali justru dapat meningkatkan paparan terhadap bahan yang berpotensi membahayakan kesehatan.
Jika produk sudah terlanjur dikonsumsi, perhatikan kondisi tubuh. Apabila muncul gejala seperti mual, muntah, diare, atau sakit perut, segera cari pertolongan medis, terutama jika gejalanya berat atau berkelanjutan.
4. Simpan Kemasan dan Informasi Produk
Produk yang dicurigai bermasalah sebaiknya tidak langsung dibuang. Simpan kemasan dan informasi produk untuk membantu proses penelusuran oleh produsen maupun petugas pengawas.
Informasi yang perlu diperhatikan meliputi nama produk, nomor izin edar, kode produksi atau batch, tanggal kedaluwarsa, serta tempat pembelian. Konsumen juga dapat mendokumentasikan kondisi produk melalui foto atau video.
Jika memungkinkan, simpan produk sesuai petunjuk pada label. Hindari membuka atau memindahkan isi produk ke wadah lain karena dapat menyulitkan pemeriksaan lebih lanjut.
5. Periksa Label dan Tanggal Kedaluwarsa
Sebelum membeli atau mengonsumsi pangan kemasan, BPOM menganjurkan konsumen menerapkan prinsip CEK KLIK, yaitu Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa.
Kemasan perlu dipastikan dalam kondisi baik. Label juga perlu dibaca untuk mengetahui komposisi, petunjuk penyimpanan, identitas produsen, serta informasi lain yang diperlukan.
Nomor izin edar dapat diperiksa melalui situs resmi Cek BPOM. Sementara itu, tanggal kedaluwarsa perlu dipastikan masih berlaku dan terbaca dengan jelas.
Namun, produk yang masih berada dalam masa simpan tidak otomatis bebas dari risiko kerusakan. Penyimpanan yang tidak sesuai, kerusakan kemasan, atau masalah selama proses produksi dan distribusi tetap dapat memengaruhi mutu serta keamanan pangan.
Sebaliknya, produk yang mendekati tanggal kedaluwarsa juga tidak otomatis rusak. Kondisi produk dan kesesuaian penyimpanannya tetap perlu diperhatikan.
6. Laporkan Produk Mencurigakan ke BPOM
Jika menemukan makanan atau minuman yang diduga rusak atau terkontaminasi, konsumen dapat menyampaikan pengaduan kepada produsen maupun Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Sertakan informasi produk, lokasi pembelian, kode produksi, tanggal kedaluwarsa, serta dokumentasi kondisi produk untuk membantu proses penelusuran.
Pengaduan dapat disampaikan melalui HALO BPOM atau melalui kanal pengaduan pada situs resmi BPOM.
Pelaporan penting agar dugaan masalah dapat ditindaklanjuti dan diperiksa lebih lanjut. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk memastikan penyebab perubahan tersebut, termasuk apakah berkaitan dengan kerusakan produk, kondisi penyimpanan, atau kontaminasi bahan asing.
Simak Video "Health Corner: Indonesia Sehat, Pantang Ribet saat Berobat"
[Gambas:Video 20detik](mal/up)


























































