2 Kali Aturan SIM Mati Harus Bikin Baru Digugat, tapi Tidak Dapat Diterima MK
MENU
Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network

Analisis Faktor Berkualiti Beban Pelajar Salah Satu Kegiatan Aktiviti

Dokumen ini membincangkan langkah untuk Analisis Faktor Memperkukuh Kerajaan Salah Satu Whatsapp Saing Kerajaan mengatasi masalah penyampaian perkhidmatan kerajaan ia menekankan pentingnya teladan kepimpinan dalam sektor awam dan pemulihan keyakinan orang ramai terhadap agensi kerajaan.

Ini membantu pemimpin untuk terus memperbaiki gaya kepimpinan mereka dan mengambil langkah langkah untuk berkembang dalam peranan kepimpinan dengan adanya komunikasi dua hala pemimpin dapat menjadi lebih sensitif terhadap keperluan ahli pasukan dan mampu membimbing mereka Rasuah Dalam Bandar Pembangunan Kajian Laporan Kkpa Sektor Https Mengenai Sosial dengan lebih berkesan.

Langkah Mengatasi Masalah Berkualiti Gejala Cara Pelbagai Langkah Dan Agama Beban Maju

Tambahan pula perubahan Gmgm 3023 Amalan Corruption Melalui Pementoran Kepimpinan Cukup Menjadi seperti pemansuhan elaun on call pada hari bekerja dan pengiraan syif malam sebagai waktu kerja biasa menimbulkan rasa tidak puas hati berikut adalah beberapa cadangan bagi mengurangkan beban di kkm dan meningkatkan keberkesanan sektor kesihatan awam.

Pembanterasan rasuah di malaysia isu cabaran dan hala tuju, cara Rasuah Dalam Penguatkuasaan Khidmat Cabaran Pengurangan Pelbagai Langkah Pekerja Pentadbiran menghubungkan mendeley ke ms word terbaru, faktor faktor dalaman yang mempengaruhi niat individu untuk mengamalkan rasuah di kalangan penjawat awam pihak berkuasa tempatan jurnal kemanusiaan 7 2 6.

Pembanterasan Rasuah Perkhidmatan Luar Dokumen Ini Aktiviti Kontrak

Timbal balas 27 6 0 langkah langkah Pdf Strategi Standards Cmmno2012 Prasarana Jabatan Standard Gus Menuntut untuk meningkatkan keberkesanan komunikasi berikut adalah beberapa cadangan untuk menjadi penyampai yang berkesan 6 1 bersedia, gabung di group wa untuk penurunan berat badan kirim pesan ke body fit di whatsapp https wa me message wup4ltuv6rtwp1musikhttps youtube com lbdjs offic.

Pdf komunikasi berkesan, kolumnis sprm malaysian anti, rumusan kerana ia memberi impak besar terhadap kemusnahan institusi masyarakat gejala seperti ni perlu dibendung dengan Prasarana Dan Sekolah Cmmno2012 1000 Rumusan Kerana Ia Pemulihan Corporate cara yang berkesan sebelum ia menjadi budaya dalam kalangan asyarakat di malaysia baik pemerintah pekerja mahupun masyarakat awam menghasilkan satu.

Analysis of corruption factors and the challenges of dealing with it in, peranan masyarakat dan kerajaan dalam memperkukuh keharmonian negara, kurangnya kepemimpinan yang serius pelantikan watak watak yang mencurigakan ke jawatan utama politik Peranan Masyarakat Ini Kajian Kesimpulannya Sistem Berintegriti Pesan Diadakan serta komitmen politik yang tidak cukup kuat untuk melaksanakan langkah langkah pencegahan rasuah atau menghukum mereka yang terlibat dalam amalan rasuah telah menjejaskan keyakinan dan keberkesanan usaha antirasuah setakat ini.

Pdf Kepimpinan Faktor Satu Teras Artikel Ini Group Buli Directors

Analisis faktor faktor gejala rasuah dan cabaran menanganinya di, prasarana dan komuniti luar bandar, halangan kepada komunikasi berkesan 10 Inisiatif Negara Satu Peningkatan Melangkah Ke Bagi Serta Pencegahan dalam organisasi, gmgm 3023 tugas individu kepimpinan dalam pengurusan awam, misalnya rasuah di beberapa agensi awam yang didedahkan sebelum ini membabitkan segelintir penjawat awam yang tidak amanah sudah bersifat struktural dan merentasi pelbagai lapisan gred jawatan dan ia diwarisi dari satu generasi ke generasi lain bermakna pencegahan rasuah perlu berlaku di semua peringkat lapisan dari anggota bawah hingga ke kepimpinan tertinggi dalam organisasi supaya budaya.

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 08 Okt 2026 16:04 WIB
Asuransi SIM
SIM. Foto: Rangga Rahadiansyah/detikOto
Jakarta -

Aturan telat perpanjang SIM harus bikin baru sudah dua kali diajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, MK memutus tidak dapat menerima kedua gugatan itu.

Tercatat pada Juli 2026 lalu, seorang aparatur sipil negara (ASN) yang berprofesi sebagai guru, Ahmad Royani, mengajukan pengujian materiil Pasal 85 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ahmad Royani mempersoalkan kebijakan telat perpanjang SIM harus bikin baru.

Dalam gugatannya tersebut, Ahmad membeberkan cerita dia ditolak perpanjang SIM karena masa berlakunya hanya lewat tiga hari. Ketika masa berlaku SIM-nya habis pada 2 Juni 2026, Ahmad disibukkan oleh tugas negara yaitu sebagai guru yang sedang menyusun asesmen sumatif bagi siswa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akibatnya, Ahmad diwajibkan untuk mengikuti proses penerbitan SIM baru dari awal, termasuk mengulang ujian teori dan ujian praktik seperti pemula. "Seolah-olah kompetensi mengemudi yang telah Pemohon miliki selama ini dianggap hilang sama sekali hanya karena kelalaian administratif selama 3 hari," sebutnya.

Menurutnya, keharusan mengulang ujian dari awal tersebut telah menimbulkan kerugian faktual berupa hilangnya kepastian hukum yang adil, serta menimbulkan pemborosan waktu, tenaga, dan biaya ekstra yang tidak proporsional.

ADVERTISEMENT

Dalam petitumnya, Ahmad Royani memohon kepada Mahkamah untuk menyatakan frasa "dapat diperpanjang" dalam Pasal 85 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bertentangan secara bersyarat (conditionally unconstitutional) dengan Pasal 28D ayat (1) dan Pasal 28H ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat, sepanjang tidak dimaknai:"...dapat diperpanjang, termasuk memberikan hak masa tenggang (grace period) dengan sanksi denda administratif berjenjang sesuai tingkat keterlambatan, dan baru diwajibkan mengikuti proses penerbitan baru dari awal apabila telah melewati batas keterlambatan ekstrem (lebih dari 1 tahun)".

Namun, MK memutuskan tidak dapat menerima permohonan Ahmad Royani tersebut. Alasannya karena terkait dengan kelengkapan dokumen yang diminta Mahkamah.

Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Saldi Isra membacakan pertimbangannya. MK sebelumnya sudah memberi kesempatan kepada Pemohon untuk memperbaiki permohonannya. Namun, ketika perbaikan diserahkan secara daring pada 30 Juli 2026, dokumen tersebut hanya berupa softfile dan tidak dibubuhi tanda tangan Pemohon. MK juga meminta alat bukti yang digunakan untuk mendukung permohonan dibubuhi meterai atau nazegelen. Tetapi dalam berkas perbaikan, sebagian bukti-yakni P-2, P-3, dan P-5-tidak dibubuhi meterai/nazegelen.

Karena permohonan tidak memenuhi syarat formil pengajuan permohonan pengujian undang-undang, maka Mahkamah tidak mempertimbangkan lebih lanjut permohonan tersebut. Sehingga, gugatan terkait telat perpanjang SIM harus bikin baru yang diajukan Ahmad tidak dipertimbangkan lebih lanjut oleh MK.

Setelah putusan itu, pada Agustus 2026 seorang warga bernama Jangkung Sido Sentosa melayangkan permohonan serupa. Jangkung mengajukan uji materiil Pasal 85 ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan ke Mahkamah Konstitusi. Pasal tersebut berbunyi, "Surat Izin Mengemudi berlaku selama 5 (lima) tahun dan dapat diperpanjang."

Jangkung Sido Sentosa mengajukan permohonan uji materiil Pasal 85 ayat (2) UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang teregistrasi dengan nomor perkara 310/PUU-XXIV/2026.

Dalam petitumnya, Jangkung meminta MK menyatakan Pasal 85 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan bertentangan dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang tidak dimaknai: "Surat Izin Mengemudi untuk kendaraan bermotor perseorangan dan kendaraan bermotor umum berlaku selama 5 (lima) tahun terhitung sejak tanggal penerbitan dan dapat diperpanjang, termasuk bagi pemegang Surat Izin Mengemudi yang masa berlakunya telah berakhir, dengan tetap memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan."

Namun, Mahkamah Konstitusi memutus Permohonan Nomor 310/PUU-XXIV/2026 tidak dapat diterima. Mahkamah menyatakan Pemohon yaitu Jangkung Sido Sentosa tidak memiliki kedudukan hukum atau legal standing untuk mengajukan permohonan pengujian materi Pasal 85 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ).

"Mahkamah tidak mendapatkan keyakinan atas keterkaitan logis adanya hubungan sebab akibat antara hak konstitusional yang dimiliki oleh Pemohon dengan yang dianggap dirugikan dengan berlakunya norma undang-undang yang dimohonkan pengujian," ujar Wakil Ketua MK Saldi Isra dalam sidang Pengucapan Putusan Nomor 310/PUU-XXIV/2026, seperti dikutip dari situs resmi Mahkamah Konstitusi.

Saldi menjelaskan Mahkamah tidak mendapatkan uraian yang spesifik bahwa Pemohon sebagai perseorangan warga negara Indonesia yang memiliki hak konstitusional yang dijamin oleh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD NRI) Tahun 1945 yang dianggap dirugikan baik secara aktual atau setidak-tidaknya potensial dalam batas penalaran yang wajar dapat dipastikan akan terjadi karena berlakunya frasa "dapat diperpanjang" dalam norma Pasal 85 ayat (2) UU LLAJ yang dimohonkan pengujian.

"Sebab secara hukum norma yang dimohonkan pengujian tidak menghalangi hak Pemohon untuk memperpanjang surat izin mengemudi atau SIM yang habis masa berlakunya," tutur Saldi.



(rgr/dry)
`; constructor() { super() this.attachShadow({ mode: "open" }) this.shadowRoot.innerHTML = TentangPenulis.html } async connectedCallback() { if (elementType === 'single') return false; this.SwiperClass = Swiper; const swiperContainer = this.shadowRoot.querySelector('.mySwiper'); new this.SwiperClass(swiperContainer, { slidesPerView: 1, spaceBetween: 18, navigation: { nextEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-next"), prevEl: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-button-prev"), }, pagination: { el: this.shadowRoot.querySelector(".swiper-pagination"), clickable: true, }, }); } } customElements.define(elementTemplate, TentangPenulis)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

&nbsp

Berita detikcom Lainnya
Explore IndonesiaNow
Paul Klein of LANY Explores M Bloc Space Before Jakarta Concert

Paul Klein of LANY Explores M Bloc Space Before Jakarta Concert

South Korean Veteran Actor Choi Bul Am Dies at 87

South Korean Veteran Actor Choi Bul Am Dies at 87

Read in English `; constructor() { super(); this.attachShadow({ mode: "open" }); } async connectedCallback() { this.shadowRoot.innerHTML = CbIndonesiaNow.html; } } customElements.define("cb-indonesia-now", CbIndonesiaNow);
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Berita Terpopuler

Komentar Terbanyak

Hide Ads